OtomotifZone.com – Solo. Berikut adalah hasil dari kejuaraan Indo Dragbike Championship (IDC) Kawahara Djava K2R 2025, Putaran kedua yang berlangsung di sirkuit NP Lanud Gading Wonosari, Yogyakarta.





OtomotifZone.com – Solo. Berikut adalah hasil dari kejuaraan Indo Dragbike Championship (IDC) Kawahara Djava K2R 2025, Putaran kedua yang berlangsung di sirkuit NP Lanud Gading Wonosari, Yogyakarta.





OtomotifZone.com – Solo. Seri kedua Kawahara Djava K2R IDC 2025 yang berlangsung di Sirkuit Lanud Gading, Wonosari, Gunung Kidul, Sabtu (14/6), kembali menghadirkan persaingan sengit di kelas FU Porting 155cc. Di tengah ketatnya persaingan, tim Gak Udah Udah Sahabat Pertamina AJM 12 DONTA (G.U.U AJM) sukses mengunci 3 podium terhormat dan membuktikan kualitas risetan mereka yang kian matang.
Rony Copin berhasil keluar sebagai juara pertama dengan catatan waktu 7.532 detik, disusul rekan satu timnya Ilham Loco di posisi kedua dengan 7.553 detik. Sementara posisi ketiga kembali diamankan rider G.U.U AJM lainnya, Deby Ap, dengan torehan waktu 7.594 detik. Dominasi penuh tim G.U.U AJM menjadi bukti bahwa paket FU 155cc racikan Yusuf Sholekan benar-benar tampil stabil dan konsisten.

Salah satu rahasia kestabilan performa mereka tak lepas dari penggunaan part berkualitas, salah satunya gear belakang aluminium karya Donta Part. Material aluminium yang dipakai terbukti tidak mudah aus, bahkan setelah melewati beberapa balapan dengan tensi tinggi. Setup final gear 13-45 juga menjadi kunci penting untuk menjaga akselerasi sekaligus top speed yang pas di trek lurus 201 meter
Kemenangan ini juga menjadi bukti sinergi solid antara rider, mekanik, dan part pendukung produksi lokal yang kini tak kalah saing di arena nasional.

OtomotifZone.com – San Marino. Tema pertarungan seri-seri kali ini terus menampilkan duel Toprak Razgatliouglu dengan Nicolo Bulega. Persaingan mereka seperti seri kemarin di Most Cekoslovakia berlanjut di seri World Superbike sirkuit Misano San Marino 14 Juni 2025 pekan ini.
Meskipun mencatatkan waktu terbaiknya sebagai Pole Man tapi Bulega mendapat penalti turun 3 posisi, dia melambat di line dengan kecepatan sedang. Turun dari posisi terbaiknya dia tetap kuat di baris depan. Terbukti setelah start dia langsung di posisi terdepan memanfaatkan kesalahan beberapa termasuk Toprak yang sempat melebar di lap awal.
Moment “Out” ternyata terjadi juga kepada Bulega. Toprak langsung merebut posisi terdepan. Bulega santai kencang di belakang pembalap asal Turki itu entah bermain-main atau pemberi ruang kepada Toprak dia hanya sebentar memimpin jalannya balap setelah toprak mengambil alih posisinya. Karena beberapa. Bulega terlihat melambat kadang terlihat mendekat. Sepertinya akan ada momen seperti saat di Portugal kemarin dimana lap terakhir Bulilega overtake Toprak di garis finish.
Namun menjelang lap akhir ternyata ada pergerakan dari Bulega. Ia mendekat! Riding style mereka hampir sama dalam beraksi. Tekanan Bulega ternyata membuat Toprak Razgatliouglu bergerak agresif lagi. 2 putaran terakhir dia berhasil menjauh lagi sampai akhirnya bendera berkibar. Toprak juara di depan rumah Bulega.
Pertarungan mereka meninggalkan lawan di belakangnya 16 detik. Pergerakan point klasemen tetap di pimpin Bulega dengan 272 di susul Toprak 246. Gap 26 point jarak keduanya makin merapat.


Di Indonesia, sepeda motor hadir dalam tiga jenis transmisi utama: automatic (matik) yang mendominasi di jalan raya karena kepraktisannya, manual dengan kopling yang umum digunakan pada motor sport, dan Dual Clutch Transmission (DCT) yang biasa ditemui di lini Big Bike Honda.
Meskipun motor matik lebih digemari karena mudah digunakan cukup gas dan rem, banyak pengendara yang tetap memilih motor kopling karena alasan performa dan kendali yang lebih maksimal, terutama di medan menanjak seperti daerah perbukitan.
Motor kopling manual menawarkan beberapa keunggulan, seperti tenaga mesin yang lebih responsif, kemampuan pengereman lebih optimal berkat engine brake, serta penampilan yang lebih sporty dan maskulin. Namun, sebagian orang masih merasa ragu karena belum terbiasa mengoperasikan sistem kopling dan perpindahan gigi.
Padahal, dengan latihan dan pemahaman yang benar, mengendarai motor kopling bisa sama nyamannya dengan mengendarai motor matik. Berikut beberapa tips dan panduan dasar untuk pemula yang ingin belajar mengendalikan motor kopling manual:
Motor kopling tidak bisa langsung dijalankan seperti motor matik. Pastikan gigi dalam posisi netral sebelum menyalakan mesin menggunakan starter.
Setelah mesin menyala, tarik tuas kopling sepenuhnya, lalu injak tuas persneling ke arah depan untuk masuk ke gigi satu. Lepaskan kopling perlahan sambil sedikit memutar gas agar motor mulai bergerak mulus.
Gigi satu dimasukkan dengan menekan tuas ke depan. Untuk naik ke gigi dua, tiga, dan seterusnya, tuas diangkat ke atas. Sementara untuk menurunkan gigi, injak kembali tuas ke arah depan.
Naikkan gigi saat putaran mesin tinggi (dapat dilihat di indikator RPM). Turunkan gigi saat kecepatan menurun agar mesin tetap stabil.
Bagi pemula, belajar mengendarai motor dengan kopling memang membutuhkan adaptasi. Ada beberapa kesalahan yang kerap dilakukan saat awal belajar, dan penting untuk memahami serta menghindarinya agar proses belajar lebih cepat dan aman.
Beberapa tipe motor Honda saat ini juga sudah dilengkapi dengan fitur gear position indicator pada panel meternya, sehingga memudahkan pengendara pemula untuk mengetahui posisi gigi yang sedang digunakan. Fitur ini sangat membantu dalam proses belajar, terutama saat harus menyesuaikan antara kecepatan dan perpindahan gigi.
“Salah satu kendala yang sering dialami pemula adalah mesin mati saat mulai jalan karena bukaan gas dan pelepasan kopling yang tidak seimbang. Biasanya karena kopling dilepas terlalu cepat tanpa memberi gas yang cukup. Tapi dengan latihan, koordinasi tangan akan terbentuk.” ujar Ludhy Kusuma, Safety Riding Development Section Head PT Daya Adicipta Motora.
“Kesalahan lain yang sering terjadi adalah jari terus-menerus berada di tuas kopling saat berkendara. Ini bisa membuat tarikan motor tertahan dan mempercepat keausan kampas kopling. Gunakan kopling hanya saat diperlukan, seperti saat ganti gigi atau berhenti,” tambahnya.
Memahami dan menghindari dua kebiasaan ini bisa membantu proses belajar lebih cepat, membuat pengalaman berkendara jadi lebih menyenangkan, dan tentunya memperpanjang usia komponen motor.
Apapun jenis motor yang dikendarai, selalu gunakan perlengkapan berkendara seperti helm, jaket, sarung tangan, dan sepatu tertutup untuk selalu #Cari_Aman di jalan raya. Perlengkapan ini bukan hanya soal gaya, tapi menjadi perlindungan penting saat menghadapi risiko di jalan.
OtomotifZone.com – Wonosari . Seri kedua Kawahara Djava K2R IDC 2025 yang digelar pada Sabtu, 14 Juni 2025 kembali menampilkan dominasi Adit Setiawan di kelas Bebek 4T TU 200cc Non Injeksi. Mengusung bendera Fanterra Racing Exhaust FTR 17 Wijaya, Adit tampil sangat solid dan berhasil mengamankan posisi teratas.
Adit mencatatkan waktu ET (Elapsed Time) terbaik di angka 6.931 detik. Dengan reaction time yang sangat baik di angka 0.035 detik, Adit membuktikan kemampuan start yang prima serta kestabilan motor Racikan Aris Wijaya di lintasan 201 meter Lanud Gading Wonosari.
Tak hanya Adit, rekan-rekan pesaing lainnya juga tampil kompetitif. Di posisi kedua ada Kiki Paiko (Jogja) dari tim BJL Racing dengan catatan 6.943 detik, disusul oleh Raka Komang (Kediri), yang juga dari Fanterra Racing Exhaust FTR 17 Wijaya, di posisi ketiga dengan catatan 7.005 detik.
“Kita hadir kesini full Team, tak sia-sia persiapan jauh hari sudah kita lakukan & menjadi bukti kuat bahwa nama Wijaya Racing masih ada untuk pertarungan Bebek 4t tu 200cc, ” bilang Aris Wijaya

OtomotifZone.com – Wonosari — Persaingan panas di kelas Sleep Engine kembali tersaji di sesi kualifikasi Indo Dragbike Championship (IDC) 2025 Seri 2 yang berlangsung di Sirkuit Lanud Gading, Wonosari, Gunung Kidul, Sabtu (14/6). Deska Anak Langit, pembesut dari No Limit Racing Team, tampil gemilang dengan mencatatkan waktu tercepat 7.143 detik.

Catatan ini menempatkan Deska di posisi teratas babak kualifikasi Mix Sleep Engine 200cc
, sekaligus mengungguli rival-rival berat yang juga tampil konsisten sepanjang sesi. Dengan torehan tersebut, Deska dan tim No Limit Racing Team menunjukkan bahwa mereka datang ke seri kedua dengan persiapan matang.
Sleep Engine sendiri merupakan salah satu kelas yang menjadi pusat perhatian di IDC 2025. Selain menuntut skill pembalap, settingan mesin sleeping yang mengandalkan efisiensi power dan akselerasi menjadi kunci utama untuk mencetak waktu terbaik di lintasan 201 meter.
Beberapa nama besar lainnya juga tampil menjanjikan, seperti Yudies Kurcaci dari Rizky Motorsport dan M. Alif dari ADM Official Makassar, yang sama-sama membukukan waktu ketat dan siap memberikan perlawanan sengit di sesi final race.
Dengan hasil kualifikasi ini, Deska kini berada di posisi ideal untuk mengamankan podium utama. Jika konsistensi performa motor tetap terjaga, Deska berpeluang besar menambah koleksi poin pada Kawahara Djava K2R IDC 2025
Wonosari – Seri kedua Indo Dragbike Championship 201m Series 2025 yang berlangsung pada Sabtu, 14 Juni 2025, kembali menghadirkan persaingan sengit di kelas DB 2 – Pro IDC 1 – Bebek 4T TU 130cc (Point) – 110 Kg. Kali ini, tim Fanterra Racing Exhaust FTR 17 Wijaya sukses menunjukkan dominasinya lewat dua pembalap andalan mereka, Adit Setiawan dan Raka Komang.
Pada sesi kualifikasi, Adit Setiawan (Jatim) yang memperkuat Fanterra Racing Exhaust FTR 17 Wijaya berhasil mencatatkan waktu tercepat dengan ET (Elapsed Time) 7.648 detik. Catatan ini mengantarkannya ke posisi puncak kualifikasi, sekaligus menjadi kandidat kuat untuk meraih podium di sesi final.
Tak hanya Adit, rekan setimnya, Raka Komang asal Kediri juga tampil impresif dengan ET 7.782 detik , menempatkannya di posisi kelima. Hasil ini membuktikan kekuatan Jupiter 130cc racikan Fanterra Wijaya yang tampil sangat konsisten di lintasan lurus 201 meter.
Persaingan ketat juga datang dari Wildan Kecil (Jateng) dari tim No Limit Racing Team yang mencatatkan ET 7.709 detik di posisi kedua, serta M Alif (Makassar) dari ADM Official Makassar QTT RC3 Racertees di posisi ketiga dengan ET 7.712 detik.
Dengan hasil kualifikasi ini, tim Fanterra Racing Exhaust FTR 17 Wijaya mempertegas bahwa Bebek 130cc miliknya juga mampu bersaing. Menarik untuk ditunggu bagaimana kiprah mereka di babak final, apakah mampu mengunci podium terbaik???

OtomotifZone.com – Jakarta. Dunia balap motor tanah air kembali diramaikan dengan kehadiran LFN HP 969 Road Race Championship 2025 yang akan digelar di Sirkuit Gelora Bung Tomo, Surabaya, pada 28–29 Juni 2025. Ajang ini merupakan seri pembuka (Round 1) dari kejuaraan bergengsi yang selalu dinantikan para pembalap nasional.
Dalam gelaran kali ini, panitia menghadirkan promo spesial untuk memacu antusiasme peserta. Sebanyak 150 pcs ban akan dibagikan secara gratis kepada para pendaftar awal. Rinciannya, 75 pendaftar pertama di kelas Expert dan 75 pendaftar pertama di kelas Novice berhak mendapatkan 1 pcs ban secara cuma-cuma.
Event ini berada di bawah naungan LFN dan HP969 Racing Team, serta didukung oleh berbagai sponsor ternama seperti Aspira Premio, RCB, MCI, SSS, UMA Racing, KYT, NHK, dan lainnya.
Bagi yang berminat untuk ikut serta atau mendapatkan informasi lebih lanjut, kalian bisa hubungi panitia melalui WhatsApp di nomor 0821-7993-9282 (Davied). Informasi resmi dan pendaftaran juga bisa diakses melalui laman dragonracingevent.com.
Jangan lewatkan kesempatan emas ini! Segera daftarkan diri dan rebut kesempatan mendapatkan ban gratis di ajang balap paling ditunggu tahun ini.
Otomotifzone.com — CIKARANG. Setelah menyatakan keinginannya untuk terjun dalam dunia meracik mesin. Kini secara pasti, dirinya benar-benar ingin menjadi seorang mekanik muda.
Sempat mencicipi megahnya dunia otomotif — Racing Indonesia sejak belia. Menjadi modal utama, bagi Faisal alias Ichank Hatori yang terkenal dengan tim Hatori Racing di Drag Bike sangat berbahaya kala itu.
Berlokasi di kawasan rumahnya, Telaga Asih, Kabupaten Bekasi — Cikarang Barat, Jawa Barat. Dirinya semakin menekuni hal meracik mesin-mesin kendaraan.
Dari menjalankan jasa operasi mesin harian, namun juga sampai ke mesin-mesin dengan spesifikasi besar dan butuh keseriusan tinggi.

“Lokasi sekarang sudah sedikit bergeser dari sebelumnya. Mengandalkan halaman rumah yang disiapkan semaksimalnya. Dari harian sampai modifikasi mesin kita terima kerjakan,” ucap dari Ichank dan Imam Hatori langsung kepada Penulis.
Tidak tanggung-tanggung, meski terbilang masih seumur jagung dalam dunia mekanik. Akan tetapi untuk pelanggannya sendiri, sudah banyak tembus sampai ke luar pulau.
Selain itu juga, keberuntungannya sangat berpihak untuknya. Sebab untuk setiap harinya, tercatat tidak pernah akan sepi dari pengerjaan. Dirinya tidak sendiri, karena dibantu dengan adiknya, seperti Imam yang nyatanya meniru jejak Ichank.
“Alhamdulillah untuk setiap harinya ada terus engga pernah kosong. Rekor juga kemarin saat puasa dan jelang lebaran. Bengkel full masuk mesin-mesin motor,” ungkap dari pemilik nomor #69 kembali.
Bagi Otozoners yang berada di wilayah Cikarang dan sekitarnya, buat yang ingin dan penasaran bisa untuk langsung mendatangi workshop Hatori Privater. Tersedia dalam Google Maps, “Bengkel Hatori Privater”.