BerandaInternasionalMotoGPMarc Marquez Soroti Risiko Baru Usai Larangan Front Holeshot Device di MotoGP

Marc Marquez Soroti Risiko Baru Usai Larangan Front Holeshot Device di MotoGP

OtomotifZone.com – Assen, Perubahan regulasi MotoGP yang mulai melarang penggunaan front holeshot device sejak seri Assen menuai beragam respons dari para pebalap. Salah satunya datang dari Marc Marquez yang menilai keputusan tersebut memang membuat pengereman menuju tikungan pertama menjadi lebih aman, namun justru meningkatkan risiko pada momen start.

Pebalap Ducati Lenovo Team itu menjelaskan, tanpa perangkat penurun suspensi depan, motor lebih mudah mengalami wheelie saat akselerasi awal. Kondisi tersebut berpotensi membuat motor bergeser ke samping atau bahkan kehilangan kendali sebelum memasuki tikungan pertama.

“Dari start menuju tikungan pertama justru jauh lebih berbahaya. Tetapi dari titik pengereman hingga masuk tikungan memang menjadi lebih aman,” ujar Marquez.

Sebagai bentuk adaptasi, seluruh pebalap telah diberikan kesempatan melakukan latihan start tambahan pada seri Brno pekan lalu, sebelum kembali mencobanya di Assen akhir pekan ini.

Front holeshot device sejatinya baru akan dilarang mulai musim 2027. Namun MotoGP memutuskan mempercepat penerapan aturan tersebut karena muncul kekhawatiran terhadap proses pelepasan perangkat yang mengharuskan pebalap melakukan pengereman sangat keras sebelum memasuki tikungan pertama.

Marquez mengungkapkan dari empat kali latihan start yang dijalaninya di Assen, dua di antaranya membuat roda depan nyaris tidak menyentuh aspal hingga mendekati tikungan pertama.

“Saat latihan memang mudah karena kita bisa membuka gas secara perlahan. Tapi ketika start balapan dengan semua motor berdampingan, saya ingin melihat siapa yang berani membuka gas pelan hanya agar roda depan tetap menempel di aspal,” katanya.

Menurut juara dunia delapan kali tersebut, risiko wheelie kini semakin besar karena perangkat rear ride-height device masih tetap digunakan. Sistem itu membuat bagian belakang motor lebih rendah sehingga beban pada roda depan semakin berkurang ketika start.

“Motor sekarang bagian belakangnya sangat rendah karena rear device masih dipakai. Itu memang memberikan performa lebih baik, tetapi front device sudah tidak ada. Akibatnya, dari garis start hingga titik pengereman, sesuatu bisa saja terjadi dengan sangat mudah.”

Marquez bahkan mengingat kembali insiden yang dialaminya bersama Danilo Petrucci pada MotoGP Catalunya 2017 sebagai contoh bagaimana motor yang kehilangan arah akibat wheelie bisa membahayakan pebalap lain.

“Saya hanya berharap semua pebalap bisa tetap mengendalikan motornya,” ucap Marquez.

Meski demikian, ia menilai pelarangan rear ride-height device tidak bisa dilakukan secara mendadak karena perangkat tersebut masih digunakan selama motor melaju di lintasan, berbeda dengan front holeshot yang hanya berfungsi saat start.

Sebagai langkah tambahan untuk meningkatkan keselamatan, MotoGP juga akan memperlebar jarak antarbaris grid mulai seri berikutnya di Sachsenring, Jerman.

Di sisi lain, Marquez mengakui dirinya belum tampil maksimal pada hari pertama MotoGP Belanda di Assen. Ia hanya mampu menempati posisi keenam pada sesi practice dan mengaku karakter Sirkuit Assen bukan salah satu favoritnya.

Meski demikian, Marquez tetap bertekad mencari setelan terbaik agar mampu bersaing memperebutkan posisi depan saat sesi kualifikasi maupun balapan berlangsung.

Must Read