OtomotifZone.com – Boyolali. Kelas Bebek 2T STD 116cc Expert pada Superprix 2025 Final Series menghadirkan tontonan seru ketika dua pembalap, Akbar Abud Afdalah dan Hafid Pratama, saling kejar sepanjang jalannya race. Keduanya tampil impresif di atas Yamaha F1ZR andalan masing-masing, menciptakan pertarungan yang intens sejak awal.
Dari catatan kualifikasi, Akbar Abud menjadi satu-satunya pembalap yang mampu membukukan waktu di bawah satu menit. Modal tersebut ia bawa ke race day, dan akhirnya terbayar tuntas setelah berjuang keras selama 15 lap.
Bayu Solebah, tuner sekaligus peracik F1ZR dari tim Bekantan Squad, mengaku puas dengan hasil yang diraih Akbar. Menurutnya, performa dan konsistensi sang pembalap menjadi kunci terselesaikannya race dengan baik di Sirkuit Gokart Boyolali.
Tekanan dari Hafid Pratama begitu terasa hingga garis finis. Hafid terus menempel tanpa memberi ruang kesalahan sedikit pun. Pertarungan keduanya akhirnya berujung pada selisih waktu yang sangat tipis, yakni +0.079 detik, membuat race ini menjadi salah satu yang paling menegangkan di kelasnya.
OtomotifZone.com – Boyolali – Race kelas Bebek 4t Tu 130cc Novice pada Superprix 2025 Final Series di Sirkuit Gokart Boyolali menghadirkan aksi yang keren dari Jordan Badaru. Lolos dari potensi kontak di tikungan pertama setelah start, Jordan langsung tampil percaya diri dan membuktikan diri sebagai yang tercepat di antara para rivalnya.
Sejak lampu start padam, Jordan langsung menggeber Yamaha Z1 racikan Bima Aditya. Tanpa ragu ia membuka pace sejak awal, meninggalkan rombongan belakang dan menguasai jalannya balapan. Dengan ritme yang konsisten, Jordan sukses melahap total 9 lap dan menjaga jarak aman hingga akhir.
Sirkuit Gokart Boyolali pun menjadi saksi keperkasaan Z1 garapan Bima Aditya yang tampil solid dan akurat sepanjang race. Kombinasi motor kompetitif dan eksekusi balap yang matang membuat Jordan mengunci podium pertama dengan meyakinkan.
“Start mulai langsung berusaha ke depan, Mas. Saya kurang tahu kalau ada insiden di belakang saya. Saya hanya berusaha memaksimalkan dulu, setelah jarak cukup jauh kita atur ritme balap dan jaga racing line agar tetap di posisi terbaik,” ungkap Jordan usai race.
OtomotifZone.com – Jambi. Adenan Racing Team menjadi salah satu warna baru dalam dunia balap garuk tanah di Jambi. Tim yang berasal dari Bukit 12, Bukit Suban, Sarolangun – Jambi ini resmi berdiri baru 4 bulan, namun sudah mengikuti 9 event balap di Jambi. Langkah yang luar biasa cepat bagi tim yang beranggotakan para pemuda Suku Anak Dalam (SAD).
Tim ini dimiliki oleh Adenan sebagai owner, dengan Nugraga sebagai manager dan didukung mekanik handal Riky Raga Team. Deretan pembalapnya kian menarik perhatian publik, karena seluruhnya memakai nama “Oleng”, yang kini menjadi ciri khas mereka di lintasan. Mereka adalah: Fauzan Oleng, Abdul Oleng, Rizky Oleng, Hanif Oleng, Putra Oleng, Sofian Oleng, Andi Oleng, dan Dimas Oleng.
Bukti Prestasi dari Suku Anak Dalam
Keinginan mereka jelas: punya pembalap GTX dan menjadi juara. Hasilnya pun tak mengecewakan. Dalam perjalanannya yang masih seumur jagung, Adenan Racing Team sudah mencatatkan podium 2 & 3 di beberapa kelas. Sebuah kebanggaan besar, karena kemungkinan besar ini adalah tim pertama dari Suku Anak Dalam di Indonesia yang turun dan berprestasi di ajang Grasstrack atau GTX.
SAD yang selama ini dikenal masyarakat sebagai suku yang hidup nomaden dan jauh dari perkembangan zaman, kini menunjukkan bahwa mereka juga mampu berprestasi dan bersaing di dunia olahraga otomotif.
Harapan: Dukungan Pemerintah & Stakeholder Balap
Dengan perjuangan yang tidak mudah, tim ini melakukan perjalanan hingga 10 jam dari desa mereka setiap mengikuti event.
Mereka berharap ada dukungan nyata dari pemerintah daerah, IMI, dan para bos balap tanah air:
“Jangan memandang sebelah mata sanak sanak kita dari SAD. Kami juga ingin berkembang dan berprestasi. Pernah dikecewakan panitia, tapi kami ingin terus maju,” ujar perwakilan tim.
Sekarang, mereka justru dikenal dengan sebutan Team Oleng di arena balap—nama yang semakin populer setiap kali mereka tampil.
Undangan Khusus di Final Kejurprov Grasstrack
Ketua panitia Mas Imam dari Sabak Trial Circuit mengundang langsung tim ini untuk ikut pada:
Final Kejurprov Grasstrack Bupati Tanjabtim 2025 (22-23/11) di Sabak Trial Circuit, Jambi
Kehadiran Adenan Racing Team menjadi bukti bahwa olahraga balap dapat menjadi ruang persatuan, membuka akses prestasi hingga ke pelosok.
Semangat yang Patut Diapresiasi
Perubahan zaman membawa harapan baru bagi Suku Anak Dalam. Dengan tekad dan keberanian, mereka menunjukkan:
“Kami ada, kami mampu, dan kami siap bersaing!”
Adenan Racing Team — dari hutan Jambi untuk prestasi Indonesia. Semoga dukungan datang dari semua pihak agar mimpi besar mereka terus melaju, bukan hanya sekadar Oleng, tapi terus menjadi pemenang! (Penulis : Helmi/Dewa)
Dominasi penuh ditunjukkan Chessy Meilandri pada kelas Bebek 2T STD 116cc Novice di gelaran Superprix 2025 Final Series yang berlangsung di Sirkuit Gokart Boyolali. Sejak awal lap, pembalap muda tersebut langsung menggebrak dengan motor milik tim Faenzo28 yang tampil agresif sejak start.
Begitu lampu start padam, Chessy tak menunggu lama untuk mengambil alih kontrol jalannya balapan. Ia langsung melesat ke posisi terbaik dan menciptakan jarak aman dari para pesaingnya. Lap demi lap dilalui dengan konsisten, hingga akhirnya gap akhir tercatat cukup jauh, yakni +2.917 detik dari HF Rasya yang harus puas finis di posisi kedua.
Chessy tampil tanpa banyak drama, fokus menjaga irama balap dan mempertahankan racing line agar tidak memberi peluang kepada rival di belakang.
“Saya sudah membikin jarak. Yang saya lakukan hanya menjaga ritme sampai finish dan tetap di racing line, karena kesalahan sedikit saja yang di belakang tentu langsung mendekat,” ungkap Chessy setelah race.
Kemenangan ini menegaskan keunggulan performa Chessy sekaligus menunjukkan kematangan strategi balapnya di kelas pemula.
OtomotifZone.com – Boyolali. Persaingan ketat tersaji di barisan depan kelas Bebek 4T TU 150cc Expert pada gelaran Superprix 2025. Sejak lampu start padam, atmosfer kompetitif langsung terasa ketika para pembalap berebut posisi terdepan demi mengincar podium tertinggi.
Pada race yang berlangsung selama 15 lap tersebut, Akbar Abud tampil konsisten dengan menjaga ritme balapnya sejak awal. Meski sempat tergeser ke posisi ketiga memasuki lap-lap akhir, pembalap yang dikenal memiliki karakter tenang itu tetap menjaga fokus agar tidak kehilangan grup depan.
Momen penentu terjadi pada tikungan terakhir di lap pamungkas. Dua pembalap di depannya mengalami insiden, menciptakan celah yang dimanfaatkan dengan sempurna oleh Akbar Abud. Dengan reaksi cepat dan penguasaan motor yang matang, ia berhasil menyelinap dan mengunci posisi terbaik hingga garis finis.
“Saya sempat tergeser di urutan ketiga. Selama 15 laps saya mempertahankan posisi supaya tetap di barisan depan. Tekanan begitu kuat banget. Alhamdulillah tadi ada celah, kita masuk dan finish pertama,” ungkap Akbar usai race.
Kemenangan dramatis ini sekaligus mengukuhkan kemampuan Akbar Abud dalam membaca situasi serta memanfaatkan momentum, menjadikannya sorotan utama pada final series kali ini.
Banyak kecelakaan sepeda motor ternyata bukan disebabkan oleh kecepatan tinggi atau manuver berbahaya, melainkan berawal dari kebiasaan kecil yang kerap diabaikan pengendara. Hal-hal sepele ini dapat berubah menjadi risiko besar apabila tidak diperhatikan dengan baik.
Instruktur Safety Riding Center DAM, Ludhy Kusuma, menjelaskan bahwa perilaku pengendara sehari-hari memiliki pengaruh besar terhadap keselamatan di jalan.
“Kecelakaan sering berawal dari kebiasaan kecil yang dianggap sepele. Jika pengendara lebih peka dan disiplin, banyak insiden dapat dicegah sejak awal. Ini adalah bagian dari upaya kami untuk terus mengedukasi pengendara agar selalu mengutamakan ‘#Cari_Aman’,” ujar Ludhy.
Berikut kesalahan kecil yang paling sering menjadi pemicu kecelakaan:
1. Lupa Mematikan Lampu Sein
Lampu sein yang tidak dimatikan setelah berbelok dapat membuat pengendara lain salah memahami arah motor. Situasi ini sering berujung pada tabrakan, terutama di jalan ramai atau area persimpangan.
2. Terlalu Dekat dengan Kendaraan Besar
Berkendara terlalu dekat dengan bus atau truk membuat pengendara masuk ke area blindspot. Motor menjadi tidak terlihat sehingga risiko terserempet atau tertabrak meningkat tajam.
3. Menggunakan HP Saat Berkendara
Mengecek pesan, melihat notifikasi, atau sekadar melirik layar dapat mengalihkan fokus dan memperlambat refleks. Sekali saja perhatian terpecah, pengendara bisa kehilangan kendali dan memicu kecelakaan.
4. Terburu-buru Tanpa Memperhatikan Situasi Sekitar
Keinginan cepat sampai membuat sebagian pengendara mengambil keputusan berbahaya, seperti menyalip sembarangan atau memaksa masuk celah sempit. Perilaku terburu-buru menjadi salah satu penyebab utama insiden di jalan.
5. Mengabaikan Safety Check Sederhana
Hal kecil seperti tidak mengecek tekanan ban, kondisi rem, atau lampu kendaraan sering diabaikan. Padahal, ban kurang angin atau rem tidak pakem bisa menyebabkan motor oleng dan sulit dikendalikan.
Ludhy menambahkan, “Keselamatan bukan hanya soal keterampilan berkendara, tetapi juga soal kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten. Semakin disiplin kita terhadap hal-hal kecil, semakin besar peluang untuk mengurangi risiko kecelakaan di jalan,” ujarnya.
OtomotifZone.com – Boyolali. Pertarungan pada race pertama kelas Bebek 4T 150cc Novice Superprix 2025 Final Series berlangsung sangat seru dan penuh tensi. Nicky Hayden, pembalap muda dari RMF Trans, tampil memukau setelah berhasil mengambil alih posisi terdepan dari rekan setimnya sendiri, Chessy Melandri, yang sebelumnya memimpin balapan selama 10 lap.
Aksi paling menegangkan terjadi di tikungan terakhir lap ke-10, ketika Nicky menemukan celah kecil dan langsung mengeksekusi overtake bersih yang membuatnya melesat ke posisi pertama. Meski kondisi sirkuit Gokart Boyolali masih basah akibat hujan sebelumnya, Nicky tetap tampil agresif tanpa kesalahan berarti.
Start dari grid kedua menjadi modal penting bagi Nicky untuk menjaga ritme sejak awal race. Usai berhasil mengambil alih pimpinan balap, ia segera menciptakan jarak aman dari para rival, termasuk rekan setimnya sendiri.
“Race kali ini cukup bikin tegang. Selain sirkuit yang licin karena masih basah, kami juga harus bersaing dengan rekan satu tim untuk merebut posisi terbaik. Selama ada kesempatan sedikit seperti di tikungan terakhir tadi langsung kita manfaatkan ,” ujar Nicky seusai balapan.
Kemenangan ini menjadi bukti ketenangan sekaligus kecerdasan balap Nicky Hayden dalam membaca situasi di lintasan. Race pertama ditutup dengan dominasi RMF Trans, namun momen overtake Nicky di tikungan terakhir menjadi highlight yang paling mengesankan.
OtomotifZone.com – Boyolali, Di balik kemenangan yang di raih Aditya Fauzi pada race pertama kelas Bebek 4T 150cc Expert di Final Superprix 2025, tersimpan racikan matang dari sang mekanik andalan Sakty Mlethiz dari MBKW2 Yogyakarta. Mx King garapan MBKW2 tersebut bukan sekadar motor balap biasa, melainkan hasil sentuhan detail yang membuatnya mampu tampil dominan.
Menurut komandan tim Yuyun Setyoko, MBKW2 menerapkan salah satu komponen terbaru pada MX King tersebut. Komponen itu adalah Per Klep hasil risetan No Limit Racing Team, sebuah part yang sebenarnya sudah lama dikembangkan, namun yang terpasang kali ini adalah versi riset terakhir, versi final yang siap dipakai sekaligus siap beredar di pasaran.
Sang mekanik mengungkapkan bahwa per klep ini telah melalui serangkaian pengujian dan penyempurnaan. “Per klep ini sudah beberapa kali kita riset, dan ini yang paling bagus. Dengan panjang 38,5 mm, karakteristiknya tidak terlalu keras dan tidak terlalu lunak,” jelas Sakty Mlethiz.
Karakter yang seimbang itulah yang membuat per klep ini mampu bekerja optimal pada putaran mesin tinggi tanpa mengorbankan durabilitas. Kombinasi setting mesin MBKW2 dan part final riset No Limit ini menjadi salah satu faktor kunci yang membuat MX King 150cc tunggangan Aditya Fauzi tampil begitu stabil dan bertenaga sepanjang race.
OtomotifZone.com – Boyolali. Penampilan gemilang ditunjukkan pembalap bernomor 177, Aditya Fauzi, pada final Superprix 2025 yang berlangsung di Sirkuit Gokart Boyolali. Di kelas Bebek 4T 150cc Expert, Aditya tampil sebagai juara di race pertama dengan performa yang sangat dominan.
Sejak lampu start padam, Aditya langsung tancap gas dan merangsek ke barisan depan. Ia berhasil menyalip beberapa pembalap sekaligus, termasuk Akbar Abud, yang sebelumnya memimpin lomba selama 7 lap. Mengandalkan Yamaha MX King racikan Sakty Mlethiz MBKW2, Aditya tampil percaya diri dan konsisten menjaga ritme balapnya.
Memasuki pertengahan lomba, Aditya mulai membuka jarak dan meninggalkan para rivalnya tanpa memberi celah sedikit pun. Kecepatan dan stabilitasnya berbuah manis dengan gap kemenangan yang sangat meyakinkan, yakni +7.037 detik dari posisi dua.
Bersama No Limit Racing Team, kemenangan ini menjadi momen manis bagi Aditya Fauzi. Senyum lebar tampak dari paddock tim, menandakan betapa berharganya hasil yang diraih di seri final Superprix 2025 tersebut.
Persaingan kelas Bebek 4T TU 130cc Novice pada gelaran Superchallenge Superprix 2025 Final Round di Sirkuit Gokart Boyolali, cukup bikin tegang dari sisi persaingan maupun sirkuit yang nampak licin pada sesi Qualifying, Syirat Syauqi tampil menjadi pusat perhatian berkat performanya yang semakin konsisten.
Pembalap asal Aceh itu berhasil mencatatkan lap time 59.618 detik, sekaligus menjadi satu-satunya rider yang mampu menembus waktu di bawah satu menit pada sesi kualifikasi. Catatan tersebut menempatkannya di posisi terdepan dan menjadi sinyal kuat bahwa ia siap menjadi ancaman besar di balapan final.
Di belakang Syirat, Fajar Shoidq dari Jawa Timur mencatat waktu 1:00.428, tertinggal 0.810 detik. Sementara itu, posisi ketiga ditempati M. Jordan Badaru dari Jawa Tengah dengan catatan 1:00.548 setelah melahap 12 lap. Ketiganya menjadi trio pembalap terdepan yang menunjukkan stabilitas dan kemampuan adaptasi tinggi di lintasan Boyolali yang memiliki panjang 1.300 meter.