Otomotifzone.com — SENTUL. Pagelaran panjang dari balap Vespa 2025, Scooter Prix. Telah usai terselenggara hingga akhir putarannya, (6-7/12/2025).
Sebanyak 5 putaran sejak awal tahun, hingga penghujung tahun. Sirkuit Internasional Sentul Karting, Bogor — Jawa Barat. Menjadi saksi kunci seluruh rentetan setiap serinya.
Penghujung putaran balap Scooter Prix. Masih menjadi kunci untuk sejumlah penalap, yang mengincar hasil juara umum. Selain itu juta, ada sejumlah tim yang melakukan perkembangan.
Berikut hasil keseluruhan dari balapan Scooter Prix Round 5, yang berhasil dirangkum oleh Penulis.
OtomotifZone.Com – Ciamis. Robby Rizaldi tampil gemilang dan mampu kuasai kelas matic open pada gelaran Mr. Pulley Kapolres Open Road Race 2025 di Ciamis Jawa Barat. Robby juara umum matic open pada gelaran yang berlangsung di Sirkuit non permanen (NP) Islamic Center Ciamis, Sabtu-Minggu (6-7/12/2025).
Pemilik nomor start 90 menyampaikan strateginya bisa meraih point tertinggi hingga dinobatkan menjadi juara umum kelas matic open. Layout sirkuit yang berbeda pada gelaran sebelumnya, tentunya membuat settingan serta strategi yang berbeda.
Menurut pembalap asal Purwakarta dari tim DJPER Tatsumaki BAMS Racing ini, ia harus start baik dan langsung gass pol. “Layout sangat beda, tentunya ini lebih menarik dari event sebelumnya, pembalap pun harus memiliki strategi tersendiri,” ungkap Robby.
Sehingga, Robby pun terus menjaga posisi dan menjaga racing line, yang berdampak lawan pun semakin kesulitan untuk menyalipnya. “Fokus, gass pol dan jaga racing line, Alhamdulillah bisa jadi juara umum matic open,” tambah Robby.
Layout Sirkuit, Robby Rizaldi Nilai Lebih Baik dari Gelaran Sebelumnya
Aksi Robby di sirkuit dadakan pun membuat penonton yang mendukungnya berteriak histeris, terlebih persaingan sang competitor Falah Acil. Namun performance tunggangan Robby yang juga disertai kepiawaian memacu serta memilih racing line mengantarkannya raih juara umum matik open.
Pada kelas matic 130cc standar open dan kelas matic 130cc tune up open, Falah Acil menjadi pesaing ketat Robby Rizaldy. Selepas start Robby pun langsung memacu untuk tampil yang terdepan dan masuk lebih dahulu ke R 1.
“Kuncinya itu, harus langsung gass karena layout yang baru ini sulit untuk mendahului hanya di beberapa titik saja,” ungkap Robby. Menurut Robby, lebar lintasan berikutnya setelah start memang sedikit menyempit, sehingga kesempatan besar untuk menyalip hanya di jalur lurus.
“Sulit menyalip, terlalu beresiko jika memaksakan menyalip di track sempit, jadi saya lebih memilih gass pol sejak awal,” ungkap Robby. Strategi itulah yang membuat Robby mengumpulkan point terbanyak sehingga berhasil meraih juara umum kelas matic open.
OtomotifZone.com – Karanganyar – Puncak perhelatan akbar Casytha Manahadap Roadrace musim balap 2025 ditutup dengan pengumuman gelar prestisius Juara Umum Expert. Tim Ananda Tri Perkasa berhasil mengukir sejarah dengan merebut gelar tersebut, sebuah pencapaian yang menandai dominasi mereka sepanjang seri balap tahun ini.
Di Sirkuit Non-Permanen (NP) Alun-Alun Karanganyar pada Minggu, 7 Desember 2025, pembalap andalan tim, Andrias Lukito, secara resmi dinobatkan sebagai Juara Umum Expert Full Seri. Atas raihan luar biasa ini, Andrias Lukito berhak membawa pulang hadiah utama berupa satu unit motor Yamaha yang disediakan langsung oleh panitia Casytha Manahadap.
Kesuksesan yang diraih oleh tim Ananda Tri Perkasa tidak bisa dilepaskan dari tangan dingin sang juru racik mesin, yaitu Pakdhe Heru dari bengkel legendaris Kate Montormaboer Yogyakarta. Keahlian tuning dan persiapan motor yang konsisten dari Pakdhe Heru menjadi fondasi utama bagi penampilan gemilang Andrias Lukito di setiap putaran.
Raihan gelar Juara Umum ini menjadi hadiah yang sangat spesial dan berkesan bagi seluruh anggota tim, terutama bagi Pakdhe Heru. Pada kesempatan yang sama dengan keberhasilan besar ini, Pakdhe Heru genap berusia 54 tahun!
Dengan kata lain, hari pengumuman Juara Umum ini adalah hari ulang tahunnya, menghasilkan kebahagiaan ganda secara beruntun bagi sang mekanik senior. Kebanggaan dan rasa syukur diungkapkan oleh para crew dan mekanik muda yang berada di bawah naungan Kate Montormaboer. ”Tetap semangat dan tetap jadi bapak kita semua. Doa kami untuk Pakdhe Heru, tetap sehat, panjang umur, tambah yang baik-baik deh pokoknya,” ucap Herdy, salah satu mekanik muda yang turut berjuang bersama Kate Montormaboer. Gelar Juara Umum Expert ini menjadi penutup yang manis bagi perjalanan panjang Casytha Manahadap Roadrace 2025 dan kado ulang tahun tak ternilai bagi Pakdhe Heru, yang terus menjadi inspirasi bagi dunia balap motor di Indonesia.
Kami dari Otomotifzone.com juga mengucapkan selamat kepada Pakdhe Heru, semakin tua dan makin menginspirasi anak muda, tetap kencang dan terus gass poll menciptakan mesin-mesin banter dikancah balap nasional dan internasional!
OtomotifZone.com – Hyderabad. Putaran kedua Indian Supercross Racing League (ISRL) 2025 sukses digelar di GMC Balayogi Athletics Stadium, Hyderabad, pada 5 Desember 2025. Para pembalap dari berbagai negara tampil impresif, termasuk beberapa rider Indonesia yang kembali menunjukkan dominasinya di kelas 250cc Asia.
Gelaran kali ini menampilkan rangkaian Free Practice, Time Practice, hingga sesi penentuan grid. Berikut rekap umum dari hasil yang tercatat dalam lima dokumen resmi yang diterima redaksi.
Kelas 250cc India–Asia Mix: Pembalap Indonesia Mendominasi
Free Practice 1
Dalam FP1 (berdasarkan file FP1 – SX250 ASIA), rider Indonesia tampil menonjol:
Mohammad Zidane (Reise Torqracers – Kawasaki KX250) menjadi yang tercepat dengan 56.231 detik.
Delvintor Alfarizi (Gujarat Trailblazers – KTM SXF250) menyusul di posisi kedua dengan catatan waktu 56.947 detik, hanya terpaut 0,716 detik.
Nakami Vidi Makarim (Bigrock Motorsports SX – Kawasaki KX250) berada di posisi keenam, dengan best lap 58.860 detik.
Free Practice 2
Pada FP2 (dari file FP2 – SX250 ASIA), konsistensi pembalap Indonesia masih terlihat, meski beberapa rider Asia lain mulai merapatkan jarak waktunya.
Time Practice – 250cc Asia: Persaingan Ketat
Berdasarkan dokumen TP – SX250 Asia, sesi time practice menunjukkan persaingan semakin rapat. Mohammad Zidane masih berada dalam kelompok pembalap teratas, sementara Delvintor dan Nakami tetap menjaga posisi kompetitif untuk menghadapi race.
Kelas 450cc International: Rider Global Saling Serang
Dokumen TP – SX450 Int’l dan TP – SX450 Int’l (Laps) memperlihatkan dominasi rider internasional dari Eropa, Australia, hingga Amerika Serikat.
Beberapa poin penting:
Sesi time practice kelas internasional berlangsung sengit dengan gap waktu yang sangat tipis antar pembalap.
Layout lintasan stadion yang padat rhythm section membuat perbedaan teknik supercross sangat menentukan.
Meskipun tidak ada rider Indonesia di kelas 450, performa para pembalap Asia dan Eropa memberikan tontonan menarik bagi penonton.
Highlight Khusus Rider Indonesia
🔥 Mohammad Zidane – Fastest Man in FP1 Mencatat waktu 56.231 detik, menjadikannya pembalap tercepat di kelas 250cc Asia pada FP1.
🔥 Delvintor Alfarizi – Konsisten di Barisan Depan Runner-up di FP1, memperlihatkan performa stabil yang sangat baik untuk menghadapi sesi race.
🔥 Nakami Vidi Makarim – Masuk Top 6 FP1 Menunjukkan progres kuat dari putaran sebelumnya.
Putaran kedua Indian Supercross Racing League 2025 di Hyderabad menghadirkan pertarungan sengit, terutama di kelas 250cc India–Asia Mix yang menjadi sorotan utama bagi penggemar balap Indonesia. Dengan tiga rider Merah Putih tampil kompetitif di sesi FP dan TP, peluang podium di race semakin terbuka lebar.
OtomotifZone.com – Jakarta. Penampilan gemilang ditunjukkan dua pebalap muda Indonesia pada gelaran Rok Cup Asia 2025, yang berlangsung Sabtu (7/12) di Sirkuit Coloane Karting Track, Macau. Pada kelas MiniRok yang dikenal sengit dan penuh talenta internasional, Indonesia sukses menempatkan dua wakilnya di jajaran podium terbaik.
Adalah Michael Vino Satrio yang berhasil mengamankan posisi ke-4, disusul rekannya Syabil Umar Basalamah yang finis di posisi ke-5. Keduanya tampil impresif sejak sesi awal hingga final, beradu strategi dan kecepatan melawan para pebalap cilik dari berbagai negara Asia.
Persaingan ketat tidak membuat kedua pebalap Indonesia ciut. Justru mereka menunjukkan mental kompetitif dan konsistensi kecepatan, hingga akhirnya mampu menembus posisi lima besar yang menjadi kebanggaan tersendiri bagi Merah Putih di kancah internasional.
Keberhasilan Michael dan Syabil menjadi bukti bahwa pembinaan pebalap muda di Indonesia terus berkembang dan mampu bersaing di level Asia. Selamat kepada kedua pebalap! Terus berjuang dan ukir prestasi lainnya untuk Indonesia.
OtomotifZone.com – Jakarta. Usai sudah gelaran Asia Road Racing Championship 2025. Yang mana ini menandakan musim kompetisi ARRC 2025 telah berakhir. Dan keluarlah nama nama pebalap yang menyandang Juara Umum disetiap kelas. Dua Piala Juara Umum mampu dibawa ke tanah air kita, Indonesia. Agar lebih jelas, berikut klasemen akhir Asia Road Racing Championship 2025 :
OtomotifZone.com – Thailand, Pebalap Malaysia, Hafizh Syahrin Abdullah, menutup musim Asia Road Racing Championship (ARRC) 2025 dengan pencapaian gemilang. Rider JDT Racing Team tersebut berhasil finis posisi kedua pada Race 2 ASB1000, Minggu (7/12), di Sirkuit Chang Internasional Thailand, sekaligus mengamankan gelar Juara Umum ASB1000 ARRC 2025.
Hafizh tampil luar biasa sejak Race 1, di mana ia sukses merebut kemenangan dan langsung mengambil alih posisi puncak klasemen sementara. Meski poin masih sangat ketat menuju Race 2, Hafizh hanya perlu menjaga posisi untuk memastikan gelar juara — sebuah misi yang berhasil dijalankannya dengan tenang dan penuh strategi.
Pada Race 2, Nakarin Atiratphuvapat (Honda Racing Thailand) tampil dominan dengan memimpin jauh di depan. Namun, aroma juara sudah tercium dari awal lomba ketika Hafizh mampu bertahan di posisi kedua dengan Ducati miliknya. Drama terjadi menjelang lap akhir ketika Zaqhwan Zaidi sempat menyalip dan mengancam posisi Hafizh. Namun, dengan ketenangan dan skill tinggi, Hafizh berhasil kembali mengambil posisi kedua sebelum garis finis.
Hasil akhir menjadikan Hafizh mengumpulkan 193 poin, unggul tipis dari Nakarin yang meraih total 190 poin meski memenangi Race 2. Selisih tipis ini cukup menjadikan Hafizh kampiun ASB1000 musim 2025, sebuah gelar prestisius yang sangat ia perjuangkan sepanjang musim.
“Alhamdulillah, akhirnya kami berjaya. Kerja keras kami membuahkan hasil. Saya sudah berlatih dengan sangat keras dari sebelum Sepang hingga ke Sepang. Apa yang berlaku di Sepang membuat kami lebih kuat untuk datang ke sini (Thailand),” ujar Hafizh usai balapan.
Ia melanjutkan,“Seperti yang saya katakan sebelum ini, saya tidak menyesal. Saya hanya melakukan kerja saya dengan baik. Saya tahu saya berhadapan dengan empat motor Honda di sirkuit, mereka coba melawan saya. Kemenangan ini untuk bos saya — tanpa dia saya tidak akan berada di sini. Ini juga kemenangan untuk keluarga saya dan kawan-kawan yang sentiasa bersama saya. Jika anda pernah ada kebimbangan tentang saya, kemenangan ini adalah jawapan untuk anda. Dan yang terakhir, untuk semua kawan-kawan JDT dan seluruh Malaysia saya ucapkan terima kasih.”
Dengan pencapaian ini, Hafizh Syahrin menutup musim ARRC 2025 sebagai raja kelas ASB1000, menorehkan sejarah besar untuk dirinya, tim JDT Racing Team, dan Malaysia. Selamat untuk sang juara![Foto:ARRC]
OtomotifZone.com – Karanganyar – Dominasi yang telah terlihat sejak sesi kualifikasi (QTT) akhirnya dikukuhkan oleh Rexzy Kepo di balapan final. Rider berbakat dari Magetan ini tampil sebagai yang terbaik di kelas bergengsi Bebek 4T TU 130cc Expert dalam perhelatan akbar Casytha Manahadap Roadrace 2025 Final Series.
Motor andalan Rexzy Kepo, yang merupakan garapan dingin dari mekanik muda Hendri 12 Racing Magelang, menunjukkan performa yang konsisten dan tak tertandingi. Perjuangan di Tengah Persaingan Ketat Bertarung melawan 14 peserta terbaik di kelas Expert, Rexzy Kepo tanpa ampun terus berjuang keras sejak awal untuk mempertahankan posisi terdepannya.
Konsistensi lap time dan skill yang matang memastikan ia mampu mengamankan tempat terbaik hingga bendera finish dikibarkan. Kemenangan ini membuktikan Rexzy Kepo adalah salah satu rider yang paling diperhitungkan di kancah balap motor nasional.
Keberhasilan ini tak lepas dari kesiapan tim, terutama sang juru racik mesin. Hendri, mekanik yang mengawal motor berbendera King23 12 Racing, mengungkapkan rahasia di balik performa optimal motor mereka. ”Motor sudah kami siapkan jauh hari. Hasil dyno kemarin grafiknya sudah bagus, jadi kami bawa ke final Manahadap,” ujar Hendri. Lebih lanjut, Hendri juga membeberkan sedikit perubahan vital yang mereka lakukan untuk memaksimalkan power motor jelang balapan final.
”Kami ada sedikit perubahan di sektor gas buang. Kami menggunakan knalpot dari Pekajaman Muffler untuk menunjang power dari motor garapan kami,” tambahnya, menekankan bahwa penggunaan knalpot aftermarket berperan penting dalam menyempurnakan tenaga mesin.
Kombinasi skill Rexzy Kepo dan persiapan teknis motor yang cermat dari Hendri 12 Racing Magelang menjadikan mereka pasangan yang tak terhentikan di kelas Bebek 4T TU 130cc Expert.
OtomotifZone.com – Karanganyar – Arena balap kembali menyaksikan aksi memukau dari freestyler ternama asal Boyolali, Wawan Tembong. Berpartisipasi dalam hajatan akbar Casytha Manahadap Roadrace 2025 Final Series, Tembong menunjukkan dominasinya yang mutlak di kelas Bebek 2T STD 116cc Exrider.
Mengusung banner tim Gafi Adam Factory, Wawan Tembong seolah-olah bermain di liganya sendiri. Sejak lampu start padam, rider yang dikenal dengan aksi-aksi ekstremnya ini langsung melejit meninggalkan seluruh rivalnya.
Tak ada pembalap lain yang mampu mendekati pace yang ditunjukkan oleh Tembong sepanjang balapan. Keunggulan skill dan set up motornya benar-benar terbukti di lintasan. Ketika melintasi garis finish, Wawan Tembong mencatatkan gap akhir yang sangat signifikan, yakni 3.151 detik dari pembalap di posisi kedua.
Angka 3.151 detik ini menjadi bukti nyata betapa jauhnya performa Tembong dibandingkan peserta lain di kelas Exrider. Meskipun Wawan Tembong saat ini lebih sering beraksi di dunia freestyle dan berpartisipasi di kelas Exrider (pembalap yang sudah tidak aktif berkompetisi di event utama), hasil fantastis ini menegaskan bahwa sentuhan balapnya sama sekali tidak tumpul.
Aksi Wawan Tembong di Manahadap Roadrace 2025 Final Series ini menjadi pengingat bagi para pembalap aktif maupun exrider lainnya, bahwa nama besar asal Boyolali ini masih patut diwaspadai di setiap kejuaraan yang ia ikuti. Dominasi Tembong di kelas Bebek 2T STD 116cc Exrider ini seolah mengirimkan pesan bahwa skill sejati tidak akan pernah hilang.