OtomotifZone.com – Tasikmalaya. Siapa sangka pembalap muda berprestasi asal Tasikmalaya Jawa Barat Afridza Syah Munandar lebih dulu dipanggil yang Maha Kuasa. Saat karirnya bersinar dan berada pada posisi ke-3 pada Asia Talen Cup merupakan prestasi yang luar biasa.
Namun Tuhan lebih sayang pada Almarhum, pembalap yang taat beribadah dipanggil yang Maha Kuasa pada Hari Sabtu (2/11). Almarhum wafat setelah terjadinya crash di Sepang International Cirkuit, dan menghembuskan nafas terakhir di Hospital Kuala Lumpur (HKL).
Duka bukan hanya menyelimuti dunia balap motor, namun duka yang mendalam pun sangat dirasakan Anggi Permana salah seorang yang sangat dekat dengan Almarhum. Anggi menceritakan langsung pada OtomotifZone.com bagaimana dirinya merasa kehilangan.
“Anggi sangat sedih karena Almarhum sudah seperti keluarga sendiri, kita sering latihan bareng dan komunikasi meskipun Anggi sekarang balap di Sumatera,” kenang Anggi. Sosok Almarhum dimata Anggi selain taat beribadah dan sopan, Almarhum memiliki semangat yang tinggi.
Mendengar kabar duka dari Malaysia sekitar pukul 17:00, Anggi tidak kuasa menahan air mata. Terbayang wajah Almarhum yang juga menjadi teman saat latihan fisik. Bahkan Almarhum sering mengingatkan dan mengajak sholat lebih dulu.
BACA JUGA
- Comeback Sensasional Diva Ismayana, Ducati MX Team Indonesia Tunjukkan Taji di Thailand
- Hitung Hari! ADS Seri 2 Slawi Tawarkan Konsep Baru dan Hadiah Melimpah
- Nobar MotoGP CBR Series, Perkuat Silaturahmi Komunitas CBR di Bandung
- CEO ADS 2026 Puas, Konsep Seri Perdana di Serang Tuai Apresiasi
Anggi latihan fisik bareng terakhir tanggal 25 Oktober 2019. Tidak ada firasat Anggi akan kehilangan sosok pembalap yang sudah dianggap sebagai adiknya sendiri. Pembalap yang lugu, sopan dan taat beribadah.
“Tidak ada firasat lain Anggi akan kehilangan Almarhum, tapi memang saat latihan fisik bareng Almarhum tidak seperti biasanya, saat terakhir nampak beda seperti biasanya, Almarhum seperti kurang semangat,” kenang Anggi.
Takdir berkata lain, Anggi tidak menyangka latihan fisik waktu itu merupakan pertemuan terakhirnya dengan Almarhum. Saat bercerita mengenang Almarhum, mata Anggi nampak berkaca-kaca. Dirinya tidak kuasa menahan kesedihan kehilangan sosok pembalap muda yang berprestasi.
Penulis: Yeyep Ardiansyah Foto: Yeyep Ardiansyah




