Beranda blog Halaman 3200

Pengukuhan IMBI Banyumas

Aman Berkendara

OtomotifZone.com – Purwokerto, Tanggal 1 Agustus 2009 merupakan hari bersejarah bagi Ikatan Motor Besar Indonesia chapter Banyumas. Hajatan yang di gelar di pelataran GOR Satria Purwokerto ini mengundang banyak simpati warga. Bagaimana tidak, raungan kenalpot dari mesin motor berkapasitas besar menggema di kota Purwokerto.

“Sebenarnya inti acaranya adalah pengukuhan IMBI Banyumas, namun dikemas berbeda. Ditambah dengan beberapa acara entertainment” papar Anto Seto selaku Humas IMBI Banyumas. Dimulai dengan foto bareng moge, live music, HP Photograph, DJ Party, Aerobic, Dancing Competition, Safety Riding, Sampai kegiatan social Donor Darah. Dilanjutkan rolling thunder ke Pantai Teluk Penyu Cilacap.

Pengukuhan ini dihadiri oleh seluruh anggota IMBI dari segala penjuru Indonesia. Hmmm… Purwokerto menjadi lautan moge. Termasuk klub moge di luar IMBI pun ikut hadir sperti MBC (Motor Besar Club). Tak hanya moge saja rupanya hampir semua komunitas motor bergabung, sperti Satria FU Club, Honda Tiger Club, Mio Cute Club dan beberapa klub bebek lainya. “Misi kita selain adalah mempersatukan klub dan komunitas motor tanpa ada batasan” papar Anto Seto.

Setelah dikukuhkan komunitas moge Banyumas telah resmi menjadi bagian dari IMBI. Namun ada beberapa hal yang sangat ditekankan oleh IMBI. “Kami berharap agar seluruh anggota IMBI mempunyai basic dan pengalaman dalam mengendarai motor gede” jelas Purnawirawan Jenderal Rusman Hadi selaku ketua umum IMBI. “Safety riding atau berkendara dengan aman, nyaman dan tidak ugal-ugalan” imbuh paketu Rusman Hadi.

Makanya dalam event kemarin diadakan safety riding course yang bekerja sama dengan Satlantas Banyumas, “Kita berusaha memberikan pengetahuan mengenai pemahaman safety riding” ungkap Dr. Iman Solichin selaku ketua IMBI Banyumas kepada OtoZone. Ternyata hal ini dapat terlaksana dengan baik, terbukti beberapa klub bebek, matic dan tiger ikut berpartisipasi mengikuti safety riding. (Penulis dan Foto : Uung Feri)

Mio Banjar Club (MBC) Banjarpatroman

Membawa Pesan Daerah

OtomotifZone.com – Motor Tesa Kaunang (Yamaha Mio, red) memang sedang booming dibelahan nusantara. Demikian pula dengan klub motor yang berbasis skutik ini pun ikut merebak. Seperti halnya klub mio dari Banjar, Jawa Barat yang tenar dengan nama Mio Banjar Club (MBC) ini. Meskipun begitu mereka enggan disebut klub yang hanya ikut-ikutan saja.

“Kita punya AD/ART klub dan kita juga punya komitmen serta misi dan visi ditubuh MBC” tegas Agung yang ketua klub. Wah, mantap tuh. Memang klub yang berdiri pada 13 Agustus 2005 mempunyai komitmen bahwa tujuan mereka mendirikan klub adalah untuk menjalin persaudaraan antar anggota dan klub lain.

Sedangkan visi dan misi MBC adalah membawa nama baik kota Banjar agar dikenal oleh masyarakat luas serta menjalin persahabatan dengan klub-klub lain di luar kota Banjar. “Hal itu kita sampaikan saat turing ke luar kota. Kita juga mempunyai keinginan menyapa seluruh klub se Indonesia. Caranya gimana ya…?” tutup Ali Rosmawan selaku wakil ketua MBC. OtoZone tunggu kedatanganya di Banyumas. (Penulis & Foto : Uung Feri)

MIO BANJAR CLUB (MBC)

KETUA : AGUNG

WAKIL : ALI ROSMAWAN

BENDAHARA : APEP

SEKRETARIAT  :

JL. PANGANDARAN NO.388

TANJUNG SUKUR, BANJAR, JAWA BARAT

HP. 081323140089

S’MOC (Sragen Mio Otomatic Community)

Lahirnya Otomatic Sragen

OtomotifZone.com – Menciptakan sesuatu pasti sangatlah bangga. Apalagi kalau hal itu sangat berhubungan dengan hobi. Wah, pokoknya gak akan habis untuk diceritakan, meski bumi hampir terbelah.

Kalau ada yang harus bangga adalah masyarakat kota Sragen, Jawa Tengah. Terlebih bagi mereka yang ikut memperjuangkan berdirinya S’MOC alias Sragen Mio Otomatic Community.

“Hampir setahun aku mondar-mandir dengan mio kesayanganku ini, tapi gak pernah ketemu dengan anak klub mio dikota ini” kenang Djoko Slamet Waharto alias Memet pada OtoZone. Padahal pengendara mio di Sragen sudah ratusan lebih. Berpatok pada hal tersebut Memet pun gak mau ambil pusing. Akhirnya undangan yang berbentuk sederhana tersebar keseluruh pengguna mio di Sragen.

Hebatnya, pas rapat hari pertama sudah terkumpul hampir 40 pengendara mio. Setelah mereka bertemu berbagai pendapatpun bermunculan. Kemudian rapat dilanjutkan lagi pada tanggal 18 Desember 2005.

Nah, pada rapat inilah para penggemar mio menemukan kebulatan tekad. Alhasil nama S’MOC ditetapkan sebagai nama klubnya, yang diputuskan atas dasar kebersamaan.

Anehnya lagi hampir seluruh pemilik kendaraan otomatic yang feminin ini adalah juragan konter handphone. “Selain tambah teman mereka juga bisa tukar informasi tentang toko seluler mereka, he… he…” canda Memet yang akhirnya terpilih sebagai ketua klub.

Oakley… maju terus sobat…! Siapa ikut… ? (Penulis & Foto : Uung Feri)

Struktur S’MOC

Ketua: Djoko Slamet Waharto (Memet)

Wakil ketua: Putut/ Puji

Bendahara: Ningsih

Humas : Sriyanto (Gembuk)

Sekretariat : Jl. Raya Sukowati 402, Sragen, Jawa Tengah

Telp : 0271-7086212

Yamaha Owner Community(YOC)Cilacap

Terlahir Kembali

OtomotifZone.com – Meskipun tidak sesuai dengan keinginan Bayu Respati dan Arif Cahyadi namun klub yang tergabung dalam Yamaha Owner Community (YOC) ini tetap solid. Pasalnya duo pendiri klub ini berkeinginan anggota yang masuk adalah penyemplak Jupiter. Namun kenyataanya penyemplak mio pun ikut gabung. “Itu usulan dari teman-teman, kita sih oke saja. Sebelumnya kita pakai nama Jupiter Owner Community (JOC)” serentak Arif dan Bayu.

Dengan berubahnya nama berarti ada prosesi peresmian klub kembali dong prend. “Itu harus dilaksanakan dan sekalian syukuran ganti nama” ungkap Arif Cahyadi selaku koordinator klub yang sudah merekruit 20 anggota. Makanya pada 10 Juni 2006 ditetapkan sebagai lahirnya kembali klub Yamaha Owner Community Cilacap.

“Seolah kita terlahir kembali ke dunia. Harapanya klub ini tetap solid sampai kapanpun” tutup Bayu Respati ketua umum YOC. Keep on rollin prend…! (Penulis & Foto : Uung Feri)

YAMAHA OWNER COMMUNITY(YOC)CILACAP

Ketua        : Bayu Respati

Kordinator   : Arif Cahyadi

 

Sekretariat  :

Jl.RE Martadinata no.46, Cilacap, Jawa Tengah.

(0282)535831

Estillo Klangenan…!!!

OtomotifZone.com – Bagi Subhan Maulana cinta adalah segalanya. Oops… terlebih ketika pria yang akrab disapa Aan ini bertemu dengan Novi Berlian Wulandari serasa hidup lebih hidup. “karena keinginanku semasa remaja, kelak suatu saat aku punya pacar aku pasti bikin ceweku makin kesengsem“ buka Aan, suiiitttt suiittt,… cetok… cetok…. Girang tak kepalang. Luapan kegembiraan itu tersiratkan pada Honda Estillo produksi tahun 1994 tungganganya. Aw…aw… sebenernya cinta siapa sich,…?

Biar tampilan mobil bernuansa romantis serta sesuai dengan keinginan Novi. Maka Bengkel Cat Berdikari, Banyumas disambanginya. Alhasil guyuran warna orange dari cat merek sikken dominan dimobil Aan. “Ini warna favorit Novi“ celetuk warga Kebulusan, Kebumen, Jawa Tengah.

Ssst… coba tengok ruangan mobil tempat Aan dan Novi bernostalgia. Suguhan warna orange pada dashboard dipadu kuning gading pada kulit jok bikin suasana tambah syahdu. Wah makin kesengsem aja nih…

Bengkel Kowloon Car Audio dibilangan Jl. Gedong Kuning, Jogjakarta dipercaya menangani urusan peranti pemanja telinga. Alunan musik keluar sempurna dari tape Pioneer EEQ Mosfet. Setelah diproses oleh Power Perfoma gebukan bas terdengar empuk dengan Subwoofer Rockford Fosgate 12 inchi. Dentuman lagu–lagu cinta mengiringi roda-roda asmara saat berkeliling dikota yang terkenal dengan genting soka. Wah, romantis banjeeeet… sob,…

Untuk urusan dapur pacu pria kelahiran kota batik Pekalongan ini lebih demen dengan mesin bawaan pabrik. Pasalnya setiap bepergian Aan gak pernah ngebut. “Pelan kan lebih asyik…“ tutup pria kelahiran 1976 ini. Kini Aan telah melepas masa lajangnya dengan meminang Novi. Serasa dunia milik berdua, yang lain cuma ngontrak. Welah-welah cinta memang buta. Selamat menempuh hidup baru, semoga bahagia. (Penulis & Foto : Uung Feri)

 

DATA MODIFIKASI

Cat                   : Sikken Mitsubhisi

Stir                  : Momo

Tweeter               : Kenwood

Middle                : Kenwood

Velg                  : Amac Alloy Whell

Ban              : Ecsta Supra 195/50 – 16

Moto Guzzi Siap Brojolin Cafe Racer di 2011

OtomotifZone.com – Ssstt..Info bagus nich buat Cafe Racer maniac. Ceritanya Moto Guzi di t ahun 2011 mendatang bakalan ngeluarin seri khusus seri V7nya dengan tampilan Cafe Racer.
Begini nich tampangnya…

Motor yang dikasih nama 2011 The V7 Clubman Racer ini basicnya emang dari V7 Classics model’s. Jadi beberapa part masih jiplek dengan versi aslinya. Misalnya tangki sama ban.

Monggo dilihat aslinya ini…

Perbedaan utama terletak pada tangki yang pake chrome dan sasis yang dikasih warna merah menyala. Di situs mbike.com, ditulis begini : The motorcycle features a leather strapped chrome tank created using what Moto Guzzi calls an innovative metal particle deposition technology. The red frame was inspired by the earlier V7 Classic models, and is paired with the matching red hubs and swingarm.


Sedang untuk urusan dapur pacu, dijelasin begini : Technically, the V7 Racer is similar to the V7 Cafe. At the heart of the machine is a 744cc 90-degree V-Twin engine which delivers a slightly disappointing 49hp at 6800 rpm and 40 ft-lb of torque at 3600.

Untuk shockbreakernya, udah pake Marzocchi di bagian depan dan Bitubo full adjustable di bagian belakang. Pengereman dijamin pakem karena pake Brembo 320mm di depan dan 260mm di belakang. Hmmm…bikin ngiler nich…


Belum diketahui kapan waktu tepat launchingnya. Yang jelas, motor ini sebelumnya pernah diperkenalkan dalam EICMA Show 2010. Saat itu mereka bilang kabar produksi motor ini adalah tidak benar. Nah, untuk 2011 mendatang, kabar itu sudah nggak dibantah lagi. (cb79)

Nich Spesifikasinya
Engine and transmission
Engine type: 2 cylinders, 4-stroke, 90° V-twin
Displacement: 744 cc (45.46 cubic inches)
Bore × stroke: 80 mm × 74 mm (oversquare – shortstroke)
Cooling system: Air cooled
Power: 48.95 HP (36 kW) @ 6800 rpm
Torque: 58 Nm (5.91 kg-m) @ 3200 rpm
Throttle: Cable operated
Valves
Valve train: DOHC, variable
Valves per cylinder: 4
Fuel and ignition
Sparks per cylinder: 1
Engine mounting: Transverse
Lubrication system: Wet sump
Gear box: Manual 5-speed
Clutch: Wet, single plate, cable operated
Final drive: Chain
Starter: Electric

Chassis and suspension
Frame type: steel, Double cradle frame
Front
Brake: Single Disk, Ø320 mm
Rear
Suspension: twin shock, Swingarm
Brake: Disk, Ø260 mm

Other
ABS available: No
Fuel capacity: 17 l
Number of riders: 2 persons

Social Network for Bikers

OtomotifZone.com – Barusan sign up ke www.mbike.com. Wuiiihhh…keren banget nich website. Buat kamu-kamu yang ngaku bikers, kayaknya mesti gabung ke situs ini.

Well, nich situs emang full english. Tapi kayaknya nggak bakalin nimbulin banyak masalah buat kamu yang minimal udah pernah masuk SMP. At least, nggak susah-susah amat kok. Kalopun ada yang nggak ngeh, bisa langsung translate pake kamus online apa aja.

Gambaran singkatnya, nih situs memadukan social network ala twitter, plurk n face book dengan website pada umumnya. Kelebihannya, situs ini emang dibuat special bagi para biker. Soalnya materinya emang segala sesuatu tentang biker, mulai dari katalog produk motor, komunitas motor sampe peta buat touring.

Buat kamu yang tertarik, yuks ikutan gabung….


Nich Screenshoot home pas abis upload CB kuningku….

Batasi Motor Berdasar Nomor Polisi

OtomotifZone.com – Bagi para pemilik sepeda motor bersiap-siaplah menghafal nomor polisi masing-masing. Pasalnya, Pemkot Solo berencana akan memberlakukan pembatasan penggunaan sepeda motor berdasar nomor polisi. Rencananya nomor polisi setiap sepeda motor yang boleh berlalu-lalang di jalanan akan disesuaikan dengan tanggal kalender.

Metodenya dinamakan sistem genap-ganjil. Dalam konsep ini setiap angka terakhir di nomor polisi (nopol) akan disesuaikan dengan tanggal saat itu. Angka belakang nopol sepeda motor yang ganjil hanya boleh beroperasi saat tanggal ganjil. Demikian pula sebaliknya.

Nah, konsep tersebut kini tengah dimatangkan oleh pemkot. Jika rencana dan konsepnya sudah matang, rencananya sistem tersebut akan diberlakukan tahun depan.

Wali Kota Solo Ir Joko Widodo mengatakan, pemkot sendiri tidak akan gegabah dalam memberlakukan konsep ganjil-genap ini. Pasalnya, masih perlu dilakukan pengkajian terhadap dampak yang timbul dengan adanya kebijakan baru tersebut. “Sekarang ini sedang dalam proses kajian. Saya masih menunggu hasilnya,” ujarnya kepada Radar Solo kemarin (17/9).

Kajian sistem ganjil-genap ini melibatkan jajaran kepolisian dan dinas tata ruang kota. Di dalam kajian tersebut, akan dibahas masalah sanksi yang diberikan kepada pengguna sepeda motor yang melanggar. Juga waktu pelaksaanaan konsep ini. Menurutnya, Solo sangat siap jika konsep ganjil-genap diterapkan.

Penerapan konsep ini mendesak dilakukan mengingat jumlah pemakai maupun pemilik sepeda motor di kota ini bertambah setiap harinya. Sedangkan ruas jalan yang ada di Solo tidak bertambah. Hal ini dinilai tidak sebanding dan dapat menimbulkan kemacetan lalu lintas. “Menurut saya, Solo belum terlambat untuk mengatasi masalah transportasi,” tergasnya.

Selain menerapkan ganjil genap, rencananya pemkot akan mengeluarkan kebijakan siswa SMP dan SMA dilarang memakai kendaraan bermotor. Lalu, pemkot sendiri juga akan memberlakukan parkir yang mahal agar seseorang tidak menggunakan kendaraan pribadi melainkan beralih ke transportasi masal yang disediakan oleh pemkot.

Semantara itu, Kepala Dinas Perhubungan (dishub) Solo Yosca Herman Sudrajat mengakui penerapan konsep ganil-genap bukan hal mudah. Pasalnya harus dilakukan kajian dan studi yang matang terlebih dahulu. Tujuannya, saat diterapkan nanti tidak menimbulkan masalah di lapangan. “Memberlakukan konsep ini bukan barang mudah. Saat ini kami tengah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dalam melakukan kajian,” terangnya.

Dari data yang dimiliki oleh dishub, setidaknya jumlah sepeda motor yang ada di Solo mencapai 257 per harinya. Jumlah tersebut semakin bertambah karena banyak masyarakat memilih dan membeli sepeda motor daripada menggunakan moda transportasi masal yang disediakan oleh pemkot.

Konsep gajil-genap ini merupakan solusi mengendalikan masalah trasportasi yang semakin semrawut setiap harinya. Pasalnya, jika tidak dibatasi pengguanaan kendaraan, maka dapat diprediksi lalu lintas di Solo akan macet karena banyaknya pengguna kendaraan bermotor. “Pemberlakuan genap ganjil secepatnya akan kami lakukan sembari menunggu hasil kajian terlebih dahulu,” terangnya. (rdo/nan)

Sumber : Radar Solo

Kirab CBI Mampir di Purbalingga


Wabup Sukento berpose bersama klub CB Purbalingga-Banjarnegara
OtomotifZone.com – Kirab bendera CB Indonesia Rabu (15/9) malam lalu mampir Purbalingga. Di kabupaten yang sohor dengan objek wisaya water park Owabong-nya ini, mereka disambut langsung oleh wakil bupati Sukento.

Puluhan CB mania Purbalingga yang tergabung dalam komunitas CB Ngerayap tampak antusias mengikuti acara kirab yang dihelat  di pendopo Cahyana (rumah dinas wabup Purblaingga). Kirab di Purbalingga ini juga menjadi moment penyerahan bendera CB Indonesia yang sebelumnya diarak dari Banjarnegara.

Ketua CB Ngerayap Purbalingga, Setianto pada koran Radar Banyumas mengatakan, Jambore CB Indonesia akan digelar di Nganjuk Jawa Timur tanggal 10 Oktober mendatang. Mengawali jambore tersebut, CBI menggelar estafet bendera CBI yang diawali dari Denpasar. ”Saat ini bendera sudah tiba dari Banjarnegara ke Purbalingga. Nanti akan dibawa ke Banyumas,” tuturnya.

Sementara itu Wakil Bupati Purbalingga Drs H Sukento Rido Marhaendrianto MM nampak akrab dengan anak-anak muda penggemar motor tua ini. Wabup juga terlihat cukup terkesan dengan semangat anak-anak muda yang masih mencintai sepeda motor antik tersebut. Bahkan, Wabup juga menyebutkan sejumlah tipe CB yang dikenalnya pada jaman muda dahulu.

Usai berbincang-bincang santai, wabup ikut menyaksikan prosesi penyerahan bendera dan tas kirab CBI. Wabup juga ikut menyanyikan lagu Indonesia Raya dalam prosesi estafet Kirab Bendera CBI.     ”Kami berharap, klub CB ini dapat menjadi pelopor dalam tertib lalu lintas. Jangan senang ngebut. Kalau nyalip juga jangan mendadak. Kasihan yang tua. Mengendarai sepeda motor juga harus menjaga etika. Apalagi juga membawanama baik klub,” tambahnya.(cb79)

Sumber Radar Banyumas (yang versi cetak) – diolah

Pembalap Warkop a.k.a Cafe Racer

It started as an insult, but we took it as our badge of honor – the ‘Café Racer’. The ‘Coffee Shop Cowboy’. That was who we were and what we did.

We weren’t hooligans; we lived for motorcycles. Our idols on the track looked so good, and rode so beautifully; we could ride well too.

Some of us raced on the track, and some of us did really well, but none of us had money.

We would have been happy to be ‘real’ racers, but we had jobs, or worse. So we raced where we could, which was on the streets.

And if we didn’t race to the café’s, where were we to race?

It was where we were going. And we rode like hell to get there!

Most of us lived, a few of us died, and all of us crashed! We rebuilt our bikes, and made them lighter, lower, faster. And they looked a thousand times better. From the bikes we could afford, which were usually crap, we took off the heavy, and added light. We did our best to tune our engines, taking tips from the mags, and we read those magazines like bibles… they were worn to dust from so many hands.

Sometimes We were inside. It was no surprise, we were young, and we looked really good going fast. We loved our bikes then, and love them now.

And we’re proud to be Café Racer

http://www.caferacers.com/

OtomotifZone.com – Yups…Cafe Racer alias Pembalap cafe. Genre modifikasi ini kini tengah ramai dianut para modifikator tanah air dan seluruh dunia. Gak nanggung-nanggung, pabrikan-pabrikan mapan pun berlomba merefresh tampilan motor jagoan mereka dengan sentuhan modern.

Menurut sejarahnya, motor ini jamak digunakan para pemuda Inggris di tahun 30-an, saat motor sedang naik daun dan fasilitas jalan raya baru saja di bangun. Setelah jalan raya di bangun, kedai-kedai kopi (baca cafe) pun mulai bermunculan. Dengan sendirinya, para warga kelas menengah yang sudah menggunakan sepeda motor pun suka nongkrong di warung-warung kopi ini.
Mungkin karena bingung mau ngapain di warung kopi selain minum  kopi, mereka akhirnya mulai beradu kebut. Jalurnya dari satu cafe ke kafe lain. Hal inilah yang  membuat motor-motor yang digunakan akhirnya disebut sebagai aliran cafe racer. Yaitu karena digunakan buat balapan dari cafe satu sebagai titik start ke cade berikutnya sebagai titik finish.

Buat kamu yang pengin ber-Cafe Racer ria, simak nich yang mesti ada di motor kamu supaya dibilang cafe racer look a like.

Tangki
Biasanya punya bentuk dasar yang mirip satu sama lain. Yang paling kelihatan adalah bentuknya yang relatif lebih panjang. Beda satu motor dari satu pabrikan ke pabrikan lain bisanya terlihat dari lekukannya. Ada yang cenderung kotak, tapi ada juga yang cenderung membulat. Lekukan untuk tatakan paha juga kerap menjadi pembeda, selain tentunya juga logo perusahaan pembuatnya (he..he..he..)

Lampu
Almost of all cafe racer model mengaplikasikan lampu bunder tuh kayaknya.

Jok
Single seater dengan buntut tawon dan berbagai jenis derifatnya (turunannya).

Stang
Merunduk. Biasanya dipasang di bawah segitiga atas.

Footstep
Dipasang agak mundur ke belakang biar mempermudah gaya merunduk.

Knalpot
Biasanya dipasang agak mendongak ke atas

Speedometer
Terpasang menonjol di depan atas segitiga T atas.

Rem
Cakram rada gede di depan kayaknya makin tambah keren. Buat belakang, jenis drum brake alias teromol aja udah cukup.

Ban
Pengin kelihatan gagah, pasang aja tapak lebar.

Velg
Terserah mau pake jari-jari atau palang. Semuanya OK kok.

Dan beginilah beberapa tampilannya…..


This all photo taken from http://www.caferacers.com/ yang bener hattp://www.caferace.com