BerandaInternasionalMotoGPJorge Martin: Kemenangan Sprint Race Sudah di Tangan, Tapi Saya Harus Biarkan...

Jorge Martin: Kemenangan Sprint Race Sudah di Tangan, Tapi Saya Harus Biarkan Marc Marquez Lewat!

OtomotifZone.com – Mandalika. Jorge Martin mengaku kemenangan Sprint Race MotoGP Indonesia 2026 sebenarnya sudah berada dalam genggamannya. Namun, masalah tekanan ban depan memaksanya memberikan jalan kepada Marc Marquez. Nasib sial semakin lengkap setelah Martin melakukan kesalahan pada dua lap terakhir dan harus puas finis keempat di Sirkuit Mandalika, Sabtu (10/10/2026).

Start dari posisi kelima, Martin justru mampu memanfaatkan kekacauan di Tikungan 1 untuk mengambil alih pimpinan balapan. Pebalap Aprilia itu kemudian membangun jarak dari rival perebutan gelar, Marc Marquez, dan berusaha mengontrol jalannya Sprint Race. Situasi terlihat menguntungkan bagi Martin sebelum persoalan tekanan ban mengubah segalanya.

“Saya mencoba menekan dan mampu membuat jarak yang cukup besar dari Marc. Setelah itu, saya hanya berusaha mengatur jarak. Namun, kemudian saya menyadari tekanan ban saya berada di bawah batas yang diperlukan,” ujar Martin, dikutip dari Crash.net.

Martin menjelaskan dirinya mencoba meningkatkan suhu ban depan agar kembali berada dalam rentang tekanan yang sesuai regulasi. Akan tetapi, upaya tersebut tidak berjalan sesuai harapan. Ia akhirnya harus membiarkan Marquez melewatinya. “Jadi, saya harus membiarkan Marc lewat. Setelah itu, semuanya mulai menjadi sulit,” ungkapnya.

Kesempatan Martin untuk kembali menyerang pada lap terakhir pun sirna setelah ia melebar akibat kehilangan cengkeraman ban belakang pada dua lap menjelang finis. Ai Ogura dan Fabio Di Giannantonio berhasil menyalipnya, membuat Martin mengakhiri balapan di posisi keempat. Sementara itu, Marquez sukses mengamankan kemenangan Sprint Race dan unggul empat poin di puncak klasemen.

“Sejujurnya, kemenangan hari ini sebenarnya sudah di tangan. Bagian tersulit sudah saya selesaikan, tinggal mengontrol balapan. Namun, ada sesuatu yang tidak bisa saya kendalikan. Jika tekanan ban saya berada di bawah batas regulasi, saya harus menunggu pebalap lain,” kata Martin. Regulasi MotoGP mewajibkan tekanan ban memenuhi batas minimum selama persentase tertentu dari lap Sprint Race; pelanggaran dapat berujung penalti waktu.

Meski gagal menang, Martin tetap percaya diri menghadapi Grand Prix Indonesia, Minggu (11/10/2026). Ia merasa kecepatannya cukup kompetitif untuk kembali bertarung di barisan depan. “Saya punya peluang besar untuk besok dan saya cepat. Itu yang paling penting. Saya yakin kami bisa bertarung untuk podium,” tegasnya. Martin pun bertekad membalas kegagalan Sprint Race demi merebut kembali posisi teratas klasemen dari Marquez.

Must Read