OtomotifZone.com – Bandung. Berdasarkan survey lapangan wartawan kami dibeberapa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jawa Barat, dalam pengadaan alat praktik masih menjadi masalah klise dunia pendidikan Indonesia, adanya masalah tersebut seakan mencekik kerongkongan pendidikan.
Alat praktik sangat penting peranannya bagi siswa, karena nantinya berkenaan dengan pengembangan kemampuan siswa/i yang dituntut siap kerja.
Salah satu guru SMKN 1 Cisarua, Taufik Rochmanu menjelaskan bahwa kurangnya pengadaan alat praktik dikarenakan minimnya anggaran dana yang ada.
Sekolah keahlian yang belum lama berdiri, biasanya didera permasalahan tersebut. Akan tetapi, ditemukan juga, SMK yang sudah lama berdiri belum memiliki alat praktik yang ideal berkaitan dengan kuantitas siswa.
Namun, bagaimanapun, jangan sampai keterbatasan dana memberangus masa depan bangsa. Asal generasi kita berpikir kritis solutif, akhirnya akan bisa memberikan solusi nyata.

Kita perlu melihat cara SMKN 1 Cisarua dalam mengatasi masalah pengadaan alat praktik, mereka mencari cara untuk memangkas pengeluran dana, dengan membuat alat praktik sendiri.
SMKN 1 Cisarua dibantu oleh Departemen Pendidikan Teknik Mesin, Universitas Pendidikan Indonesia (DPTM UPI) dalam pembuatan alat praktik.
Siswa juga ikut serta dalam pembuatan alat praktiknya sendiri, dengan dipandu guru dan dosen.
Wakil Kepala Kurikulum, Penny Maryani menginformasikan bahwa cara tersebut bisa menghemat dana sebesar 40% dibandingkan dengan membeli.

Untuk saat ini, mereka baru membuat simulator engine dan simulator rangkaian kelistrikan mobil. Dengan program ini, harapannya bisa membentuk siswa/I yang kreatif dan inovatif.
Kedepan, program yang sudah berjalan dengan baik ini, akan dikembangkan menjadi unit usaha sekolah sebagai ajang pendidikan siswa/I mengembangkan usaha mandiri.
Penulis : Jody Rusli | Photos : Jody Rusli

