Grasstrack Liar Kalahkah Kejurnas

16203
Grasstracker Jabar garang dikandang

OtomotifZone.com-Pangandaran. Sudah 2 kali event skala Kejurnas bentrok dengan event Kejurda, keduanya pas banget yang menggelar adalah Pengprov IMI Jabar.  3 Minggu sebelumnya tepatnya 23-24 Mei 2015 kejurnas  Grasstrack seri 5 digelar diwilayah Pengprov IMI Jawa Tengah dah Cilacap menjadi tuan rumah penyelenggaraan berbarengan dengan seri Kejurda Grasstrack IMI Jabar 2015 seri 2 yang digelar di Sirkuit Tampomas Bilqis Sumedang.

Seminggu kemudian gantian balap motor aspal juga bentrok, dimana Motorprix region 2 seri 5 Jogjakarta berbarengan dengan penyelenggaraan kejurda balap Motor IMI Jabar 2015 seri 2 digelar di Sirkuit Bukit Puesar Tasikmalaya (30-31 Mei) dan hasilnya juga oke-oke aja. semua berjalan dengan aman dan damai mesk sebenarnya PP IMI sudah menabrak aturan sendiri (BAB III Penyelenggaraan, pasal 20 ketentuan penyelenggaraan kejuaraan nasional dan kejuaraan regional  buku kuning, dimana dalam alinea 11 dikatakan “Apabila terdapat penyelenggaraan kejurnas cabang olahraga mobil maupun motor disuatu region, maka pengprov-pengprov IMI di region tersebut tidak diperbolehkan melaksanakan perlombaan sejenis pada saat yang bersamaan didalam wilayahnya, Pengprov yang melakukan pelanggaran terhadap ketentuan in diberikan sangsi oleh PP IMI yang dapat berupa kehilangan hak untuk menyelenggarakan kejurnas jenis tersebut ditahun depan”.

Kejurda Jabar GTX seri 1
Kejurda Jabar GTX seri 1

Dua kejadian diatas karena ada alasan yang dianggap mendasar dan  bisa ditolerir seperti kasus Kejurnas GTX Cilacap mundur karena ada rencana eksekusi tersangka narkoba dan mundurnya Motorprix Jogja karena ada kejadian yang dianggap tidak bisa dipaksakan, sementara Pengprov IMI  Jabar sendiri membuat jadwal awalnya karena melihat jadwal kejurnas yang disusun PP IMI, alhasil 2 event Kejurnas bentrok, dan siapa yang disalahkan dalam hal ini..???? kita tidak usah berdebat dengan kasus ini, karena pasti akan punya alasan dan jawaban yang hasilnya mungkin akan pada tahu sendiri. Dalam  kasus diatas bisakah Pengprov bisa melakukan tuntutan balik terhadap kesalahan PP IMI..???

Nah ini yang lebih menarik, gelaran Kejurnas Grasstrack seri 6 Cimerak Pangandaran Ciamis Minggu kemaren (7/6) bentrok dalam satu wilayah digelar balap lokalan, atau balap liar atau latihan bersama atau  apapun istilahnya, dan yang bikin mencengangkan adalah jumlah starter Kejurnas Grasstrack kalah jumlah dari balap sekelas tarkam. Ini sangat miris kalau kita melihat, betapa tidak ada tajinya regulator menangani event yang jelas-jelas jauh dari memenuhi persyaratan secara administratif maupun undang-undang keolahragaan, namun kejadian itulah adanya dan justru dibanjiri peserta.oding

Sirkuit Erbehex Ciawi Tasikmalaya sebagai tempat ajang latihan bersama cukup PD menggelarnya meski tahu ada gelaran kejurnas sekalipun,”kami hanya latihan bersama, pembalap yang datang juga dari wilayah sini saja, kan gak mungkin mereka akan bertarung dengan pembalap dan team besar, pasti ngeper dan kalah sebelum perang, saya tau ko akan aturan, tapi kami tidak mengganggu event kejurnas karena kelasnya juga beda, saya hanya mewadahi mereka apalagi ini untuk memperingati hari koperasi, anggap aja latihan bersama pembalap lokalan”, tutur H. Oding promotor gelaran.

Panik bin puciang pala belbie, Pengprov pun akan segera ambil tindakan jiga ada pembalap Jabar yang ikut event nasional terus turun dievent lokalan, apalagi setelah OZ mendapat Broadcast BB bahwa “apabila kedapatan pembalap yang mengikuti event balap liar akan diberi tindakan sangsi pencabutan KIS”, penasaran OZ menghubungi Kabiro R2 Offtrack Iwa K yang saat itu bertugas di gelaran kejurnas GTX Pangandaran. “kami, Pengprov akan memanggilnya, apakah akan dikasih sangsi atau tidak tergantung pembicaraan saat hearing, karena ini sudah mencoreng muka Pengprov”, tegas sang Promotor dan Club Global Racing team.

Yah…kalau memang sudah ada yang tertangkap tangan dan kena sangsi, habis nantinya lho pembalap Jabar diajang kejurnas, UUD adalah alasan mereka kenapa itu dilakukan, alasan pembalap yang ikut lokalan menuturkan.”kalau saya memaksakan ikut kejurnas, sementara motor saya tidak kompetitif dan tidak bisa melawan motor team lain, ya lama-lama tekor sementara dapur harus ngebul dong, masa kami yang disalahkan melulu, tindak dong penyelenggara balap liar dulu, semua butuh makan, pengprov sendiri tidak ada tindakan kongkrit tangani balap liar ko”, ujar beberapa pembalap kompak.

Iwa K kabiro R2 Offtrack
Iwa K kabiro R2 Offtrack

bagai ayam dan telor, enak mana kalau digoreng.. eh maksudnya, siapa yang harus ditindak duluan…….apakah sosialisasi tentang UU olahraga sudah sampai ke tingkat Polsek..? apakah pengurus Pengprov sudah sering turun kebawah dan melakukan komunikasi..???? yuuu yaaaa kita tanya pada rumput yang bergoyang.

Penulis : Edi Batrawan | Photo : Edmol