Azara Produk Lokal Sirkuit Cibatu Majalengka, Raja Dikelas Pemula B Kejurda

4856
Azara saat berlaga di sirkuit Bukit Peusar Tasikmalaya
Azara saat berlaga di sirkuit Bukit Peusar Tasikmalaya

OtomotifZone.com-Bandung. Tidak dipungkiri, adanya lahan reprentatif ataupun sirkuit permanen membawa dampak positif terhadap bibit baru lokal bermunculan, terbukti, sirkuit Cibatu Majalengka sudah memunculkan satu produk aslinya.

Azara adalah salah satu bukti produk asli sirkuit Cibatu Majalengka, seiring perjalanan prokontra sirkuit tersebut, tidak mempengaruhi pelajar kelas 1 SMP 2 Dawuan, Majalengka, ditempat disirkuit permanen, putra dari Hj.Aan dan H. Zamsuri ini kini menjelma menjadi calon pembalap bertalenta.

Azara sempat mendapat polesan Wahyu Widodo
Azara sempat mendapat polesan Wahyu Widodo

Meski baru terjun dikancah road race medio 2017 silam, Azara bernaung dibawah team Laskar Preman Surga 212 Ozze Bima Group MG2 Majalengka dibawah polesan Sonie, sang manager didampingi korekan ciamik Oban yang semuanya produk kota Mangga Majalengka ini, tahun 2018 lalu sudah mampu membuktikan kepiawainnya, terbukti diajang Kejurda Jawa Barat sebagai salah satu tolok ukur prestasi pembalap berprestasi, Azara menapaki klasemen tertinggi pengumpulan pundi-pundi point MP6 dikelas kejurda dengan total 41 point, dimana hasil tersebut diraih saat seri 2 yang digelar di sirkuit Cibatu Majalengka sebagai homebasenya dan meraih point penuh dan posisi 3 disirkuit Bukit Peusar Tasikmalaya.

Klasemen akhir Kejurda Jabar 2018
Klasemen akhir Kejurda Jabar 2018

Dipenampilan perdana kejurda Banjar, Azara harus menelan pil pahit dengan status DNF alias tidak finish karena kendala teknis, justru itu menjadi pemompa semangat dirinya untuk balas dendam, dan terbukti meraih point penuh dikandang sendiri.

aksi Azara saat berlaga
aksi Azara saat berlaga

“Semoga prestasi yang diraih tahun 2018 dilevel kejurda, harapanya kami, Azara bisa lebih meningkat lagi prestasinya,jangan cuma juara di kelas ini saja,tapi harus bisa juara di level yang lebih tinggi”, harap Soni sang manager.

Batalnya 5 seri kejurda seperti program awal dan hanya terealisasi 3 seri ada untung dan rugi, bagi yang leading point berkah tapi penasaran, bagi yang kalah point makin penasaran kan.

Berakit-rakit kehulu berenang di empang dong pa Manager, merangkak dulu pasti menang.

Maju terus pembalap lokal, Jabar butuh darah segar dikancah balap aspal.

Penulis :Edi Batrawan | photo OZ