Beranda blog Halaman 3271

Estillo Klangenan…!!!

0

OtomotifZone.com – Bagi Subhan Maulana cinta adalah segalanya. Oops… terlebih ketika pria yang akrab disapa Aan ini bertemu dengan Novi Berlian Wulandari serasa hidup lebih hidup. “karena keinginanku semasa remaja, kelak suatu saat aku punya pacar aku pasti bikin ceweku makin kesengsem“ buka Aan, suiiitttt suiittt,… cetok… cetok…. Girang tak kepalang. Luapan kegembiraan itu tersiratkan pada Honda Estillo produksi tahun 1994 tungganganya. Aw…aw… sebenernya cinta siapa sich,…?

Biar tampilan mobil bernuansa romantis serta sesuai dengan keinginan Novi. Maka Bengkel Cat Berdikari, Banyumas disambanginya. Alhasil guyuran warna orange dari cat merek sikken dominan dimobil Aan. “Ini warna favorit Novi“ celetuk warga Kebulusan, Kebumen, Jawa Tengah.

Ssst… coba tengok ruangan mobil tempat Aan dan Novi bernostalgia. Suguhan warna orange pada dashboard dipadu kuning gading pada kulit jok bikin suasana tambah syahdu. Wah makin kesengsem aja nih…

Bengkel Kowloon Car Audio dibilangan Jl. Gedong Kuning, Jogjakarta dipercaya menangani urusan peranti pemanja telinga. Alunan musik keluar sempurna dari tape Pioneer EEQ Mosfet. Setelah diproses oleh Power Perfoma gebukan bas terdengar empuk dengan Subwoofer Rockford Fosgate 12 inchi. Dentuman lagu–lagu cinta mengiringi roda-roda asmara saat berkeliling dikota yang terkenal dengan genting soka. Wah, romantis banjeeeet… sob,…

Untuk urusan dapur pacu pria kelahiran kota batik Pekalongan ini lebih demen dengan mesin bawaan pabrik. Pasalnya setiap bepergian Aan gak pernah ngebut. “Pelan kan lebih asyik…“ tutup pria kelahiran 1976 ini. Kini Aan telah melepas masa lajangnya dengan meminang Novi. Serasa dunia milik berdua, yang lain cuma ngontrak. Welah-welah cinta memang buta. Selamat menempuh hidup baru, semoga bahagia. (Penulis & Foto : Uung Feri)

 

DATA MODIFIKASI

Cat                   : Sikken Mitsubhisi

Stir                  : Momo

Tweeter               : Kenwood

Middle                : Kenwood

Velg                  : Amac Alloy Whell

Ban              : Ecsta Supra 195/50 – 16

Moto Guzzi Siap Brojolin Cafe Racer di 2011

0

OtomotifZone.com – Ssstt..Info bagus nich buat Cafe Racer maniac. Ceritanya Moto Guzi di t ahun 2011 mendatang bakalan ngeluarin seri khusus seri V7nya dengan tampilan Cafe Racer.
Begini nich tampangnya…

Motor yang dikasih nama 2011 The V7 Clubman Racer ini basicnya emang dari V7 Classics model’s. Jadi beberapa part masih jiplek dengan versi aslinya. Misalnya tangki sama ban.

Monggo dilihat aslinya ini…

Perbedaan utama terletak pada tangki yang pake chrome dan sasis yang dikasih warna merah menyala. Di situs mbike.com, ditulis begini : The motorcycle features a leather strapped chrome tank created using what Moto Guzzi calls an innovative metal particle deposition technology. The red frame was inspired by the earlier V7 Classic models, and is paired with the matching red hubs and swingarm.


Sedang untuk urusan dapur pacu, dijelasin begini : Technically, the V7 Racer is similar to the V7 Cafe. At the heart of the machine is a 744cc 90-degree V-Twin engine which delivers a slightly disappointing 49hp at 6800 rpm and 40 ft-lb of torque at 3600.

Untuk shockbreakernya, udah pake Marzocchi di bagian depan dan Bitubo full adjustable di bagian belakang. Pengereman dijamin pakem karena pake Brembo 320mm di depan dan 260mm di belakang. Hmmm…bikin ngiler nich…


Belum diketahui kapan waktu tepat launchingnya. Yang jelas, motor ini sebelumnya pernah diperkenalkan dalam EICMA Show 2010. Saat itu mereka bilang kabar produksi motor ini adalah tidak benar. Nah, untuk 2011 mendatang, kabar itu sudah nggak dibantah lagi. (cb79)

Nich Spesifikasinya
Engine and transmission
Engine type: 2 cylinders, 4-stroke, 90° V-twin
Displacement: 744 cc (45.46 cubic inches)
Bore × stroke: 80 mm × 74 mm (oversquare – shortstroke)
Cooling system: Air cooled
Power: 48.95 HP (36 kW) @ 6800 rpm
Torque: 58 Nm (5.91 kg-m) @ 3200 rpm
Throttle: Cable operated
Valves
Valve train: DOHC, variable
Valves per cylinder: 4
Fuel and ignition
Sparks per cylinder: 1
Engine mounting: Transverse
Lubrication system: Wet sump
Gear box: Manual 5-speed
Clutch: Wet, single plate, cable operated
Final drive: Chain
Starter: Electric

Chassis and suspension
Frame type: steel, Double cradle frame
Front
Brake: Single Disk, Ø320 mm
Rear
Suspension: twin shock, Swingarm
Brake: Disk, Ø260 mm

Other
ABS available: No
Fuel capacity: 17 l
Number of riders: 2 persons

Social Network for Bikers

2

OtomotifZone.com – Barusan sign up ke www.mbike.com. Wuiiihhh…keren banget nich website. Buat kamu-kamu yang ngaku bikers, kayaknya mesti gabung ke situs ini.

Well, nich situs emang full english. Tapi kayaknya nggak bakalin nimbulin banyak masalah buat kamu yang minimal udah pernah masuk SMP. At least, nggak susah-susah amat kok. Kalopun ada yang nggak ngeh, bisa langsung translate pake kamus online apa aja.

Gambaran singkatnya, nih situs memadukan social network ala twitter, plurk n face book dengan website pada umumnya. Kelebihannya, situs ini emang dibuat special bagi para biker. Soalnya materinya emang segala sesuatu tentang biker, mulai dari katalog produk motor, komunitas motor sampe peta buat touring.

Buat kamu yang tertarik, yuks ikutan gabung….


Nich Screenshoot home pas abis upload CB kuningku….

Batasi Motor Berdasar Nomor Polisi

3

OtomotifZone.com – Bagi para pemilik sepeda motor bersiap-siaplah menghafal nomor polisi masing-masing. Pasalnya, Pemkot Solo berencana akan memberlakukan pembatasan penggunaan sepeda motor berdasar nomor polisi. Rencananya nomor polisi setiap sepeda motor yang boleh berlalu-lalang di jalanan akan disesuaikan dengan tanggal kalender.

Metodenya dinamakan sistem genap-ganjil. Dalam konsep ini setiap angka terakhir di nomor polisi (nopol) akan disesuaikan dengan tanggal saat itu. Angka belakang nopol sepeda motor yang ganjil hanya boleh beroperasi saat tanggal ganjil. Demikian pula sebaliknya.

Nah, konsep tersebut kini tengah dimatangkan oleh pemkot. Jika rencana dan konsepnya sudah matang, rencananya sistem tersebut akan diberlakukan tahun depan.

Wali Kota Solo Ir Joko Widodo mengatakan, pemkot sendiri tidak akan gegabah dalam memberlakukan konsep ganjil-genap ini. Pasalnya, masih perlu dilakukan pengkajian terhadap dampak yang timbul dengan adanya kebijakan baru tersebut. “Sekarang ini sedang dalam proses kajian. Saya masih menunggu hasilnya,” ujarnya kepada Radar Solo kemarin (17/9).

Kajian sistem ganjil-genap ini melibatkan jajaran kepolisian dan dinas tata ruang kota. Di dalam kajian tersebut, akan dibahas masalah sanksi yang diberikan kepada pengguna sepeda motor yang melanggar. Juga waktu pelaksaanaan konsep ini. Menurutnya, Solo sangat siap jika konsep ganjil-genap diterapkan.

Penerapan konsep ini mendesak dilakukan mengingat jumlah pemakai maupun pemilik sepeda motor di kota ini bertambah setiap harinya. Sedangkan ruas jalan yang ada di Solo tidak bertambah. Hal ini dinilai tidak sebanding dan dapat menimbulkan kemacetan lalu lintas. “Menurut saya, Solo belum terlambat untuk mengatasi masalah transportasi,” tergasnya.

Selain menerapkan ganjil genap, rencananya pemkot akan mengeluarkan kebijakan siswa SMP dan SMA dilarang memakai kendaraan bermotor. Lalu, pemkot sendiri juga akan memberlakukan parkir yang mahal agar seseorang tidak menggunakan kendaraan pribadi melainkan beralih ke transportasi masal yang disediakan oleh pemkot.

Semantara itu, Kepala Dinas Perhubungan (dishub) Solo Yosca Herman Sudrajat mengakui penerapan konsep ganil-genap bukan hal mudah. Pasalnya harus dilakukan kajian dan studi yang matang terlebih dahulu. Tujuannya, saat diterapkan nanti tidak menimbulkan masalah di lapangan. “Memberlakukan konsep ini bukan barang mudah. Saat ini kami tengah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dalam melakukan kajian,” terangnya.

Dari data yang dimiliki oleh dishub, setidaknya jumlah sepeda motor yang ada di Solo mencapai 257 per harinya. Jumlah tersebut semakin bertambah karena banyak masyarakat memilih dan membeli sepeda motor daripada menggunakan moda transportasi masal yang disediakan oleh pemkot.

Konsep gajil-genap ini merupakan solusi mengendalikan masalah trasportasi yang semakin semrawut setiap harinya. Pasalnya, jika tidak dibatasi pengguanaan kendaraan, maka dapat diprediksi lalu lintas di Solo akan macet karena banyaknya pengguna kendaraan bermotor. “Pemberlakuan genap ganjil secepatnya akan kami lakukan sembari menunggu hasil kajian terlebih dahulu,” terangnya. (rdo/nan)

Sumber : Radar Solo

Kirab CBI Mampir di Purbalingga

0


Wabup Sukento berpose bersama klub CB Purbalingga-Banjarnegara
OtomotifZone.com – Kirab bendera CB Indonesia Rabu (15/9) malam lalu mampir Purbalingga. Di kabupaten yang sohor dengan objek wisaya water park Owabong-nya ini, mereka disambut langsung oleh wakil bupati Sukento.

Puluhan CB mania Purbalingga yang tergabung dalam komunitas CB Ngerayap tampak antusias mengikuti acara kirab yang dihelat  di pendopo Cahyana (rumah dinas wabup Purblaingga). Kirab di Purbalingga ini juga menjadi moment penyerahan bendera CB Indonesia yang sebelumnya diarak dari Banjarnegara.

Ketua CB Ngerayap Purbalingga, Setianto pada koran Radar Banyumas mengatakan, Jambore CB Indonesia akan digelar di Nganjuk Jawa Timur tanggal 10 Oktober mendatang. Mengawali jambore tersebut, CBI menggelar estafet bendera CBI yang diawali dari Denpasar. ”Saat ini bendera sudah tiba dari Banjarnegara ke Purbalingga. Nanti akan dibawa ke Banyumas,” tuturnya.

Sementara itu Wakil Bupati Purbalingga Drs H Sukento Rido Marhaendrianto MM nampak akrab dengan anak-anak muda penggemar motor tua ini. Wabup juga terlihat cukup terkesan dengan semangat anak-anak muda yang masih mencintai sepeda motor antik tersebut. Bahkan, Wabup juga menyebutkan sejumlah tipe CB yang dikenalnya pada jaman muda dahulu.

Usai berbincang-bincang santai, wabup ikut menyaksikan prosesi penyerahan bendera dan tas kirab CBI. Wabup juga ikut menyanyikan lagu Indonesia Raya dalam prosesi estafet Kirab Bendera CBI.     ”Kami berharap, klub CB ini dapat menjadi pelopor dalam tertib lalu lintas. Jangan senang ngebut. Kalau nyalip juga jangan mendadak. Kasihan yang tua. Mengendarai sepeda motor juga harus menjaga etika. Apalagi juga membawanama baik klub,” tambahnya.(cb79)

Sumber Radar Banyumas (yang versi cetak) – diolah

Pembalap Warkop a.k.a Cafe Racer

0

It started as an insult, but we took it as our badge of honor – the ‘Café Racer’. The ‘Coffee Shop Cowboy’. That was who we were and what we did.

We weren’t hooligans; we lived for motorcycles. Our idols on the track looked so good, and rode so beautifully; we could ride well too.

Some of us raced on the track, and some of us did really well, but none of us had money.

We would have been happy to be ‘real’ racers, but we had jobs, or worse. So we raced where we could, which was on the streets.

And if we didn’t race to the café’s, where were we to race?

It was where we were going. And we rode like hell to get there!

Most of us lived, a few of us died, and all of us crashed! We rebuilt our bikes, and made them lighter, lower, faster. And they looked a thousand times better. From the bikes we could afford, which were usually crap, we took off the heavy, and added light. We did our best to tune our engines, taking tips from the mags, and we read those magazines like bibles… they were worn to dust from so many hands.

Sometimes We were inside. It was no surprise, we were young, and we looked really good going fast. We loved our bikes then, and love them now.

And we’re proud to be Café Racer

http://www.caferacers.com/

OtomotifZone.com – Yups…Cafe Racer alias Pembalap cafe. Genre modifikasi ini kini tengah ramai dianut para modifikator tanah air dan seluruh dunia. Gak nanggung-nanggung, pabrikan-pabrikan mapan pun berlomba merefresh tampilan motor jagoan mereka dengan sentuhan modern.

Menurut sejarahnya, motor ini jamak digunakan para pemuda Inggris di tahun 30-an, saat motor sedang naik daun dan fasilitas jalan raya baru saja di bangun. Setelah jalan raya di bangun, kedai-kedai kopi (baca cafe) pun mulai bermunculan. Dengan sendirinya, para warga kelas menengah yang sudah menggunakan sepeda motor pun suka nongkrong di warung-warung kopi ini.
Mungkin karena bingung mau ngapain di warung kopi selain minum  kopi, mereka akhirnya mulai beradu kebut. Jalurnya dari satu cafe ke kafe lain. Hal inilah yang  membuat motor-motor yang digunakan akhirnya disebut sebagai aliran cafe racer. Yaitu karena digunakan buat balapan dari cafe satu sebagai titik start ke cade berikutnya sebagai titik finish.

Buat kamu yang pengin ber-Cafe Racer ria, simak nich yang mesti ada di motor kamu supaya dibilang cafe racer look a like.

Tangki
Biasanya punya bentuk dasar yang mirip satu sama lain. Yang paling kelihatan adalah bentuknya yang relatif lebih panjang. Beda satu motor dari satu pabrikan ke pabrikan lain bisanya terlihat dari lekukannya. Ada yang cenderung kotak, tapi ada juga yang cenderung membulat. Lekukan untuk tatakan paha juga kerap menjadi pembeda, selain tentunya juga logo perusahaan pembuatnya (he..he..he..)

Lampu
Almost of all cafe racer model mengaplikasikan lampu bunder tuh kayaknya.

Jok
Single seater dengan buntut tawon dan berbagai jenis derifatnya (turunannya).

Stang
Merunduk. Biasanya dipasang di bawah segitiga atas.

Footstep
Dipasang agak mundur ke belakang biar mempermudah gaya merunduk.

Knalpot
Biasanya dipasang agak mendongak ke atas

Speedometer
Terpasang menonjol di depan atas segitiga T atas.

Rem
Cakram rada gede di depan kayaknya makin tambah keren. Buat belakang, jenis drum brake alias teromol aja udah cukup.

Ban
Pengin kelihatan gagah, pasang aja tapak lebar.

Velg
Terserah mau pake jari-jari atau palang. Semuanya OK kok.

Dan beginilah beberapa tampilannya…..


This all photo taken from http://www.caferacers.com/ yang bener hattp://www.caferace.com

Demam Street Fighter Melanda Indonesia

5

Well, kayaknya sebentar lagi demam motor bergaya street fighter bakal melanda Indonesia. Penyebabnya? Apalagi kalo bukan gara-gara peluncuran New Mega Pro oleh Honda dan Byson oleh Yamaha.

New Mega Pro

Byson

OtomotifZone.com – Di Banyumas Raya sendiri, Street Fighter memang sudah menjadi darah daging bagi sebagian besar modif mania. Tengoklah di sudut-sudut jalan di kota yang berlokasi di lereng selatan gunung Slamet ini. motor-motor gahar dengan ciri ban tapak lebar dan stang baplang bersliweran di sana-sini.

Saking banyaknya, bahkan Tabloid Otoplus pernah membuat laporan khusus dengan judul Republic of Street Fighter beberapa waktu yang lalu. Hal ini tak lepas dari banyaknya modifikator kota mendoan yang mengambil basic modifikasi dari motor nan gagah ini.

Nama paling menjulang untuk urusan fighter ini tentu saja adalah Agus Djanuar dari XK (Kalika). Brow Agus DJ yang akrab dengan sapaan Koh Agus ini bahkan sudah ditasbiskan sebagai bapak fighter indonesia. Sampai saat ini doi eksis dengan komunitas Minor Fighter (MF) yang juga sudah tersebar di berbagai kota. Uniknya, meski kaum MF yang jumlahnya ratusan, mereka enggan disebut klub motor. Bahkan di atribut mereka, tertulis slogan ‘Bukan Anggota Klub Motor’.

Para simpatisan MF bahkan punya acara rutin tiap tahun yang diberi nama Fighter Day. Di acara ini, para fighter (sebutan para penyemplak motor street fighter) dari seluruh Indonesia bertemu. Ngobrol ngalor ngidul sambil touring dan sharing pengalaman serta ide.

Next ada Ui dari Evolution Young Custom. Ciri khas dari modifikator kutilang ini adalah pada detil yang sangat teliti pada hasil garapannya. Tak heran motor-motor garapannya juga punya tema tersendiri mengikuti pribadi pemiliknya.

Setelah itu ada Ist Modification yang juga getol memproduksi motor jenis fighter. Iis, sang punggawanya sekedar melayani apa permintaan pelanggannya. Jenis seperti trail, supe rmoto dan jenis lain juga sebenarnya dibuatnya. Hanya saja, kebanyakan memang mengarah pada fighter.

Nama Win’s Paddock juga tak bisa dilepaskan dari demam fighter di Indonesia. Bahkan dialah yang menjadi pelopor motor-motor fighter dari jenis matic. Dia juga menelurkan ide Matic Fighter dari bengkelnya di bilangan Pabuwaran.

BIlly Custom juga rajin memproduksi motor-motor petarung. Bedanya, dia menggunakan plat galvanis sebagai bahan utamanya. Tidak seperti rekan-rekannya yang memilih fiber glas.

Selain nama-nama itu masih ada nama seperti Ripto Custom, Dhanada Motor, Custom World dan bengkel-bengkel penjual aksesori modifikasi yang siap merubah motor konsumen menjadi fighter sejati.
Saat NMP dan Byson sudah mengaspal nanti, dipastikan bakal makin banyak Fighter-Fighter berseliweran di seantero nusantara. Akhirnya, WELCOME TO THE REPUBLIC OF STREET FIGHTER….

Spesialis merubah mesin 2 tak menjadi 4 tak

5
mesin 2 tak jadi 4 tak

AHLI MERUBAH MESIN 2 TAK MENJADI 4 TAK

OtomotifZone.com – Kenaikan harga bahan bakar yang kian melambung membuat Mohamad Yusuf Adib Mustofa berpikir. “Saya harus bisa membuat scooter kesayanganku irit BBM, supaya tidak menguras uang di kantong” buka ayah yang akrab disapa Yusup ini. Benar juga yang dikatakan oleh Yusup. Wah, bisa pening… pening… kepala memikirkan harga BBM belum lagi yang namanya motor 2 tak pasti membutuhkan oli samping. Huaaaa gubrakkk dech,…

Akhirnya pria kelahiran Blitar, Jawa Timur 1979 ini menemukan jalan keluar yang tepat. Yaitu merubah mesin scooter miliknya menjadi scooter 4 tak yang pertama bikinan orang Indonesia. Bayangkan betapa rumit part mesinnya, harus membuat dudukan blok silinder yang baru apalagi ditambah dengan sistem pengapian dan sebagainya.

Namun hal diatas tak menyurutkan niat Yusup untuk menggapai cita-citanya bereksperimen mengenai konsep yang ada di otaknya. “Sebenarnya tidak ada yang rumit, pada dasarnya yang namanya mesin itu sama saja dengan ilmu matematika. Ada kompresi, pengapian dan bahan bakar” jelas Yusup yang buka praktek di Jl. Sultan Agung, Karang Klesem, Purwokerto, Jawa Tengah. Hal tersebut pula yang membuat Yusup semakin bersemangat untuk melanjutkan eksperimenya.

Dengan ketekunan dan ketelitiannya selama enam bulan Yusup pun menuai hasilnya. Sekarang vespa super miliknya sudah tidak menggunakan oli samping bahkan bensinya sebanding dengan motor-motor keluaran jepun.

Habatnya lagi pemilik bengkel Semangat Putra ini selalu terpacu untuk merubah jenis mesin 2 tak selain scooter. Sebagai contoh proyek yang sekarang ia kerjakan adalah merubah mesin twin (double) dari Suzuki GT 185 keluaran tahun 1975 dan hebatnya lagi baru-baru ini yusuf juga menerjakan konversi 2 tak ke 4 tak dengan dua silinder,… hebaaaaaatttt sob. “Nah, eksperimen yang satu ini sempat membuat saya putus asa. Sudah 7 kali saya naikan dan turunkan mesin. Kalau untuk merubah mesin lain sudah dapat dua mesin” kenang Yusup yang mengaku lulusan STM BINTEK (Bina Teknologi) jurusan otomotif Purwokerto, Jawa Tengah.

Berbekal dari pengalamanya bekerja di Berdikari Metal Enginering, Bandung, Jawa Barat ada beberapa part yang dibuatnya sendiri. Semisal manifold intake.

Kemudian untuk memuaskan kastemer nya, Yusup memberikan kebebasan kepada konsumen untuk menentukan berapa CC mesin yang diinginkan. “Mau 100CC atau 110CC bahkan sampai 125CC kami layani. Yang jelas harganya pun berbeda, tergantung dari jenis blok silinder yang akan dipakai “tutup lelaki pemilik zodiak Cancer ini. Wahhhhh,…wahhhhh,… (Penulis & Foto : Uung Feri)

 

 

 

SEMANGAT PUTRA

Jl. Sultan Agung

Karang Klesem, Purwokerto, Jawa Tengah

Hp. 081542972772

Rawat CVT Matic Dengan Lilin Parafin

4
Rawat CVT Matic Dengan Lilin Parafin

Tetap Keset…

OtomotifZone.com – Horeee… asyiiikkk asyikkk,… sekarang buat pemilik motor matic tak perlu bingung dan panik ketika skutik kesayangan mengeluarkan bunyi cruit-cruit kayak bunyi tikus dan kawan-kawanya. Hal tersebut diakibatkan karena karet fan belt sudah tidak keset atau bahasa lainya sudah aus alias tidak menggigit layaknya fan belt baru. Efek lainya motor jadi gak enak di gas di jalanan apalagi yang doyan gaspolll, ampun dech.

Eiittsss, jangan keburu ganti dengan fan belt yang baru atau bahkan langsung memfonis servis besar-besaran tuh skutik kesayanganmu. Starko mekanik tim TDR Starco Racing Purwokerto punya kiat menarik nan murah meriah ditambah merintih pula. “Cukup diolesi dengan lilin parafin” jelas Starko yang gape ngoprek mesin matic. Sebenarnya tips ini muncul ketika Starco meriset mesin balap pada motor matic garapanya. “Masak setiap riset menghabiskan puluhan fan belt, kan biayanya jadi bengkak” kesal Starko yang humoris.

Caranya gampang banget sob, bahkan kita juga bisa melakukanya sendiri tanpa harus ke bengkel atau dealer. Langkah pertama sudah jelas melepas cover CVT kemudian kemudian keluarkan karet fan belt nya. “Tarik pakai 2 tangan biar agak lemas dan biarkan beberapa saat” ujar Starko yang garapanya jadi kampiun di sirkuit sentul beberapa waktu yang lalu, wuihhh selamat deh sob.

Nah, siapkan lilin parafin yang bisa dibeli diwarung atau supermarket. Kemudian oleskan pada bibir fan belt merata hingga semua lapisan tertutup oleh serbuk lilin. Jangan lupa juga dioleskan pada bagian dalam fan belt. Langkah terakhir adalah diamkan sejenak dan pasang kembali. Beressss dech… dijamin kembali keset seperti semula…

(Penulis & Foto : Uung Feri)

Bengkel

Starco Speed

Jl. Kebanggan Purwokerto

Telp. 0281-5775930

Hp. 08122786263

VESPA BERMESIN V 4 TAK, bergaya harley

9
VESPA BERMESIN V 4 TAK

OtomotifZone.com – Awal tahun 2006 Mohamad Yusuf Adib Mustofa sukses dengan riset konversi mesin vespa menjadi 4 tak. Pada tahun 2007 pria yang akrab disapa Yusuf pun kembali menuai kesuksesan lewat konversi mesin 2 tak Suzuki GT 185 Twin menjadi 4 tak twin. Seperti janjinya setelah proyek konversi 4 tak twin berhasil Yusuf punya rencana bikin mesin Vespa Twin (Mirip mesin V pada Harley Davidson). “Secara teknis hal itu bisa dilakukan, yang jelas butuh ketelitian” buka Yusuf yang berngaran di Jl. Sultan Agung, Karang Klesem, Purwokerto wuihhhhh memang luar biasa otak orang ini.

Kali ini basisnya dari mesin Vespa Super 150 cc keluaran tahun 1973. Langkah konversi 2 tak vespa menuju 4 tak twin sebenarnya tidak jauh berbeda dari konversinya yang dulu. Mengejar power yang gede pilihan silinder head dan blok jatuh pada silinder milik Suzuki Smash 110 cc. Nah, sedangkan piston dipilih kepunyaan Honda GL Pro Neo Tech diameter 56,5 mm dengan stroke 57 mm berarti tinggal dikalikan 2 piston, sehingga power mesin mencapai 285,6 cc. Karena Yusuf sudah melakukan konversi satu silinder, jadi sistem kerja silinder bagian depan masih sama seperti dulu.

Hanya saja pemasangan kedua silinder saling berlawanan arah. Posisi rantai keteng pada silinder depan terletak dibagian kiri sedangkan silinder belakang dibagian kanan. Agar perputaran rantai keteng silinder belakang tetap normal maka gir rantai keteng pada crank case dikaitkan langsung ke gigi pembalik. Gigi inilah yang memutar balik sistem kerja mesin pada silinder belakang. Gigi pembalik ini dibuat dari besi baja sebanyak 15st (mata). Selain hal tersebut, cipratan bensin dari sistem pengabutan Kosso 30 mm juga kembali normal karena kerja silinder menjadi searah dengan bagian depan. “Jadi penggunaan karburator cukup satu saja” terang lelaki kelahiran 1979 ini…… upssss pusing juga lho sob ngedengerin si Yusuf tentang konversinya ini. Mari kita lanjutkan lagi,…

Mesin 4 langkah sangat membutuhkan suplai pelumasan yang ekstra apalagi kali ini Yusuf bikin 2 silinder. Sirkulasi oli tetap pada bak penampungan oli vespa. Sebelum pompa oli menuju blok silinder terlebih dulu melewati filter oli buatan. Kemudian dipompa melalui pompa oli. Sedangkan pompa oli Yusuf menggunakan pompa oli mesin diesel agar pelumasan lebih maksimal. Untuk mengalirkan oli sampai pada blok dan naik ke kop silinder hingga pelumasan oli merata pada noken as, pada rocker arm Yusuf harus membuat saluran sendiri. “Oli tidak melewati saluran oli yang sebenarnya dari bagian bawah blok silinder Suzuki Smash. Karena tempatnya tidak memungkinkan” jelas Yusuf yang menghabiskan waktu setahun lebih untuk meriset mesin ini. Pelumasan dinding silinder, piston dan as kruk mengharuskan Yusuf mencoak as kruk agar bisa mencipratkan oli keatas. Karena oli tertampung di ruang as kruk berarti pelumasan big end (pen setang seher) tidak ada masalah.

Sirkulasi oli beress… ress… tinggal mekanisme pergerakan as noken. Perbandingan perputaran harus sama yaitu 2:1, yang artinya 2 kali perputaran as kruk dan 1 kali noken berputar. Untuk mencapai perbandingan tersebut Yusuf mengaplikasikan Gir keteng GL 100 dan rantai keteng (kamprat) GL 100 yang di potong 8st sehingga jumlahnya menjadi 90st, ini untuk kerja silinder depan. Terus untuk gir keteng pada silinder belakang diletakan bersebelahan dengan gigi pembalik. Nah, agar perbandingan tetap 2:1 maka gir keteng di pilih miliknya Honda Grand. Kemudian rantai keteng dipotong menjadi 82 mata dari aslinya yang berjumlah 86 mata.

Oke sobat OtoZoner’s, perbandingan sudah ketemu. Kemudian langkah terakhir adalah menentukan siklus pengapian. Untuk menentukan top timming pengapian menyesuaikan posisi silinder 90 derajat. Pun, penempatan 2 buah pulser dari Yamaha Alfa harus pada posisi 90 derajat. Kemudian dicari salah satu piston pada posisi top (depan belakang sama saja). Lantas diputar berlawanan dengan arah mesin sekitar 20+-1 derajat sebelum TMA (Titik Mati Atas). Sebaiknya untuk posisi top piston pada TMA (Titik Mati Atas). Kemudian listrik dialirkan melalui CDI Shogun dan koil RX King menuju busi lalu masuk ruang pembakaran. Beres dech… grungg…grungg…grungg suaranya begitu mendebarkan,…… (penulis & foto : Uung Feri)

 


DATA MODIFIKASI

Ban depan        : Swallow 275-18

Ban belakang     : Cielo 115/70-15

Pelek depan      : Honda Tiger

Pelek Belakang   : Honda Cielo

Lampu depan      : variasi

Cakram depan     : Ninja

Cakram belakang : Variasi

Setang           : Pipa 1 meter

Sein             : Variasi

Jok              : Kulit Gajah

Modifikator      : Semangat Putra

Jl Sultan Agung, Karang Klesem,

Purwokerto

Telp.            : 0858-6934-5635