Beranda blog Halaman 158

Final Superprix 2025 : F1ZR Solebah Satu-satunya Catat 59 detik di Kualifikasi Bebek 2T 125cc Expert

0
F1ZR Solebah Satu-satunya Catat 59 detik

Sesi Kualifikasi Superprix 2025 Final Series kembali menghadirkan aksi impresif, kali ini dari kelas Bebek 2T 125cc Expert. Yamaha F1ZR garapan Bayu Solebah Racing tampil begitu kompetitif sejak sesi latihan bebas hingga kualifikasi, menunjukkan peningkatan waktu yang konsisten di setiap lap.

Di bawah kendali Akbar Abud Afdalah, motor dua langkah tersebut melesat dengan agresif meski kondisi aspal Boyolali masih dalam keadaan basah. Traksi yang menantang tidak menjadi hambatan bagi Akbar untuk terus menekan batas kemampuan motor dan menemukan ritme terbaiknya.

Hasilnya, Akbar mencatatkan waktu luar biasa yaitu 59.632 detik, menjadikannya satu-satunya pembalap yang berhasil menembus waktu di bawah 60 detik pada sesi ini. Performa tersebut tidak hanya menunjukkan kemampuan teknis Akbar, tetapi juga membuktikan ketangguhan F1ZR besutan Bayu Solebah Racing dalam menghadapi kondisi lintasan yang licin.

Kecepatan, kontrol, dan pemilihan racing line yang presisi membuat Akbar begitu mendominasi kualifikasi. Sementara para rival masih berjuang mempertahankan grip di aspal basah, Akbar justru mampu membuka gap waktu yang signifikan dan mengamankan posisi teratas dengan nyaman.

Dengan hasil ini, Akbar Abud Afdalah menjadi kandidat kuat untuk tampil sebagai penguasa kelas Bebek 2T 125cc Expert pada race day. Perpaduan skill tinggi dan paket motor yang matang menjanjikan pertarungan seru pada putaran final Superprix 2025.

Veda dan Ramadhipa Siap Tutup Musim 2025 dengan Hasil Gemilang di Valencia

0
Veda dan Ramadhipa

OtomotifZone.com, Jakarta – Dua pebalap muda Astra Honda Racing Team (AHRT), Veda Ega Pratama dan Muhammad Kiandra Ramadhipa siap menutup musim 2025 dengan hasil gemilang di putaran terakhir JuniorGP dan European Talent Cup (ETC) yang akan digelar di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, 22-23 November. Setelah tampil konsisten sepanjang musim, keduanya punya semangat yang sama, memberikan yang terbaik untuk mengharumkan nama Indonesia di ajang balap internasional.

Musim ini menjadi langkah besar bagi Veda, di mana pebalap asal Gunungkidul itu mencatat enam finish top 10 berturut-turut, rekor terbaik AHRT di kelas JuniorGP. Dia juga menjadi pebalap Indonesia pertama yang dua kali beruntun start dari baris kedua grid. Konsistensi dan ketenangan Veda di lintasan membuatnya kini menjadi salah satu pebalap muda paling menjanjikan dari Asia.

Menghadapi putaran final musim JuniorGP, Veda mengincar podium. Dalam tiga balapan terakhir, dirinya meraih hasil impresif dan mendulang banyak poin bersama Honda NSF250RW. Momentum ini tentu membakar semangatnya untuk kembali mengukir sejarah dan membanggakan Tanah Air.

”Ini menjadi balapan terakhir saya tahun ini di JuniorGP, dan saya ingin menutupnya dengan cara terbaik,” ujar Veda. ”Kami sudah menjalani tes di Valencia pada pra-musim, jadi saya dan tim sudah punya dasar yang baik. Target saya jelas, tampil maksimal dan semoga bisa naik podium. Saya telah bekerja keras, baik di atas maupun di luar lintasan, dan sangat termotivasi untuk memberikan hasil terbaik bagi tim dan Indonesia,” imbuhnya.

Atas raihan 64 poin hingga saat ini, Veda sudah menjadi pebalap AHRT dengan poin terbanyak dalam satu musim JuniorGP. Bekal poin tersebut membuatnya bertengger di posisi ke-11 klasemen. Masih ada dua balapan untuk mendulang poin dan berpotensi meraih hasil terbaik sepanjang sejarah pebalap Indonesia di kelas ini. Ini akan menjadi balapan spesial bagi Veda, karena tahun depan dirinya sudah naik kelas ke GP Moto3 bersama Honda Team Asia.

Sementara itu, Kiandra Ramadhipa datang ke Valencia dengan modal besar. Pebalap belia asal Sleman, Yogyakarta ini baru saja menorehkan sejarah di European Talent Cup (ETC) Catalunya dengan kemenangan dramatis setelah start dari posisi ke-24. Rama menjadi pebalap Indonesia pertama yang berdiri di podium utama kejuaraan tersebut.

”Balapan di Barcelona benar-benar luar biasa dan tak terlupakan, tapi sekarang fokus saya ke Valencia. Kami pernah tes di sini pada awal tahun dan saya cukup nyaman. Jadi kami akan mencoba memanfaatkan data yang kami kumpulkan saat itu. Saya ingin menikmati balapan, menampilkan performa terbaik, tanpa kesalahan, dan mencoba berada di puncal lagi,” kata Rama.

Mendapatkan 25 poin dari seri sebelumnya di di Catalonia membuatnya naik ke posisi ketiga klasemen keseluruhan dengan 129 poin, atau unggul satu dan dua poin dari pebalap di posisi keempat dan kelima. Ia hanya tertinggal 15 poin dari posisi kedua.

Putaran pamungkas musim ini akan dimulai dengan sesi latihan bebas dan kualifikasi pada Sabtu (22/10). Dua race JuniorGP digelar pada Minggu (23/10) masing-masing 16 lap berlangsung pukul 11:00 dan 14:00 waktu setempat (17:00 dan 20:00 WIB). Sedangkan balapan ETC akan melahap 15 lap, berlangsung pada pukul 12.00 waktu setempat (18:00 WIB).

Pentingnya Memahami Peran dan Tugas Petugas Touring untuk Perjalanan yang Aman

0
Peran dan Tugas Petugas Touring

Dalam kegiatan touring kelompok, keamanan dan kenyamanan peserta selalu menjadi fokus utama. Kelancaran sebuah touring tidak hanya bergantung pada kemampuan berkendara, tetapi juga pada koordinasi yang solid antar petugas yang memiliki tugas dan peran masing-masing.

Ludhy Kusuma selaku Safety Riding Development Section Head PT Daya Adicipta Motora, menyampaikan bahwa pemahaman struktur petugas touring perlu dipahami oleh seluruh peserta agar perjalanan berlangsung lebih tertib dan minim resiko.

“Setiap petugas memiliki fungsi yang saling melengkapi. Ketika semua peran berjalan sesuai tugasnya, touring akan berlangsung lebih aman, nyaman, dan tentu semakin mencerminkan semangat #Cari_Aman bagi seluruh peserta,” ujar Ludhy.

1.   Road Captain: Pengarah Utama Rombongan

Road Captain adalah pemimpin barisan. Ia bertanggung jawab mengatur alur perjalanan, seperti:

–      Menyampaikan informasi rute, titik rawan, dan aturan touring saat briefing.

–      Menentukan kecepatan dan jarak aman antar motor.

–      Memastikan semua peserta memahami kode komunikasi.

–      Mengambil keputusan cepat jika terjadi perubahan kondisi di jalan.

Menurut Ludhy, “Road Captain harus mampu menjaga ritme perjalanan agar seluruh rombongan tetap terkoordinasi.”

2.   Officer: Pendukung Operasional dan Komunikasi

Officer menjadi penghubung antara petugas dan peserta. Perannya antara lain:

–      Mendampingi petugas dokumentasi.

–      Menyediakan kebutuhan tambahan peserta, seperti air minum atau informasi rute.

–      Menjembatani komunikasi antara Road Captain, Sweeper, dan tim lainnya.

3.   Sweeper: Penjaga Ketertiban di Barisan Belakang

Sweeper berada di posisi paling belakang dan memastikan tidak ada peserta yang tertinggal. Tugas lainnya meliputi:

–      Memastikan barisan tetap utuh.

–      Mengarahkan peserta yang keluar jalur.

–      Memberikan laporan kondisi belakang kepada tim depan jika terjadi hambatan.

4.   Medkit: Penanganan Kesehatan Saat Darurat

Medkit berperan penting untuk menjaga kondisi kesehatan peserta:

–      Memberikan pertolongan pertama jika terjadi insiden.

–   Memantau kesiapan fisik peserta, terutama di jalur panjang atau medan sulit.

5.   Mekanik: Penjaga Kesiapan Motor Peserta

Peran mekanik memastikan kendaraan peserta tetap dalam kondisi optimal:

–      Menangani gangguan teknis atau kerusakan motor selama perjalanan.

–      Memberikan rekomendasi solusi jika terjadi kendala yang lebih berat.

Ludhy menambahkan, “Motor yang sehat adalah kunci touring yang nyaman. Kehadiran mekanik membuat peserta merasa lebih tenang selama perjalanan.”

DAM mengingatkan bahwa selain memahami peran petugas touring, peserta juga wajib mengenakan perlengkapan berkendara lengkap seperti helm, jaket, sarung tangan, sepatu, dan protektor tambahan.

“Keselamatan adalah hal yang tidak bisa ditawar. Dengan memahami peran masing-masing petugas, perjalanan rombongan menjadi lebih aman dan penuh kebersamaan,” tutup Ludhy.

Selalu #Cari_Aman dalam setiap perjalanan.

Final Superprix : Syirat Sauqi Kian Mengancam, Berlanjut di Kelas Bebek 4T 150cc Novice Langsung Catat 58.244 detik.

0

OtomotifZone.com – Boyolali. Performa luar biasa kembali ditunjukkan Syirat Sauqi pada gelaran Superchallenge Superprix 2025 Final Round di Sirkuit Gokart Boyolali. Setelah tampil garang di kelas Expert, Syirat kembali unjuk kualitas di kelas Bebek 4T 150cc Novice dengan hasil yang tak kalah meyakinkan.

Mengusung bendera GG Galak Galak, Syirat tampil begitu percaya diri dan stabil sejak awal sesi. Setiap lap yang dijalani Syirat terlihat dimaksimalkan tanpa celah. Konsistensi ini terbukti dari total 11 lap yang ia jalani, dengan beberapa kali mencatatkan pace mendekati waktu terbaiknya.

Di posisi kedua, ada Nicky Hayden dari RMF Trans Racing dengan catatan waktu 58.927 detik, terpaut 0.683 detik. Disusul Chessy Melandri juga dari RMF Trans Racing dengan waktu 59.025 detik. Kedua pembalap ini tampil cepat, namun tetap belum mampu mendekati dominasi Syirat.

Dengan hasil ini, Syirat Sauqi kini bukan hanya ancaman di kelas Expert, namun juga menjadi figur yang sangat diperhitungkan di kelas Novice. Membawa panji GALAK-GALAK, ia benar-benar menunjukkan exsistensinya dan siap kuasai besok saat race berlangsung.

Final Superprix : Akbar Abud Kuasai Kualifikasi Bebek 2T STD 116cc Expert, Dibayangi Rizky KN

0

OtomotifZone.com – Boyolali. Sesi Latihan Bebas dan Kualifikasi kelas Bebek 2T STD 116cc pada gelaran Superprix 2025 di Sirkuit Boyolali berlangsung sengit. Persaingan ketat antar pembalap tersaji sejak menit-menit awal, namun pada akhirnya Akbar Abud Afdalah berhasil keluar sebagai yang tercepat.

Akbar tampil konsisten saat kualifikasi, akhirnya mencatatkan waktu impresif 59.773 detik. Catatan tersebut langsung menggeser posisi teratas yang sebelumnya dikuasai Agus “Kempul”, pembalap yang dikenal memiliki pengalaman dan hafalan trek Boyolali lebih baik dibanding peserta lainnya.

Meski masih dalam fase kualifikasi, tensi kompetisi meningkat tajam ketika para pembalap mulai memaksimalkan putaran terakhir mereka. Kejutan muncul di detik-detik penutup sesi, saat pembalap muda asal Karanganyar, Rizky KN, mencatat waktu 59.886 detik. Raihan ini menempatkannya di posisi kedua, hanya terpaut tipis dari Akbar.

Sementara itu, Agus Kempul yang sempat memimpin harus puas turun ke posisi berikutnya setelah dua pembalap tersebut memecahkan rekornya dalam waktu berdekatan.

Kencangnya persaingan di kelas Bebek 2T STD 116cc ini menunjukkan bahwa persiapan para pembalap semakin matang menjelang race day. Dengan selisih waktu yang sangat tipis, balapan utama diprediksi akan berlangsung ketat dan penuh strategi.

Superprix 2025 : Track Basah Syirat Sauqi Melejit Di Kualifikasi Bebek 4T 150cc Expert

0

OtomotifZone.com – Boyolali. Gelaran Superprix 2025 Final Series kelas Bebek 4T 150cc Expert menjadi kelas pertama yang menjalani sesi kualifikasi di Sirkuit Gokart Boyolali. Meski kondisi lintasan diguyur hujan dan masuk kategori wet race, para pembalap justru tampil agresif dan berani mengambil risiko.

Salah satu yang mencuri perhatian adalah Syirat Sauqi. Mengendarai Yamaha MX King racikan GDT Yogyakarta, Syirat langsung melesat sejak menit-menit awal dan mencatatkan waktu impresif 58.370 detik. Torehan di bawah satu menit dalam kondisi trek basah jelas menunjukkan stabilitas motor serta keberanian pembalap dalam memaksimalkan grip yang terbatas.

Di posisi kedua, hadir MX King dari tim PAC Manahadap yang digarap oleh RACETECH, dan ditunggangi oleh Agus Setyawan. Agus mampu mencatatkan waktu 59.208 detik, terpaut kurang dari satu detik dari Syirat. Performa konsisten dari Agus membuat persaingan posisi depan diprediksi akan berlangsung sengit saat race day.

Kualitas motor, pemilihan ban, serta adaptasi cepat terhadap kondisi basah menjadi faktor penentu pada sesi kualifikasi kali ini. Dengan jarak waktu yang relatif tipis antar pembalap papan atas, kelas Bebek 4T 150cc Expert dipastikan akan memberikan tontonan menarik pada putaran final Superprix 2025

Velg Jari-Jari Tetap Awet? Begini Cara Merawatnya dengan Benar!

0
Velg Jari-Jari Tetap Awet Begini Cara Merawatnya dengan Benar!

Velg merupakan salah satu komponen penting pada sepeda motor karena berperan menahan beban kendaraan, meredam getaran, dan meneruskan putaran ke ban yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan. Secara umum, ada dua tipe velg yang banyak digunakan, yaitu cast wheel dan spoke wheel (velg jari-jari).

Setiap jenis velg memiliki karakter berbeda. Cast wheel menawarkan tampilan modern dan kokoh, namun ketika mengalami keretakan biasanya tidak dapat diperbaiki. Sebaliknya, velg jari-jari dikenal lebih lentur, lebih ekonomis, serta bisa disetel ulang kekencangannya sehingga tetap nyaman digunakan. Kekurangan utamanya adalah material besi/baja pada jari-jari yang lebih mudah berkarat apabila kurang dirawat.

Menurut Ade Rohman selaku Sub Department Head Technical Training PT Daya Adicipta Motora menjelaskan, “Velg jari-jari punya keunggulan dalam hal kekuatan dan daya tahannya. Namun, keunggulan itu hanya bisa dirasakan jika pemilik motor rutin merawatnya, terutama menjaga kebersihan serta memastikan setiap jari-jari dalam kondisi kencang dan seimbang.”

Agar velg jari-jari tetap awet dan tampil optimal, berikut beberapa langkah perawatannya:

1. Rutin Membersihkan Velg

Velg jari-jari memiliki banyak celah kecil yang mudah menahan debu dan lumpur. Jika kotoran dibiarkan menumpuk, terutama pada velg berbahan baja, karat bisa muncul dan menyebar ke bagian lain. Bersihkan velg hingga ke sela-selanya, lalu keringkan dengan kain bersih setelah dicuci atau setelah melewati hujan.

2. Menjaga Tekanan Angin Ban

Karena umumnya menggunakan ban dalam (tube type), tekanan angin ban harus stabil. Tekanan yang terlalu rendah membuat beban velg meningkat ketika melewati jalan rusak. Sebagai acuan umum, gunakan tekanan sekitar 28 psi untuk ban depan dan 32 psi untuk ban belakang, kecuali motor Anda memiliki rekomendasi berbeda.

3. Memeriksa Kekencangan Jari-jari

Keistimewaan velg jari-jari adalah sifatnya yang dapat disetel. Jika ada jari-jari yang mengendur, motor bisa terasa tidak stabil. Lakukan pengecekan rutin untuk memastikan seluruh jari-jari dalam kondisi kencang dan seimbang.

Untuk perawatan yang lebih menyeluruh, lakukan pengecekan di AHASS secara berkala. Mekanik berpengalaman dapat mendeteksi masalah lebih dini, memastikan kondisi velg tetap aman, dan menggunakan komponen asli yang lebih tahan lama.

Jelang Final Superprix 2025 : Jordan Badaru Berjuang Beradaptasi Menjinakkan Underbone 2tak 130cc

0

​OtomotifZone.com – BOYOLALI – Persiapan intensif tengah dilakukan para pembalap jelang Final Round Superprix 2025 di Sirkuit Boyolali. Salah satu nama yang menarik perhatian adalah pembalap muda berbakat asal Surakarta, Jordan Badaru. Namun, sesi Free Practice (Latihan Bebas) kali ini menyajikan tantangan baru yang harus ditaklukkan Jordan.

​Jordan Badaru terlihat menggeber motor Yamaha 125z racikan andal dari Bima Aditya The Stroke55 Racing. Motor legendaris kelas Underbone 2-Tak 130cc ini rupanya masih menjadi “barang baru” bagi Jordan.

​Dalam jeda sesi latihan bebas, Jordan Badaru tidak sungkan mengungkapkan kesulitan yang dihadapinya. Meskipun dikenal lincah di lintasan, Jordan mengakui bahwa proses adaptasinya dengan Underbone 2-Tak 130cc ini masih panjang.

​”Baru pertama kali ini saya bawa Yamaha 125z,” ujar Jordan. “Masih belum menemukan feeling yang pas. Saya masih mencari-cari bagaimana cara menaiki UB130 ini dengan baik dan benar. Tadi hanya coba uji jalan sambil mengoreksi setiap sesi latihan. Semoga saja besok bisa tampil maksimal,” tandasnya penuh harap.

​Meski tengah berjuang di kelas underbone 2tak 130cc, Jordan Badaru menyatakan optimisme yang lebih tinggi pada motor lain yang akan dibawanya.
​”Kalau untuk Yamaha F1zr, kita sudah sedikit lebih baik, sudah ada feeling tinggal meningkatkan skill,” jelas Jordan.
​Di Final Superprix 2025 ini, Jordan Badaru membawa bendera kebanggaan tim ZIEAR The Stroke55 dengan kekuatan penuh. Tim ini menerjunkan empat amunisi andalan mereka yaitu ​Yamaha Jupiter Z1 130cc , ​Yamaha MX King 150cc Expert dan Novice,
​Yamaha 125z Underbone 130cc dan Yamaha F1zr.

​Melihat semangat Jordan untuk terus mengoreksi dan beradaptasi, serta dukungan penuh dari tim ZIEAR The Stroke55, aksi Jordan Badaru di Final Round Superprix 2025 Boyolali patut dinantikan.

Jelang Final Superprix 2025: Gepeng Tech Siapkan Pacuan UB 2t 130cc untuk Akbar Abud, Ingin Wujudkan Mimpi!

0

OtomotifZone.com – ​Boyolali – Arena final Superprix 2025 di Sirkuit Boyolali, Jawa Tengah, menjadi saksi ambisi besar dari mekanik kondang asal Wonogiri, Gepeng Tech. Di bawah bendera tim 112garage, Gepeng telah menyiapkan kuda pacu terbaiknya Yamaha 125z untuk bertarung di kelas Bebek 2t Underbone 130cc untuk pembalap andalan asal Banjar, Jawa Barat, Akbar Abud Afdallah. ​Hari Kamis (20/11) menjadi momen krusial bagi tim ini, di mana Akbar Abud terlihat serius melakoni sesi Free Practice.

Fokus utama tim saat ini adalah mengamankan gelar Juara Umum (General Champion) Superprix 2025. ​Posisi Akbar Abud di klasemen sementara sangat menjanjikan. Dengan perolehan poin yang berada di posisi terbaik, pembalap lincah ini hanya membutuhkan tambahan 4 poin saja untuk memastikan gelar Juara Umum berada di genggaman dan mengunci gelar full seri musim ini.

​Melihat peluang emas di depan mata, sang mekanik, Gepeng Tech, bertekad untuk mewujudkan mimpi besarnya bersama Akbar Abud. ​“Saya yakin dengan Akbar Abud. Saat Free Practice tadi, tidak ada koreksi yang terlalu serius. Yang penting motor bisa dipakai nyaman saat berakselarasi sudah cukup,” pungkas pria yang akrab disapa Mas Gepeng Wonogiri itu.

​Ia menambahkan, strategi utama tim adalah menjaga performa motor dan pembalap agar tetap prima. ​“Nanti kita akan push lagi saat Race. Fokus saat ini adalah memastikan motor berjalan sesuai harapan,” tutupnya.

​Seluruh mata kini tertuju pada aksi Akbar Abud Afdallah dan racikan mesin andalan dari Gepeng Tech di babak penentuan Superprix 2025. Gelar Juara Umum full seri telah menanti di ujung sirkuit Boyolali

CRF1100L Africa Twin Terbaru Siap Jadi Teman Jelajah Tanpa Batas Pecinta

0
CRF1100L Africa Twin Terbaru
CRF1100L Africa Twin varian warna Tricolor

OtomotifZone.com, Jakarta – PT Astra Honda Motor (AHM) menghadirkan tampilan baru CRF1000L Africa Twin dengan penyematan pilihan warna dan striping terbaru yang semakin merepresentasikan kekuatan dalam menjelajah. Perubahan ini membuat aura Adventure Rally sejati yang siap menemani para penjelajah dalam menaklukan berbagai kondisi jalan aspal maupun lintasan off-road.

CRF1100L Africa Twin memiliki varian warna baru yakni Matte Ballistic Black Metallic yang didominasi warna hitam dengan kombinasi striping abu-abu dan merah. Menemani varian warna hitam, pilihan warna Tricolor yang memadukan warna merah, biru dan putih juga tetap menjadi pilihan dalam menemani para pecinta Big Bike Adventure Tanah Air. Garis desain baru memberikan kesan lebih garang berciri khas tampilan motor adventure, dikombinasikan dengan racikan mesin yang bertenaga, dapat melengkapi gaya hidup petualang yang membanggakan.

Performa mesin CRF1100L Africa Twin bertenaga dan dilengkapi berbagai fitur canggih untuk
menghadirkan kesenangan saat berkendara, serta desain bodi ramping memudahkan pengendara dalam mengendalikan sepeda motor lebih baik di berbagai medan.

Marketing Director AHM Octavianus Dwi mengatakan CRF1100L Africa Twin dengan pilihan warna baru dihadirkan untuk menjawab keinginan para pencinta Big Bike Adventure Honda dalam menemani menjelajah pelosok negeri.

“CRF1100L Africa Twin terbaru menjadi pilihan konsumen untuk melengkapi gaya hidup berkendara,
terutama bagi mereka yang menyukai petualangan sejati. Performa tangguh dan fitur yang berlimpah dipastikan dapat memberikan pengalaman berkendara yang menyenangkan dalam menghadapi medan on-road ataupun off-road” ujar Octa.

Performa dan Fitur Andalan

Model ini memiliki mesin berkapasitas 1080 cc 4 stroke SOHC, mampu menghasilkan tenaga dan torsi yang besar dan siap melewati segala medan dalam perjalanan jauh. CRF1100L Africa twin kini mampu menghasilkan tenaga maksimal yaitu 75kW @7500 rpm dan torsi puncak mencapai 112 Nm @5.500 rpm.

Kompresi mesin model ini juga meningkat menjadi 10,5:1 dengan karakter tenaga yang kuat di semua putaran mesin. Pengaplikasian 4+2 riding mode tetap dipertahankan, memberikan kebebasan bagi pengendara untuk memilih mode yang sesuai dengan jalanan yang dihadapi yaitu mode tour, urban, gravel dan off-road. Sementara itu, untuk 2 riding mode tambahan memberikan pilihan mode yang dapat diatur sendiri oleh pengendara dalam menyesuaikan kebutuhannya dalam berkendara.

CRF1100L Africa Twin kini juga dilengkapi dengan fitur canggih terbaru di bagian suspensi yang
menggunakan Electronically Equipped Ride Adjustment (EERA) inverted front suspension. Suspensi ini memungkinkan pengendara untuk memilih pengaturan suspensi yang paling sesuai dengan keinginannya secara elektronik, sehingga memberikan kenyamanan dan kebanggan lebih saat mengendarainya. Suspensi ini dapat diatur dengan 4 pengaturan preload dan pengaturan custom mulai dari berkendara sendiri, hingga berboncengan dengan bagasi.

Tampilan depan CRF1100L Africa Twin terbaru memberikan kesan garang pada motor ini. Didukung dengan desain jok dan tangki bensin yang ramping berkapasitas 18,8 liter, membuat pengendara semakin tangkas dalam melintasi jalanan off-road. Kesan posisi berkendara dengan gaya rally dan off road pun hadir pada model ini.

Sasis CRF1100L Africa Twin mendukung tiga sektor utama, yakni performa saat off-road, kenyamanan saat turing, dan kelincahan ketika berkendara harian. Honda Selectable Torque Control (HSTC) sistem pada model ini hadir menawarkan tujuh tahap kontrol (mode), dan tiga level Wheelie Control dan Cornering ABS yang memungkinkan pengendara mendapat sensasi berkendara sesuai yang diinginkan.

Ketangguhan CRF1100L Africa Twin semakin diperkuat dengan fitur yang lengkap dan canggih di kelasnya. Africa Twin memberikan kemudahan mengendalikan bagi pengendara, dengan kehadiran 6 poros Inertial Measurement Unit (IMU) yang berfungsi untuk memonitoring kondisi motor ketika melakukan pengereman, cornering, dan berakselerasi.

Adjustable windscreen dengan design yang nyaman dapat diatur melalui lima level pengaturan, sehingga mampu meningkatkan visibilitas pengendara dengan tetap memberikan perlindungan dari angin ketika melakukan perjalanan jauh.

Tampilan full digital panel meter dengan fitur Android Auto dan juga Apple Car Play dengan koneksi
bluetooth dihadirkan untuk mempermudah pengendara mengintegrasikan dengan sistem operasi
smartphone ketika berkendara. Fitur-fitur canggih pada motor sport adventure ini pun mendukung
pengendara dalam melakukan touring jarak jauh. Full digital panel meter yang merupakan layar sentuh TFT dengan besar 6,5 inch menampilkan informasi yang lengkap seperti riding mode, temperatur udara, kecepatan, dan banyak informasi lain yang dapat diatur sendiri oleh pengendara.

Fitur DCT pada model ini dilengkapi dengan 2 mode, yaitu Mode D menawarkan keseimbangan terbaik antara konsumsi bahan bakar dan kenyamanan berkendara, sementara mode S memberikan tambahan performa sport. Kedua mode tersebut melengkapi hadirnya mode Manual Transmission yang dapat diatur sesuai kebutuhan para penggunanya. Ada juga ”G switch” untuk torsi lebih bertenaga pada RPM rendah saat melewati medan off-road. Saat fitur ”G” ini dimatikan, pengiriman tenaga akan lebih lembut. CRF1100L Africa Twin telah dilengkapi fitur cornering detect. Fitur ini berfungsi menghasilkan perpindahan gigi lebih natural saat melewati belokan.

AHM memasarkan CRF1100L Africa Twin varian warna Matte Ballistic Black Metallic dan Tricolor dengan harga Rp 647.542.000 (on the road DKI Jakarta). Model ini dapat dibeli di seluruh gerai Honda Big Wing yang tersebar di 9 kota di Indonesia.