Beranda blog Halaman 136

Hasil Keseluruhan Erdeve Dragbike Rookie Final Series 2025

0

OtomotifZone.com – Gunung Kidul, Berikut adalah hasil Keseluruhan dari kejuaraan Erdeve Dragbike Rookie 201m di sirkuit Np Lanud Gading, Wonosari. Yang berlangsung secara berbarengan dengan event bergengsi Kawahara Djava K2R IDC 2025 Final Series :

FINAL KWR IDC 2025 : Dibawah Komando Setyoko PRK, Tim No Limit Racing Raih Gelar Juara Umum Bersama Wildan Anharu

0

​OtomotifZone.com – WONOSARI – Konsistensi menjadi kunci utama dalam ketatnya persaingan Indo Dragbike Championship (IDC) 201m Series 2025. Setelah melewati perjuangan panjang selama 5 seri, pembalap asal Salatiga, Wildan Kecil Anharu, akhirnya resmi menasbihkan diri sebagai Juara Umum Pro IDC 1 musim 2025.

​Membawa nama besar No Limit Racing Team, Wildan tampil perkasa dengan perolehan total 102 poin. Keberhasilan ini diraih berkat performa stabil di setiap putaran.

​Wildan berhasil mengungguli rival terdekatnya, Gerry Percil dari tim ADM Official yang harus puas di posisi kedua dengan total 83 poin.

​Kolaborasi Solid “PRK Gank” dan No Limit
​Kesuksesan ini tak lepas dari tangan dingin Setyoko Penceng (PRK Gank) yang mengomandoi urusan teknis kuda pacu No Limit Racing Team. Kolaborasi antara mekanik kawakan dan tim asal Medan ini terbukti menjadi formula juara yang sulit dipatahkan sepanjang musim balap 2025.

​Setyoko Penceng mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian luar biasa ini.
​”Alhamdulillah kami dan tim mampu meraih juara umum. Terima kasih untuk Wildan Anharu yang sudah mengupayakan tiap seri dan berusaha terus sebaik mungkin. Tahun 2026 insyaallah kita gaspoll lagi,” tandas Setyoko.

Dengan hasil ini, No Limit Racing Team membuktikan diri sebagai salah satu kekuatan besar di kancah drag bike tanah air. Sampai jumpa di musim balap 2026!

Final KWR IDC 2025 : Ninja Tu 155cc Gak Udah-Udah PRK Juara, Rony Gendut Bilang Ini Luar Biasa!!

0

​OtomotifZone.com – GUNUNG KIDUL – Perjuangan keras tim Gak Udah-Udah PRK DONTA akhirnya berbuah manis dalam gelaran pamungkas Kawahara Djava K2R IDC 2025 Round 5 (Final). Bertempat di Sirkuit Lanud Gading, Wonosari, Rabu (31 Desember 2025), tim ini sukses mengamankan podium tertinggi di kelas utama Sport 2T TU 155cc.

​Ekseskusi Sempurna Deby AP
​Di bawah arahan mekanik tangan dingin Setyoko Penceng dan dikawal langsung oleh Rony Gendut, performa Ninja TU 155cc milik tim tampil sangat impresif. Deby AP, pembalap andalan tim asal Jatim, berhasil menjinakkan lintasan dengan catatan waktu fantastis, yaitu 6.758 detik.

​Hasil ini menempatkan Deby di posisi pertama, unggul tipis dari Wildan Kecil (No Limit Racing Team) yang mencatatkan waktu 6.776 detik.

​Persaingan Ketat di Angka “6.7 Detik”
​Kelas Sport 2T TU 155cc terbukti menjadi salah satu kelas paling “angker” dalam hajatan ini. Ketatnya persaingan terlihat dari torehan waktu para penghuni 5 besar yang semuanya bermain di angka 6.7 detik. Selisih waktu yang sangat tipis antar pembalap membuat suasana di paddock sempat tegang sebelum hasil resmi diumumkan.

​Rony Gendut, sosok yang setia mendampingi persiapan motor sejak awal, tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Persiapan matang yang dilakukan tim akhirnya terbayar lunas dengan poin penuh.

​”Puas banget dengan hasilnya. Kami bangga dan berterima kasih pada pembalap yang sudah mengusahakan mengeksekusi dengan baik di lintasan. Ini adalah hasil kerja keras kolektif antara mekanik, kru, dan pembalap,” ungkap Rony Gendut.

​Kemenangan ini sekaligus menjadi penutup tahun yang manis bagi tim Gak Udah-Udah PRK DONTA dalam menutup kalender balap musim 2025. SELAMAT!

Hasil Keseluruhan KWR Djava K2R IDC 2025 Final Series

0

OtomotifZone.com – Yogyakarta, Berikut adalah hasil Keseluruhan dari kejuaraan Kawahara Djava K2R IDC 2025 Final Series, yang berlangsung di sirkuit Np Lanud Gading Wonosari, Yogyakarta :

Hadiah Gila-gilaan! Grand Final Andalas Drag Series 2025 Siapkan Tiga Unit Motor di Januari 2026

0

OtomotifZone.com – Padang — Setelah mengalami beberapa kali penundaan jadwal, akhirnya Grand Final Andalas Drag Series 2025 dipastikan akan digelar pada 10–11 Januari 2026 di Sirkuit NP Lanud Sultan Sjahrir, Padang, Sumatera Barat. Gelaran puncak balap lurus paling bergengsi di wilayah Andalas ini dipastikan hadir dengan hadiah besar yang siap memanjakan para peserta.

Awalnya, Grand Final Andalas Drag Series direncanakan berlangsung pada Desember 2025. Namun, akibat musibah yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, pihak pemilik event bersama penyelenggara memutuskan untuk menunda pelaksanaannya demi menjaga keselamatan dan kondusivitas acara.

Setelah melalui berbagai pertimbangan, pihak Andalas Drag Series akhirnya secara resmi mengumumkan bahwa Grand Final akan digelar pada Januari 2026 dengan konsep yang lebih matang dan hadiah yang semakin spektakuler. Selain uang pembinaan, tiga unit sepeda motor telah disiapkan sebagai hadiah utama.

“Kita akan jalankan pada 10 dan 11 Januari. Hadiah sudah kita siapkan. Ada tiga unit motor untuk Juara Umum. Dua motor untuk Juara Umum Drag Bike dan satu unit untuk Juara Umum Drag Race,” ujar Willy Octra, Founder Andalas Drag Series.

Untuk Drag Bike, dua unit motor akan diberikan kepada Juara Umum kategori Open dan Bracket. Selain itu, masih terdapat tiga kategori Juara Umum lainnya, yakni Juara Umum WF, Juara Umum Sunmori, dan Juara Umum Lokal Sumatera Barat yang masing-masing akan mendapatkan uang pembinaan tambahan dengan tiga peringkat juara.

Tak hanya itu, Drag Bike juga menyediakan penghargaan tambahan seperti Fastest of The Day, The Best Reaction Time (RT), dan The Best Team, yang seluruhnya akan mendapatkan uang pembinaan khusus.

Sementara di Drag Race, total terdapat tiga kategori Juara Umum, yaitu:

Juara Umum Bracket 201 meter
Juara Umum Drag Race
Juara Umum Bracket Time 402 meter

Dari ketiga kategori tersebut, Juara Umum Drag Race berhak membawa pulang satu unit motor, sementara peringkat kedua dan ketiga akan mendapatkan uang pembinaan. Dua kategori Juara Umum lainnya juga menyediakan uang pembinaan untuk tiga posisi terbaik.

Tak kalah menarik, kategori tambahan seperti Fastest of The Day, The Best Reaction Time (RT), dan The Best Team juga tersedia di kelas Drag Race dengan hadiah uang pembinaan tambahan.

Pada Grand Final kali ini, Drag Race akan mempertandingkan dua jarak utama, yakni 201 meter dan 402 meter, sehingga memberikan tantangan sekaligus daya tarik tersendiri bagi para pembalap.
Dengan hadiah berlimpah dan gengsi tinggi sebagai penutup musim, Grand Final Andalas Drag Series 2025 dipastikan menjadi ajang yang sayang untuk dilewatkan. Jadi, tunggu apalagi—siapkan motor terbaikmu dan jangan sampai ketinggalan menyaksikan pertarungan terakhir para raja drag di Sumatera Barat.

Final KWR IDC 2025 : Coba Pakai Pertamax Turbo, Mx 200cc FTR Wijaya Raih 2 Podium Terbaik!

0

OtomotifZone.com – WONOSARI – Senyum lebar terpancar dari seluruh kru di paddock Fanterra Racing Exhaust FTR17 Wijaya pada babak final Kawahara Djava K2R IDC 2025 yang berlangsung di Sirkuit NP Lanud Gading, Wonosari. Motor MX 200cc garapan Aris Wijayanto (Aris Wijaya) asal Gang Mawar, Wates, Kediri, sukses mencatatkan hasil gemilang dengan menguasai dua podium teratas di kelas bergengsi Bebek 4T TU 200cc (Pro IDC 1).

​Dua juru tembak yang dipercaya yaitu Raka Komang dan Adit Coco buktikan ​Ketangguhan mesin racikan Aris Wijaya. Ada Nama Raka menyabet podium pertama dengan catatan waktu tajam 6.986 detik. Lanjut Adit Menempel ketat di posisi kedua dengan waktu 6.994 detik.

​Kedua pembalap ini menjadi satu-satunya yang mampu menembus catatan waktu di bawah 7 detik di kelasnya, mengungguli rival kuat lainnya seperti Rony Caplin dan Debby AP.

​Keberhasilan ini bukan sekadar keberuntungan. Sang mekanik, Aris Wijaya, mengungkapkan bahwa motor ini sudah dipersiapkan untuk menghadapi regulasi tahun 2026 mendatang yang mewajibkan penggunaan bahan bakar Pertamax Turbo dari Pertamina.

​”Sebelum dibawa ke Wonosari, saat setting catatan waktunya memang sudah konsisten di angka 6,9 detik. Kami riset khusus untuk regulasi 2026 pakai Pertamax Turbo, dan hasilnya motor terbukti masih sangat kompetitif bersaing dengan rival,” terang Aris Wijaya.

​Pembuktian kualitas riset ini pun teruji secara transparan. Saat dilakukan pengecekan pasca-balap oleh panitia menggunakan alat Oktis, kadar RON yang tercatat pada bahan bakar motor tersebut berada di angka 99. Hal ini membuktikan bahwa dengan bahan bakar komersial berkualitas tinggi, MX 200cc FTR17 Wijaya tetap mampu mengeluarkan power yang luar biasa dan konsisten di jalur juara.

Riqo Syahputra Untuk IMI Bengkulu Lebih Maju: Sosok Muda, Enerjik, dan Direstui Komunitas​Bengkulu

0

OtomotifZone.com – Bengkuku, Bursa pencalonan Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pengurus Provinsi Bengkulu kini mendapat angin segar. Nama Riqo Syahputra, seorang pengusaha muda yang dikenal luas di dunia otomotif, muncul sebagai kandidat untuk menahkodai organisasi otomotif bergengsi tersebut.

​Rekam Jejak dan Sosok yang Diterima Semua Kalangan ​Riqo Syahputra bukanlah nama baru bagi para pecinta mesin di Bumi Merah Putih. Ia dikenal sebagai sosok yang telah malang melintang memberikan kontribusi nyata dalam berbagai ajang otomotif, baik di skala lokal maupun regional. Keterlibatannya selama bertahun-tahun menjadikannya figur yang paham betul akan dinamika dan kebutuhan para pegiat otomotif.

​Selain kapasitas teknisnya, Riqo dikenal memiliki kepribadian yang ramah dan inklusif. Karakter inilah yang membuatnya mendapatkan _”lampu hijau”_  serta dukungan penuh dari berbagai komunitas, mulai dari klub motor, komunitas mobil, hingga para pembalap profesional di Provinsi Bengkulu.
​Latar Belakang Pengusaha yang Matang.

​Dukungan terhadap Riqo tidak hanya datang karena kecintaannya pada otomotif, tetapi juga karena kapabilitas manajerialnya yang mumpuni. Sebagai pengusaha sukses yang dikenal dgn Hastag *ZIKRIGROUP* bergerak di bidang MIGAS dan Jasa Travel / Rental Mobil, Riqo dinilai memiliki jaringan luas dan kemampuan tata kelola organisasi yang profesional.

​”Kami membutuhkan figur yang tidak hanya hobi otomotif, tapi juga punya kemampuan manajemen yang baik untuk membawa IMI Bengkulu lebih maju. Sosok Riqo adalah paket lengkap,” ujar salah satu tokoh penggiat otomotif Bengkulu”

​Visi Memajukan Otomotif Bengkulu
​Pencalonan Riqo membawa harapan baru bagi bangkitnya prestasi balap dan pengembangan pariwisata berbasis otomotif (automotive tourism) di Provinsi Bengkulu. Kehadirannya diharapkan mampu merangkul seluruh elemen dan memfasilitasi kreativitas anak muda di jalur yang positif.

​Dengan rekam jejak yang bersih dan dukungan yang terus mengalir, langkah Riqo Syahputra menuju kursi IMI Bengkulu 1 diprediksi akan menjadi momentum besar bagi dunia otomotif daerah. [Hardiansyah]

Final KWR IDC 2025 : Ninja STD 155cc FTR Wijaya Tak Terbendung, Raka Komang Amankan Podium!

0

​OtomotifZone.com – WONOSARI – Ketangguhan Ninja garapan Fanterra Racing Exhaust FTR17 Wijaya kembali teruji dalam persaingan sengit di gelaran Kawahara Djava K2R IDC 2025 Final Series. Bertempat di Sirkuit NP Lanud Gading, Wonosari, motor garapan tim asal Kediri ini membuktikan diri sebagai yang tercepat di kelas bergengsi Sport 2T STD 155cc (Pro IDC 2).

​Pembalap andalan tim, Raka Komang, menjadi bintang setelah berhasil mencatatkan waktu tajam. Pembalap asal Banyuwangi ini sukses menyentuh garis finis dengan catatan waktu 06.951 detik.

​Pertarungan di kelas ini berlangsung sangat dramatis. Tercatat ada tiga pembalap teratas yang berhasil menembus di bawah 7 detik, yang menunjukkan betapa tingginya level kompetisi di babak final ini, Ada Raka Komang, Deni Deblong kedua dan M.Alif Dari Sulawesi di urutan ketiga.

​Meski hanya terpaut selisih tipis 0.002 detik dari Deni Deblong di posisi kedua, catatan waktu yang diraih Raka Komang tetap kokoh dan tidak terlampaui hingga akhir balapan.

“Alhamdulillah, hasil ini sangat memuaskan. Sejak sesi setting, saya sudah merasakan motor sedang di performa terbaiknya. Kunci kemenangan tadi ada di konsentrasi saat lampu start dan menjaga power tetap stabil hingga garis finis. Walaupun persaingan sangat ketat sampai ada tiga pembalap yang masuk di angka 6,9 detik, saya tetap optimis karena karakter motor yang dibikin Mas Aris Wijaya sangat kuat di putaran tengah ke atas,” ujar pembalap bernomor start 44 tersebut.

​Kemenangan ini sekaligus menegaskan posisi tim Fanterra Racing Exhaust FTR17 Wijaya sebagai salah satu kekuatan besar yang patut diperhitungkan dalam peta persaingan drag bike tanah air, khususnya di kelas Sport 2 Tak Standard.

Final KWR IDC 2025 : Jupi 130cc No Limit Beringas Ditangan Wildan, Ini Andalannya!

0

​OtomotifZone.com – WONOSARI – Gelaran pamungkas Kawahara Djava K2R IDC 2025 Final Series yang berlangsung di Sirkuit NP Lanud Gading, Wonosari, menjadi panggung pembuktian bagi Wildan Anharu (Wildan Kecil). Memacu Jupiter 130cc andalan No Limit Racing Team, pembalap asal Salatiga, Jawa Tengah, ini tampil perkasa dan sukses mengamankan podium tertinggi.

​Wildan mencatatkan waktu yang sangat fantastis di trek 201 meter. Berdasarkan data resmi hasil dari BG Sport Timing System, ia berhasil menembus waktu 7.696 detik. Catatan ini menjadikannya satu-satunya pembalap yang mampu menyentuh angka 7.6 detik di kelas Pro IDC 1 Bebek 4T TU 130cc, meninggalkan rival-rival beratnya seperti Rony Caplin dan Gery Percil yang tertahan di angka 7.7 detik.

​Kunci keberhasilan motor bernomor start 27 ini ternyata terletak pada detail teknis mesinnya. Pengaplikasian Per Klep No Limit Racing terbukti memberikan dampak signifikan pada karakter mesin Jupiter 130cc tersebut. Komponen ini membuat mekanis katup lebih stabil sehingga tenaga motor terasa lebih “menggigit” saat dipacu maksimal.

​Wildan sendiri mengakui adanya peningkatan performa yang dirasakannya di atas lintasan. ​”Motor saat ini terasa jauh lebih enak. Powernya lebih keluar, terutama di putaran atas. Ini yang membuat saya percaya diri untuk terus menekan sejak lampu hijau menyala,” ungkap Wildan setelah balapan.

Di Puncak Prestasi, Ahmad Irfansyah Putuskan Tak Lanjut Pimpin IMI Bengkulu

0

OtomotifZone.com – Bengkulu, Kabar mengejutkan datang dari Ikatan Motor Indonesia (IMI) Provinsi Bengkulu. Ahmad Irfansyah memastikan dirinya tidak akan melanjutkan tongkat kepemimpinan sebagai Ketua IMI Bengkulu untuk periode berikutnya, meski di bawah kepemimpinannya organisasi tersebut mengalami perubahan yang dinilai luar biasa.
Keputusan ini pun menimbulkan tanda tanya di kalangan pelaku otomotif. Pasalnya, selama menjabat, IMI Bengkulu mencatat berbagai kemajuan signifikan, baik dari sisi aset organisasi maupun perkembangan kegiatan otomotif di daerah.

Menjawab hal tersebut, Ahmad Irfansyah menyampaikan alasan dengan penuh kewibawaan kepada tim redaksi. Menurutnya, esensi kepemimpinan bukan soal lamanya menjabat, melainkan dampak dan perubahan yang ditinggalkan.

“Suatu organisasi yang baik bukan dari seberapa lama ketua itu menjabat, tapi perubahan apa yang sudah dilakukan. Dan saya tidak akan maju lagi untuk Ketua IMI Bengkulu periode berikutnya. Supaya apa? Supaya ada regenerasi yang baru untuk membawa perubahan yang lebih besar,” ujar Ahmad Irfansyah.

Ahmad Irfansyah diketahui mulai menjabat sebagai Ketua Umum IMI Bengkulu sejak tahun 2021, dengan masa jabatan yang akan berakhir pada 2026. Dalam kurun waktu tersebut, berbagai capaian konkret berhasil diwujudkan.

Dari sisi aset, IMI Bengkulu kini memiliki kantor yang representatif lengkap dengan peralatan penunjang organisasi. Tidak hanya itu, organisasi juga memiliki kendaraan operasional, mulai dari sepeda motor milik IMI Bengkulu hingga mobil ambulans, yang dinilai sangat penting dalam menunjang kegiatan otomotif dan keselamatan event.

Perkembangan otomotif Bengkulu juga terlihat dari kepercayaan nasional yang diberikan. Sejumlah event besar berskala nasional sukses digelar di Bumi Rafflesia. Di antaranya Kejurnas Motoprix serta ajang bergengsi Andalas Drag Series yang berstatus event setara nasional.
Tak hanya event nasional, geliat otomotif Bengkulu juga semakin hidup dengan maraknya berbagai event balap dan kegiatan otomotif lainnya, yang memberi ruang pembinaan sekaligus hiburan bagi masyarakat dan pecinta otomotif.

Keputusan Ahmad Irfansyah untuk tidak melanjutkan kepemimpinan dinilai sebagai langkah dewasa dan visioner, membuka jalan bagi regenerasi kepemimpinan baru demi keberlanjutan dan kemajuan IMI Bengkulu di masa mendatang.