Beranda blog Halaman 126

Sitepu Racing Team Dominasi Jasti Putra Open Road Race 2026, Raih JU Dua Kategori

0
Sitepu Racing Team

OtomotifZone.com – Timika. Sitepu Racing Team menghadirkan gebrakan spektakuler. Sebagai buktinya, lewat ajang Jasti Putra Open Road Race 2026 (1/1) pekan kemarin menguasai panggung dengan dominasi total pada kategori kelas se-Tanah Papua.

Kolaborasi Hebat, Pembalap Agresif Jadi Juara

Pada bagian kolaborasi, tim asal Timika ini bekerja sama dengan Kate Montor Maboer Kios Harapan Baru Banti Motor. Selain itu, mereka memboyong senjata rahasia mereka Muhammad Ridho, pembalap dengan tipikal agresif namun tetap konsisten. Akibatnya, kehadiran sang pembalap asal Kota Biak langsung menjadi ancaman nyata bagi para rival kuat di kancah Regional Papua di lintasan JR103 Timika, Papua Tengah.

Satu Pembalap, Enam Kelas Dengan Lima Kuda Pacu Dan Hasilnya Memukau!

Bukan hanya mengandalkan keahlian tunggal pembalap, tim yang dipimpin Eddyson Sitepu membawa misi tegas: “Kita datang untuk meraih podium tertinggi dan mengangkat Trophy Juara Umum!”

Lebih dari itu, yang membuat prestasi ini semakin luar biasa, mereka hanya mengandalkan satu pembalap yang harus bertarung di 6 kelas berbeda dengan hanya lima kendaraan balap! Tak tanggung-tanggung, M. Ridho sukses menjadi double winner dalam sekejap, memborong kemenangan di kategori bebek dan sport se-Tanah Papua. Kelas yang diikuti antara lain:

  • JP 07 Bebek 130cc 4tak TU Ex MP2,
  • JP 08 Bebek 125cc 2tak Standart
  • JP 09 Sport 135cc 2tak Standart
  • JP 10 Sport 150cc 2tak Standart
  • JP 11 Bebek 116cc 2tak Standart Non Pro
  • JP 12 Matic 150cc 4tak TU Non Pro

Target Tercapai, Bawa Pulang Hadiah Utama!

Menurut Eddyson, “Kita fokus utama pada kelas sport 135 dan 150. Namun, alhamdulilah, tidak hanya target itu yang tercapai kita berhasil meraih Juara Umum di dua kategori sekaligus, sport dan bebek se-Tanah Papua!,” ujarnya. Selain trophy, tim juga membawa pulang hadiah spesial: 1 unit motor kategori bebek se-Tanah Papua untuk kelas JP 07-JP 08.

Sitepu Racing Team
Eddyson Sitepu & M. Ridho boyong kemenangan

Kendala Rem Blong Tidak Hentikan Kemenangan!

Meskipun tampil mulus di track pada beberapa kelas, M. Ridho mengaku menghadapi tantangan serius jelang balapan saat sudah berada di posisi grid terdepan.
“Di kelas sport, tiba-tiba rem saya blong! Namun, saya tidak panik berkat dukungan strategi tim yang luar biasa, saya tetap bisa finis pertama dari posisi awal terbaik,” jelas sang pembalap yang penuh semangat. Menurutnya, “Kemenangan ini milik seluruh tim kerja keras kita bersama yang membawa hasil seperti ini”

Kita nantikan Target dan strategi lainnya dari Sitepu Racing Team pada ajang selanjutnya!.

Foto : redzonerace

Two Stroke Happy Smog 2026 Berhasil Tarik Orang-Orang Racing Lintas Generasi

0

Two Stroke Happy Smog 2026 Berhasil Tarik Orang-Orang Racing Lintas Generasi

OtomotifZone.com – Pacitan. Acara kumpul bersama Two Stroke Happy Smog kemarin di Pantai Klayar, Pacitan 1 Februari 2025 merupakan acara yang boleh dibilang kumpul keluarga besar racing Jogja – Solo yang diprakarsai oleh Bima Aditya tersebut. 

Mungkin ini adalah cara ampuh yang sudah rutin diadakan setiap tahun sebagai acara pelepas penat setelah hampir setahun full berkecimpung di event balap nasional dan internasional. Menggabungkan rekan-rekan pecinta 2-Stroke Soloraya dan Jogja, acara ini juga menggabungkan silaturahmi antar generasi dari dunia balap top tanah air. 

Siapa sajakah mereka yang hadir. Ada Dicky “Jambret” Setyawan, juara nasional road race Indonesia 1995-1996. Ada ada Dimas “Kroecil” Sugiarto, juara nasional Bebek 4T era 2000. Ada Florianus Roy dan Sudarmono, pembalap top era Indoprix andalan Yonk Jaya di jamannya. Sudharmono tak lain ayah Veda Ega Pratama yang tahun ini bakal sebut di Moto3. 

Generasi terbaru ada Andi Farid Idzihar atau Andi Gilang, lalu M. Sauqi dan Silmy Helsinski. Duo pembalap top Aceh yang sedang mengenyam sekolah di tempat Sudharmono. Eh, ada juga Beny Ompong. Rider lawas asal Solo yang kini pengrajin knalpot ikut serta disana kemarin.

Belum lagi sahabat-sahabat Bima Aditya di jajaran mekanik. Harris Sakti MBKW2 Jogja beserta crew, rekan-rekan pentolan GDT Racing juga hadir. Pokoknya orang balap ditarik semua terutama yang hobi dengan 2T. 

Quartararo Buka Suara Soal Rumor Pindah ke Honda: Belum Ada Kesepakatan

0

OtomotifZone.com – Jakarta, Fabio Quartararo membantah rumor yang menyebut dirinya telah menandatangani kontrak dengan Honda untuk MotoGP musim 2027. Meski begitu, juara dunia MotoGP 2021 tersebut mengakui adanya komunikasi dengan pabrikan asal Jepang itu.

Masa depan Quartararo menjadi salah satu topik terpanas di bursa pebalap MotoGP menjelang musim 2027. Pebalap asal Prancis tersebut kerap dikaitkan dengan kepindahan dari Yamaha, seiring performa tim yang belum kembali kompetitif dalam perburuan gelar juara dunia.

Spekulasi semakin menguat setelah pekan lalu muncul laporan yang menyebut Quartararo telah menandatangani kontrak berdurasi dua tahun bersama Honda mulai musim 2027. Namun, kabar itu langsung dibantah oleh sang pebalap.

Saat ditemui oleh situs resmi MotoGP di paddock Sirkuit Sepang pada rangkaian tes pramusim pekan lalu, Quartararo memilih untuk tidak banyak berkomentar.

“Ter­lalu banyak bicara! Fokus pada apa yang bisa kita fokuskan,” ujar Quartararo singkat.

Menjelang tes resmi MotoGP Sepang, Quartararo akhirnya memberikan klarifikasi secara terbuka. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada kesepakatan apa pun yang ditandatangani untuk musim 2027.

“Honda adalah salah satu tim yang sedang saya ajak bicara,” kata Quartararo kepada media.

“Saya akan mengambil waktu yang saya butuhkan untuk membuat keputusan dengan melihat ke arah 2027. Tapi sampai hari ini, belum ada apa pun yang saya tanda tangani,” lanjut pebalap tim pabrikan Yamaha tersebut.

Quartararo juga menegaskan bahwa keputusan masa depannya tidak semata-mata soal nilai kontrak, melainkan ambisi untuk kembali meraih kemenangan.

“Saya memiliki orang-orang yang tepat di sekitar saya. Ini adalah perjudian, bukan hanya untuk saya, tapi juga untuk semua pihak. Semua orang akan mencoba meyakinkan Anda,” jelasnya dikutip dari Crash.

“Orang bisa mengatakan apa saja. Ini bukan tentang uang, ini tentang bagaimana saya bisa menang lagi,” tutup Quartararo.

Dengan pernyataan ini, masa depan Fabio Quartararo di MotoGP masih menjadi tanda tanya besar dan dipastikan akan terus menjadi sorotan hingga memasuki musim 2027.

Kediri Bersiap Sambut Final Round Matapanah Cup Race 2025 Akhir Pekan Ini!!!

0
MCR seri 3 sukses digelar

OtomotifZone.com – Kediri, Atmosfer balap motor nasional kembali memanas. Final Round Matapanah Cup Race (MCR) 2025 dipastikan akan menjadi puncak pertarungan para pebalap terbaik Indonesia yang akan berlangsung Sabtu–Minggu, 7–8 Februari 2026, di Sirkuit Non Permanen GOR Joyoboyo, Kediri, Jawa Timur.

Sebagai seri penentuan, final round ini diprediksi berlangsung sengit. Pasalnya, banyak kelas masih membuka peluang perebutan gelar juara umum, khususnya di kategori Kelas Utama (MCR) yang selama musim berjalan selalu menyuguhkan persaingan ketat antar tim papan atas.

Tak hanya kelas expert, MCR 2025 juga menghadirkan spektrum kelas yang sangat lengkap. Mulai dari novice, rookie, beginner, mix rider, hingga kelas pembinaan seperti Mini GP, yang menjadi magnet tersendiri bagi pebalap muda berbakat. Kehadiran kelas supporting, lokal Kediri–Nganjuk, serta kelas eksibisi membuat event ini semakin meriah dan inklusif.

Panitia penyelenggara Matapanah memastikan seluruh persiapan teknis dan non-teknis berjalan maksimal. Sirkuit GOR Joyoboyo yang dikenal teknis dan menantang dipastikan siap menjadi arena adu skill, strategi, dan mental para pebalap di putaran pamungkas ini.

Menariknya, beberapa kelas Kejurnas juga akan dipertandingkan, dengan dukungan BBM Pertamax Turbo yang disediakan panitia. Hal ini semakin menegaskan status MCR sebagai salah satu event road race bergengsi di kalender balap nasional.

Dengan dukungan sponsor besar, tim-tim kuat, serta antusiasme tinggi dari penonton Jawa Timur, Final Round MCR 2025 dipastikan menjadi tontonan wajib bagi pecinta balap motor Tanah Air. Kediri siap bergemuruh, dan sang juara sejati akan ditentukan di garis finis.

Zarco Tetap Merah-Putih-Hijau, Ini Livery Castrol Honda LCR 2026 Baru!!!

0

OtomotifZone.com – Jakarta, Johann Zarco resmi memperkenalkan livery terbaru Castrol Honda LCR MotoGP yang akan digunakannya pada musim Kejuaraan Dunia MotoGP 2026. Tampilan ini menjadi versi terbaru warna khas Castrol untuk musim terakhir era mesin 1000cc dengan ban Michelin.

Musim 2026 menandai tahun ketiga Zarco bersama Honda, seluruhnya ia jalani bersama tim LCR Honda dengan dukungan Castrol. Pebalap asal Prancis itu mencuri perhatian pada musim lalu setelah sukses meraih kemenangan sensasional di MotoGP Prancis di Le Mans, sekaligus menjadi kemenangan kandang bersejarah.

Secara visual, livery anyar ini tetap mempertahankan kombinasi merah, putih, dan hijau khas Castrol, dengan tambahan sentuhan warna hitam dan biru yang membuat tampilannya semakin modern dan agresif.

“Saya menyukainya!” ujar Zarco dikutip dari Crash. “Warnanya tetap khas Castrol, dipadukan dengan sentuhan hitam dan biru. Target saya musim ini jelas, meraih lebih banyak kemenangan.”

Zarco juga mengungkapkan optimismenya terhadap performa motor Honda terbaru jelang musim 2026, berdasarkan hasil tes pra musim.

“Saya sangat senang dengan performa Honda terbaru dan masukan dari para pebalap baru saat tes pra musim. Aleix tampil sangat cepat dan Diogo juga beradaptasi dengan baik. Ini memberi kami harapan besar untuk musim 2026,” lanjutnya.

Di sisi lain, rekan setim Zarco, Diogo Moreira, juga telah memperkenalkan livery barunya dengan dukungan Pro Honda. Kehadiran Moreira menambah kekuatan LCR Honda pada musim mendatang.

Pada musim lalu, Zarco sempat membangun momentum positif usai kemenangan di Le Mans dan podium pada balapan kering di Silverstone. Ia juga berperan penting dalam mempertahankan gelar Suzuka 8 Hours bersama Honda di pertengahan musim.

Namun, memasuki paruh kedua musim, pebalap berusia 35 tahun itu mulai mendapat tekanan dari duet pabrikan HRC, Luca Marini dan Joan Mir. Keterlambatan pembaruan teknis dibandingkan tim pabrikan sempat menjadi kendala bagi performanya.

Meski demikian, perpanjangan kontrak Zarco bersama LCR Honda hingga akhir 2027 disertai klausul penting yang menjamin dirinya akan mendapatkan spesifikasi teknis yang sama dengan tim pabrikan HRC, termasuk pembaruan dan pengembangan yang diberikan secara paralel.

Mantan pemenang balapan MotoGP bersama Pramac Ducati ini menutup musim lalu di posisi 12 klasemen akhir, hanya unggul enam poin dari Marini untuk status pebalap Honda terbaik.

Zarco dijadwalkan akan pertama kali menunggangi motor dengan livery Castrol Honda LCR MotoGP 2026 pada tes resmi MotoGP di Sepang, 3–5 Februari mendatang.

Langkah Baru di Kelas Premier, Diogo Moreira Usung Livery Pro Honda

0

OtomotifZone.com – Jakarta, Pebalap rookie MotoGP 2026, Diogo Moreira, resmi memperkenalkan livery anyar Pro Honda LCR MotoGP yang akan digunakannya sepanjang musim Kejuaraan Dunia MotoGP 2026. Livery ini menjadi penanda debut sang juara dunia Moto2 di kelas premier.

Masuknya Pro Honda sebagai sponsor utama terjadi setelah IDEMITSU resmi mengakhiri kerja sama dengan LCR Honda. Sebelumnya, IDEMITSU menjadi pendukung tim tersebut saat diperkuat Takaaki Nakagami dan Somkiat Chantra.

Secara tampilan, livery Pro Honda memadukan identitas khas Honda dengan desain agresif. Branding Pro Honda sendiri sebelumnya sudah terlihat pada motor tim tes pabrikan HRC saat tampil sebagai wildcard di ajang MotoGP.

“Saya suka warnanya, sangat cocok dengan warna kuning saya,” ujar Moreira. “Saya rasa kami sudah siap memulai musim. Persiapan musim dingin berjalan sangat baik, termasuk latihan bersama Marc dan Alex Márquez.”
Pebalap asal Brasil itu juga mengaku puas dengan hasil tes pra musim MotoGP di Sepang.

“Tes pra musim berjalan sangat positif. Selama tiga hari kami bekerja dengan sangat baik, tetapi kami masih harus terus bekerja untuk memahami batas kemampuan motor baru ini,” lanjutnya.

Pada tes pra musim tersebut, Moreira masih menggunakan motor dengan balutan warna hitam polos. Livery penuh Pro Honda baru akan digunakan pada tes resmi MotoGP di Sepang, 3–5 Februari mendatang.

Pebalap berusia 21 tahun ini tampil menjanjikan dengan catatan waktu tercepat keenam pada hari terakhir tes pra musim. Meski terpaut sekitar satu detik dari pebalap tes HRC Aleix Espargaro, Moreira mampu finis di depan rival sesama rookie sekaligus juara dunia WorldSBK, Toprak Razgatlioglu (Pramac Yamaha).

Musim 2026 menjadi awal kontrak jangka panjang Moreira bersama Honda Racing Corporation (HRC). Ia akan menggunakan RC213V spek pabrikan, sejajar dengan Johann Zarco di tim LCR Honda, dan berbeda dari pendahulunya Somkiat Chantra.

Tak kalah spesial, Moreira juga akan menjalani balapan kandang dengan kembalinya Grand Prix Brasil ke kalender MotoGP sebagai seri kedua musim ini.

“Grand Prix Brasil pasti akan luar biasa, dengan kehadiran keluarga dan teman-teman saya,” tutup Moreira.

Peluncuran livery Pro Honda ini dilakukan tak lama setelah LCR Honda lebih dulu memperkenalkan warna terbaru Castrol Honda milik Johann Zarco.

Two Stroke Happy Smog Happy Riding Full Doorprize, Touring Jos 2026

0

OtomotifZone.com– Pacitan. Kekompakan terjalin dari litar balap berlanjut dari bengkel-bengkel seputaran Solo – Jogja. Di tambah bergabung dan bersatu berberapa komunitas pemilik motor dua langkah dalam touring 2-Stroke Happy Smog. Kali ini perjalanan mereka kembali ke arah selatan tepatnya pantai Klayar Pacitan lagi.

Berkumpul dari markas bengkel The Stroke 55 Solo Baru siapa lagi kalau bukan bengkel milik Bima Aditya Rahmana. Sekitar 100an bikers start dari sini menuju jalan yang sudah di arahkan panitia. Sekitar 80an kilometer jalan dengan adrenalin yang sayang kalau hanya untuk jalan santai hehe..

Maklum, jalan Pacitan mirip Isle Of Man TT. Jalan provinsi dengan layout istimewa. Bagaikan pelampiasan berminggu-minggu tempur di sirkuit urusan dengan balap, jalan menuju pantai Klayar iramanya asik menarik selongsong gas. Tetap aman terkendali lho.

Belum termasuk gabungan dari Jogja. Komunikasi kuat Bima Aditya bersama rekan-rekan balap Jogja mampu menarik sahabat racing ke acara ini. Dari MBKW2 hadir GDT Jogja ikut juga.

Walau acara touring namun sponsor kegiatan ini nggak main-main. Ada SAE Group, RBT34 Racing Shop x No Limit Racing, Kabel Setan, 78 Cargo, NHK, Racertees, MCR. Mereka menyumbang doorprize acara gratis ini nggak main-main juga. Mulai Sparepart, Helm, apparel sampai HP.

“Alhamdulillah agenda bisa terlaksana awal tahun ini. Karena harus di usahakan bisa mengingat jadwal dan agenda setelah ini jadwal sudah padat merayap. Moment ini mungkin bisanya di awal tahun saja, ” ucap Bima Aditya yang punya gawe acara. Event yang sudah berjalan kurang lebih 4 tahun ini tak lain acara silaturahmi semata. Tak ada pungutan biaya namun full doorprize.

“Mungkin lebih 200an teman-teman yang hadir. Terima kasih buat teman-teman yang hadir dari 2 Stroke Jogja, 2 Stroke Karisidenan Solo dan sponsor yang bantu doorprize. Next kita gas lagi tahun depan,” ungkap mantan pembalap top tanah air asal Jogja yang kini menetap di Solo.

Bukan hanya rekan – rekan yang hadir saja yang merasa puas. Sponsor acara juga puas dan memberi apresiasi. “Alhamdulillah ramai lancar, semoga semakin kompak, sukses semua rezeki lancar dan panjang umur bisa kembali lagi berkumpul,” ucap Robert MJ dari RBT34 Solo, salah satu sponsor acara ini.

Istimewanya hampir orang-orang balap berbagai kalangan ada lho ini! Exrider ada, juara Asia ada, mekanik top ada.

Menuju MotoGP 850cc, Yamaha Percepat Transisi ke Mesin V4

0

OtomotifZone.com – Jakarta, Yamaha menegaskan bahwa penggunaan mesin V4 akan menjadi sebuah keharusan dalam menyambut era baru MotoGP 850cc yang mulai berlaku pada musim 2027. Hal ini disampaikan menyusul regulasi teknis terbaru MotoGP yang secara signifikan membatasi aspek aerodinamika.

Secara resmi, regulasi teknis MotoGP masih memperbolehkan penggunaan mesin hingga maksimal empat silinder tanpa mengatur konfigurasi spesifik. Dalam sejarahnya, Yamaha bahkan Suzuki pernah meraih gelar juara dunia MotoGP dengan mesin Inline4, bersaing langsung melawan pabrikan bermesin V4.

Namun, mulai 2027 situasinya berubah. Bos Yamaha Racing, Paolo Pavesio, menjelaskan bahwa pembatasan aerodinamika baru—termasuk pengurangan lebar fairing depan hingga 50 mm—secara tidak langsung menutup peluang penggunaan mesin Inline4 yang memiliki dimensi lebih lebar.

“Dengan regulasi teknis baru dan keterbatasan aerodinamika, menggunakan mesin Inline4 membuat kami tidak punya ruang untuk memasang sayap,” ujar Pavesio kepada GPOne.com.

“Memang tidak tertulis bahwa Anda harus menggunakan V4, tetapi dengan aturan seperti ini, V4 menjadi sesuatu yang wajib,” tambahnya.

Pernyataan Pavesio sejalan dengan komentar Direktur Monster Energy Yamaha, Massimo Meregalli, yang sebelumnya menyebut bahwa regulasi 2027 praktis hanya menyisakan satu opsi konfigurasi mesin.

“Dengan regulasi 2027 yang ada saat ini, satu-satunya konfigurasi mesin yang memungkinkan adalah V,” kata Meregalli saat peluncuran tim Yamaha di Jakarta.

“Karena itu kami memutuskan untuk maju satu tahun lebih cepat, agar bisa memahami bagaimana motor bekerja dengan mesin V4 sebelum 2027.”

Langkah ini membuat Yamaha mengubah “Plan B” menjadi “Plan A”. Pabrikan asal Jepang tersebut mulai menggunakan mesin V4 pada musim 2026, yang sekaligus menjadi tahun terakhir era mesin 1000cc, sebagai persiapan menuju MotoGP 850cc.

Perkembangan mesin V4 Yamaha mulai menunjukkan hasil positif. Jack Miller sukses membawa motor V4 Yamaha mencatatkan waktu tercepat untuk pertama kalinya pada hari kedua Shakedown Test MotoGP di Sepang, meski dengan jumlah pebalap yang terbatas.

Sementara itu, juara dunia MotoGP Fabio Quartararo menjadi pebalap Yamaha tercepat di sesi Shakedown. Quartararo menutup tes dengan catatan waktu terpaut sekitar 0,5 detik dari pebalap tes Honda, Aleix Espargaro.

Versi terbaru mesin V4 Yamaha dijadwalkan akan menghadapi seluruh pebalap reguler MotoGP 2026 untuk pertama kalinya dalam sesi Official Test Sepang yang berlangsung pekan ini.[Crash]

Drama & Mental Baja Syabil Umar Basalamah: Sempat Tercecer di Kualifikasi, Mengamuk di Super Heat, Kunci Podium IAME Series Asia 2026!

0
Drama & Mental Baja Syabil Umar Basalamah

OtomotifZone.com, Selangor – Sebuah foto bisa bercerita seribu kata, dan gokart bernomor start 86 ini punya cerita paling dramatis di helatan IAME Series Asia 2026 Round 1, LYL International Circuit, Malaysia (31/1 – 1/2). Dialah Syabil Umar Basalamah, pembalap andalan DRM Racing Team yang sukses menyita perhatian publik lewat aksi comeback yang sensasional di kelas Cadet.

Mengandalkan sasis Parolin, Syabil sejatinya sudah menebar ancaman sejak hari Sabtu. Tak tanggung-tanggung, di sesi Official Practice, ia langsung menjadi yang tercepat (P1) dengan catatan waktu tajam 1:14.455, mengasapi puluhan rival dari berbagai negara.

Ujian Mental di Kualifikasi Namun, balapan bukan matematika. Dewi fortuna sempat menjauh saat sesi Kualifikasi (Time Trial). Syabil mengalami kendala yang membuatnya harus puas berada di posisi belakang (P34). Bagi banyak pembalap, ini bisa meruntuhkan mental, tapi tidak bagi Syabil.

Comeback Gila di Super Heat Momen kebangkitan itu terjadi di hari Minggu. Seolah ingin membuktikan bahwa catatan waktu saat latihan bukan kebetulan, Syabil tampil “kesetanan” di sesi Super Heat.

Start dari posisi yang tidak menguntungkan, ia berhasil membelah barisan depan, menyalip satu per satu lawan hingga akhirnya menyentuh garis finis di Posisi 1! Ia mencatatkan waktu 12:33.620 untuk 10 lap, sebuah statement keras bahwa ia adalah penantang gelar juara yang serius.

Podium Manis di Final Puncak pertarungan terjadi di Final Race. Start dari barisan depan berkat hasil apik di Super Heat, Syabil terlibat dogfight (pertarungan jarak dekat) yang ketat dengan Cruz Priolo (Australia) dan rekan setimnya, Max Schilling (Hong Kong).

Setelah 14 lap yang menegangkan, Syabil Umar Basalamah akhirnya berhasil mengamankan Podium ke-3 dengan total waktu 18:11.361 dan best lap 1:15.110 di Final.

“Hasil ini membuktikan ketangguhan mental Syabil. Meski sempat ada masalah saat Time Trial, dia bisa mereset fokus dan justru tampil lebih beringas di hari Minggu,” ujar perwakilan tim.

Podium di seri pembuka ini menjadi modal krusial bagi Syabil Umar Basalamah dalam perebutan poin kejuaraan Asia musim 2026. Dengan paket sasis Parolin dan set-up dari DRM Racing Team yang sudah terbukti kencang, nomor start 86 diprediksi bakal menjadi langganan podium di seri-seri berikutnya.

Selamat Syabil! 🇮🇩🏆

5 Pembalap Cadet Indonesia Tampil Beringas, Syabil Umar Basalamah Raih Podium di IAME Series Asia 2026 Round 1

0
5 Pembalap Cadet Indonesia Tampil Beringas

OtomotifZone.com, Selangor – Pasukan “Garuda Muda” Indonesia kembali menunjukkan taringnya di kancah internasional. Pada ajang pembuka IAME Series Asia 2026 Round 1 yang dihelat di LYL International Circuit (1.528 meter), Malaysia (31 Januari – 1 Februari 2026), lima pembalap Indonesia di kelas Cadet sukses memberikan perlawanan sengit.

Kelima pembalap tersebut adalah Syabil Umar Basalamah dan Darren Arthur Gani yang bernaung di bawah DRM Racing Team, serta trio Muhammad FA Wibowo, Jayden Gabriele Arya, dan Kenzie Erizananda yang mengusung bendera Rehobat JMX Phantom. Menariknya, kelima pembalap ini kompak mengandalkan sasis Parolin untuk melibas sirkuit teknis LYL.

Dominasi Sejak Latihan Resmi Sinyal ancaman dari pembalap Indonesia sudah terlihat sejak sesi Official Practice, Sabtu (31/1). Syabil Umar Basalamah (DRM Racing Team) langsung mencatatkan waktu tercepat (P1) dengan 1:14.455, mengungguli puluhan pembalap dari negara lain. Rekan senegaranya, Muhammad FA Wibowo (Rehobat JMX Phantom), menempel ketat di posisi ke-3 dengan selisih sangat tipis.

Sementara itu, Jayden Gabriele Arya berada di P13, Darren Arthur Gani di P17, dan Kenzie Erizananda terus beradaptasi di P27 pada sesi latihan pembuka ini.

Drama Time Trial dan Kebangkitan di Super Heat Sesi kualifikasi atau Time Trial menghadirkan drama tersendiri. Syabil yang tercepat di latihan justru mengalami kendala dan terdampar di posisi buncit (P34). Namun, tongkat estafet performa diambil alih oleh Muhammad FA Wibowo yang berhasil mengamankan posisi start ke-5 dengan waktu 1:15.288. Darren Arthur Gani juga tampil impresif menembus 10 besar di posisi ke-8.

Namun, mental juara ditunjukkan para pembalap kita di hari Minggu. Puncaknya terjadi pada sesi Super Heat. Syabil Umar Basalamah melakukan comeback luar biasa hingga berhasil finis P1! Tak hanya itu, Muhammad FA Wibowo menyusul di P2, menciptakan momen finis 1-2 untuk Indonesia yang sangat membanggakan. Darren, Jayden, dan Kenzie masing-masing finis di P8, P14, dan P20, menunjukkan peningkatan performa yang signifikan jelang Final.

Podium Manis di Final Balapan Final yang berlangsung selama 14 lap menjadi pembuktian sesungguhnya. Syabil Umar Basalamah (DRM Racing Team/Parolin) yang start dari barisan depan bertarung ketat di grup utama. Konsistensinya membuahkan hasil manis dengan finis di Posisi 3 (Podium), mencatatkan total waktu 18:11.361 dan Best Time 1:15.110.

Muhammad FA Wibowo (Rehobat JMX Phantom/Parolin) juga tampil solid dengan finis di posisi ke-7, tetap menjaga posisinya di jajaran pembalap elit Asia.

Di papan tengah, persaingan sangat keras dan penuh kontak fisik. Jayden Gabriele Arya finis di posisi ke-17, diikuti Darren Arthur Gani di P27, dan Kenzie Erizananda di P30. Perjuangan mereka patut diacungi jempol mengingat ketatnya persaingan dan adanya penalti Front Fairing (+5 detik) yang dialami Jayden dan Kenzie, serta Kenzie juga terkena penalti tambahan akibat kontak.

Modal Penting Musim 2026 Raihan podium oleh Syabil Umar Basalamah dan konsistensi Muhammad FA Wibowo di 10 besar membuktikan bahwa setup tim Indonesia dengan sasis Parolin sangat kompetitif di level Asia. Hasil ini menjadi modal berharga dan suntikan motivasi bagi Darren, Jayden, dan Kenzie untuk tampil lebih menggigit di seri selanjutnya.

Selamat untuk para pembalap muda Indonesia! Gaspol terus di Round 2! 🇮🇩🏁