Yamaha Rx-King Ngawi, Keluar Dari Gudang Gabah

55

OtomotifZone.com-Ngawi. Motor ini sebenarnya motor penting kala masih aktif ikut club dan Bengbeng si pemilik masih semangatnya kopdar saban weekend. Sebagaimana model mesin 2T Yamaha Rx-King yang sampai saat ini adalah jenis motor legend yang masih mudah di temui dijalan raya. Soal modifikasi tiap orang punya kemauan sendiri – sendiri. Dan Bengbeng paham perkembangan trend yang seperti apa.

Acara kopdar serta nongkrong begitu juga touring vakum gara-gara dia punya team balap dan hampir 5 tahun selalu kawal pasukan setiap akhir pekan. Motor yang biasa buat happy riding ini jadi jarang di belai dan semedi di gudang belakang.

Efek Covid-19 event balap banyak yang di stop. Bisa di hitung jari berapa kali tahun lalu dan tahun ini balap di gelar. Kesibukan selalu ada selain berwirausaha di Padas, Ngawi juga sebagai pemilik penggilingan padi dan stok sembako. Disana juga Rx-King andalan yang selama ini bertapa di gudang akhirnya di keluarkan.

“Sisa modif lama di tinggalkan. Warna motor, kaki-kaki, sparepart di perbarui. Biar suasana ikut spek jaman sekarang,” kata Bambang, pemilik nama aslinya. Tapi di Ngawi lebih dikenal dengan nama Bengbeng King. Nggak usah jauh-jauh ke bengkel mana. Karena bengkel yang biasa buat spare grasstrack siap bantu.

Part ready dan body ready proses perakitan langsung di kerjakan. Seharian cukup untuk merakit kembali sebuah wajah baru Rx-King ini. “Spek buat ngopi mas, inspirasi kali ini bikin model road race. Hehehe..” kata Beng.

Bagian mesin di utamakan pada pengkabutan dengan mengganti Karbu lama¬† upgrad pakai UMA 28mm plus membran V-force.l, Knalpot C-squad Jogja itu saja. Sedangkan kaki-kaki Beng pilih velg BRT chemco dan pasang ban depan belakang Pirelli 17″ ukuran 80-100. Shock belakang Red Id GP upgrad di Tyok hidrolik. Piringan ikut andalkan rata-rata spek Rx-King balap dengan merk Moto1 yang di kombinasi pengeriman handle rem serta¬† kopling RCB. Tak cukup itu saja karena stang pindah pilihan dengan tipe RZR yang biasa juga buat road race.

Spek impian dari gudang gabah sudah berubah bentuk. Agenda ngopi siap di jalankan. “Padahal warung kopinya ya di rumah sendiri mas..” tutup Beng dengan tawa lepas bareng teman-teman Ngawi.

Penulis : Hafid | Foto : Istimewa