Beranda blog Halaman 78

Rakerprov IMI Jabar 2025 Digelar: Usung Semangat Persatuan di Momen Pamungkas Kepengurusan Daniel Mutaqien

0
Rakerprov IMI Jabar 2025 Digelar Mei 2026

Bandung, OtomotifZone.com – Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pengurus Provinsi Jawa Barat kembali menggelar agenda tahunan terpentingnya, yakni Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Tahun 2025. Acara ini dilangsungkan pada hari Rabu, 13 Mei 2026, bertempat di Grand Pasundan Convention Hotel, Kota Bandung.

Pada gelaran tahun ini, IMI Jabar mengusung tema besar “Standing and Growing Together”, yang diperkuat dengan sub-tema sarat makna kedaerahan, “Jabar Sauyunan Keur Jabar Juara Jabar Istimewa”. Tema ini menjadi refleksi atas komitmen IMI Jabar untuk terus mengedepankan sinergi, kekompakan, dan persatuan seluruh elemen otomotif di Tanah Pasundan demi mencetak prestasi yang istimewa.

Antusiasme insan otomotif Jawa Barat dalam menyukseskan agenda ini terbilang sangat tinggi. Dari pantauan di lokasi, suasana ruang rapat tampak dipadati oleh para perwakilan klub. Tercatat Rakerprov kali ini dihadiri oleh 82 klub peserta penuh dan 49 klub peninjau yang siap mengawal jalannya evaluasi serta perumusan program kerja otomotif Jawa Barat ke depannya.

Rakerprov IMI Jabar 2025 Digelar Mei 2026

Lebih dari sekadar rapat evaluasi tahunan, Rakerprov IMI Jabar 2025 ini juga memiliki nilai historis dan emosional tersendiri. Pasalnya, forum ini menjadi Rakerprov terakhir di bawah masa kepemimpinan Daniel Mutaqien Syafiudin sebagai Ketua IMI Jabar.

Berbagai pembahasan krusial, mulai dari evaluasi kegiatan olahraga balap, pembinaan atlet, kalender event, hingga program wisata dan sosial otomotif, dibahas secara komprehensif. Melalui semangat “Jabar Sauyunan”, diharapkan fondasi yang telah dibangun pada era kepengurusan Daniel Mutaqien dapat diteruskan dan disempurnakan, sehingga IMI Jabar senantiasa menjadi barometer kemajuan otomotif di Indonesia.

Honda Daya Jayadi Racing Team Tunjukkan Performa Kompetitif di Putaran Perdana Kejurnas MotoPrix 2026 Region B Surabaya

0
Honda Daya Jayadi Racing Team Tunjukkan Performa Kompetitif

OtomotifZone.com, Surabaya – Tim balap binaan PT Daya Adicipta Motora (DAM), Honda Daya Jayadi Racing Team, sukses menunjukkan performa kompetitif pada ajang Kejuaraan Nasional MotoPrix 2026 Region B Putaran 1 yang berlangsung pada 9–10 Mei 2026 di Sirkuit Gelora Bung Tomo, Surabaya. Bertarung di lintasan sepanjang 1.200 meter, tim Honda berhasil meraih podium melalui pebalap muda berbakat Agam Abdillah di kelas Bebek 4T Standar 150cc Beginner.

Tampil di kelas MP4 (Bebek 4T STD 150cc Beginner), Agam Abdillah menunjukkan semangat juang luar biasa sepanjang akhir pekan balap. Setelah mengalami insiden terjatuh pada Race 1 saat sedang berada di grup terdepan dan harus finis di posisi ke-15, Agam bangkit dengan performa terbaiknya pada Race 2. Sempat memimpin jalannya balapan, Agam berhasil mengamankan posisi kedua saat garis finish dan mempersembahkan podium penting bagi Honda Daya Jayadi Racing Team.

Sementara itu, pebalap Daffa Nugraha yang turun di kelas MP3 (Bebek 4T STD 150cc Rookie) juga menunjukkan perkembangan performa yang positif. Pada Race 1, Daffa finis di posisi ke-13 sebagai bagian dari proses adaptasi di seri pembuka.

Memasuki Race 2, Daffa berhasil tampil lebih solid dan kompetitif dengan memperbaiki hasil finish ke posisi ke-8. Peningkatan ini menjadi modal penting bagi Daffa untuk terus berkembang dan bersaing lebih baik di putaran berikutnya.

General Manager Motorcycle Sales, Marketing, & Logistic DAM, Handi, mengapresiasi kerja keras para pebalap dan tim sepanjang putaran perdana. “Podium yang diraih Agam Abdillah menjadi awal yang positif bagi Honda Daya Jayadi Racing Team di musim ini. Kami melihat potensi besar dari para pebalap muda binaan DAM, dan kami akan terus mendukung pengembangan mereka agar mampu meraih prestasi yang lebih tinggi di level nasional,” ujarnya.

Melalui partisipasi di Kejurnas MotoPrix 2026, Honda Daya Jayadi Racing Team kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pembinaan pebalap muda Indonesia sekaligus memperkuat eksistensi Honda di dunia balap nasional. Dengan semangat Satu Hati, DAM terus berupaya melahirkan generasi pebalap masa depan yang berprestasi.

Hasil Lomba Aspira Premio Drag Series 2026 Seri 2 Slawi, Persaingan Sengit Lahirkan Juara Terbaik

0

Gelaran Aspira Premio Drag Series 2026 Seri 2 resmi berakhir pada Minggu (10/5) di Sirkuit NP Alun Alun Hangganawa, Slawi, Tegal. Event balap lurus yang berlangsung selama satu hari penuh ini sukses menyedot perhatian para pecinta drag bike dari berbagai daerah.

Sejak pagi hari atmosfer paddock sudah dipenuhi para tim dan pebalap yang datang tidak hanya dari wilayah Tegal dan sekitarnya, namun juga dari luar kota hingga luar provinsi. Persaingan di setiap kelas berlangsung sengit karena seluruh pebalap tampil ngotot demi meraih hasil terbaik pada seri kedua musim 2026 ini.

Cuaca yang cukup mendukung membuat jalannya perlombaan berlangsung lancar. Para penonton yang memadati area sirkuit pun dibuat terhibur dengan aksi para joki yang tampil berani memacu motornya di lintasan lurus Alun Alun Hangganawa. Beberapa kelas bahkan berlangsung ketat hingga garis finish dengan selisih waktu yang sangat tipis.

Usai seluruh race selesai digelar, para pebalap terbaik akhirnya keluar sebagai juara di kelasnya masing-masing. Raihan podium di seri kedua ini tentu menjadi modal penting untuk persaingan perburuan poin pada putaran-putaran berikutnya di ajang Aspira Premio Drag Series 2026.

Pihak penyelenggara dari Club Motor Solo (CMS) mengaku bersyukur event berjalan aman dan meriah. Antusias peserta yang terus meningkat menjadi bukti bahwa Aspira Premio Drag Series masih menjadi salah satu ajang drag bike yang paling dinantikan para pecinta balap lurus tanah air.

Dengan berakhirnya seri 2 Slawi, para tim kini mulai bersiap melakukan evaluasi dan pengembangan motor demi menghadapi putaran selanjutnya yang dipastikan bakal berlangsung lebih panas.

Veda Akui Ada Perasaan Takut Usai Finish Pos 4 Di Moto3 Le Mans

0

OtomotifZone.com – Prancis. Balap perdana Moto3 Veda Ega Pratama dalam kondisi hujan di sirkuit Le Mans, Perancis sore kemarin (10/5) kembali membuat catat positif sendiri. Walau hanya 13 lap banyak pembalap yang tak bisa kontrol pacuan di trek basah.

13 lap adalah jumlah yang cukup sedikit mengingat balap seharusnya sekitar 20 lap. Gerak cepat mencari posisi terbaik inilah yang membuat rider-rider penghuni 10 besar klasemen sementara banyak yang terjatuh. Veda sendiri meski start dari urutan 6 tapi di R2 ada pembalap yang jatuh tepat di depannya.

Kekacauan di lap-lap awal banyak insiden membuatnya harus mengatur ritme power motor. Maklum, sepanjang sesi dari free practice dalam kondisi kering. Dan menjelang start suasana menjadi basah lembab.

Melorot sampai posisi 14 sempat terpikirkan apakah Veda benar-benar chaos hadapi situasi ini. Ternyata tidak! Dia bisa mengendalikan peforma motor yang melintir kesana kemari. Ada yang bilang bahwa Veda bisa naik posisinya gara-gara pembalap yang di depan terjatuh. Wah! Anda salah bro…

Lihat siapa yang mau terjatuh..

Veda juga sempat alami slide tapi dia bisa kendalikan balik. Dia pintar mengatur kombinasi gas dan rem. Perlahan maju-maju sampai di titik posisi 4. Sampai bendera berkibar..

“Sejujurnya, hari ini perasaan saya sangat baik. Saat pemanasan, saya hampir terjatuh dan sebelum balapan aku sedikit takut karena kondisi lintasan sangat sulit, terutama karena ini adalah balapan Grand Prix basah pertama saya. Jadi, sebelum start target hanyalah menyelesaikan balapan dan membawa pulang beberapa poin untuk tim,” ucap pembalap yang di juluki Boeing 954 Superjet ini oleh pengamat balap Eropa.

“Di awal balapan, saya kehilangan beberapa posisi karena ada momen berbahaya pas di depan, tapi setelah itu saya mulai merasa lebih nyaman lap demi lap. Saya berusaha tetap tenang, tidak terlalu agresif dan juga tidak terlalu hati-hati, hanya mencari ritme yang tepat. Saya melihat banyak pembalap terjatuh dan saya mencoba memanfaatkan situasi tersebut sambil tetap fokus. Di akhir balapan, saya mencoba mengejar grup podium, tetapi ban belakang mengalami penurunan performa yang signifikan di lap-lap terakhir. Bagaimanapun, finis di posisi ke-4 dalam balapan Moto3 Grand Prix basah pertama saya adalah hasil yang sangat positif bagi saya dan tim. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang atas kerja keras mereka akhir pekan ini,” ucap The Rocket Veda Ega Pratama.

Minggu depan balap di Catalunya. Ada memori baik kala Red Bull Rookies. Semangat!

Penulis : Hafid | Foto : Honda Team Asia

Bupati Keerom Cup Seri II: Lintasan Yuwanain Siap, 4 Motor Menanti Juara Umum

0
Bupati Keerom Cup
Bupati Keerom Piter Gusbager, S.Hut. M.UP uji coba lintasan pada pembukaan Bupati cup Keerom Seri I

OtomotifZone.com – Keerom. Kabar menggairahkan bagi para penggemar balap tanah di Papua! Pada gelaran Bupati Keerom Cup Seri II di Sirkuit Yuwanain, Arso II, Kabupaten Keerom, pada tanggal 15 hingga 17 Mei 2026. Acara ini menjadi bagian dari perayaan HUT Kabupaten Keerom yang ke-23 tahun, dengan semangat membara dan penuh harapan.

Hadiah Menggiurkan: 4 Unit Motor untuk Para Juara Umum!

Para pembalap top dari berbagai daerah bersiap bertarung sengit karena panitia telah siapkan hadiah utama yang sangat menggiurkan sebanyak 4 unit sepeda motor untuk pemenang puncak klasemen juara umum. Bupati Keerom, Piter Gusbager, berikan hadiah ini sebagai apresiasi dan penyemangat khusus bagi para pembalap.

Secara rinci, Penyelenggara akan memberikan 3 unit motor matic Honda kepada pemenang masing-masing kategori utama. Sementara itu, juara umum khusus kategori lokal Keerom akan mendapatkan hadiah spesial berupa satu unit motor trail Honda CRF.

“Kita telah siapkan hadiah besar berupa 4 unit motor untuk juara umum. Tiga kategori akan mendapatkan Matic Honda, sedangkan kelas lokal Keerom khususkan dengan Honda CRF. Kami prioritaskan pembalap dari daerah sendiri. Hadiah pembinaan perkelas lainnya sudah sesuai regulasi dan akan diumumkan melalui grup dalam acara PPL malam nanti,” jelas Eko Ardiansyah, Ketua Panitia sekaligus pemilik klub Virabi MX Keerom yang menjadi penyelenggara utama.

Bupati Keerom Cup
Eko Ardiansyah (kiri) bersama Bupati Keerom Piter Gusbager

Lintasan Sirkuit Yuwanain Siap 90%

Kesiapan menjadi kunci sukses perlombaan, dan panitia telah bekerja maksimal. Belakangan ini, Eko bersama jajaran panitia dan pengurus otomotif provinsi telah periksa menyeluruh persiapan race, yang kini mencapai 90% kelengkapan.

“Kita telah siapkan lintasan dengan panjang 1,47 kilometer. Kepanitiaan hingga semua perangkat lomba juga sudah siap. Dalam 2-3 hari ke depan kekurangan dari lintasan akan terselesaikan, kami akan rapat terakhir pada tanggal 13 Mei. Kita jamin menjelang hari Rabu tidak ada pekerjaan lagi – siap bersantai dan menunggu hari balapan tiba,” ucapnya dengan penuh keyakinan.

Untuk menjamin akurasi dan profesionalisme, Eko telah undang time system dari MYLAPS Management Jogjakarta untuk kelola sistem transponder, sehingga setiap hasil balapan bisa terjamin akurasi dan kebenarannya.

Harga Tiket Ramah Kantong dengan Tujuan Lebih Luas

Panitia juga manjakan para penonton dengan kebijakan tiket yang ramah kantong. Pada hari Jumat (15 Mei), akses masuk ke sirkuit akan terbuka secara gratis. Sedangkan untuk hari Sabtu (16 Mei) dan Minggu (17 Mei) biaya masuk masing-masing sebesar 25 ribu dan 30 ribu rupiah agar masyarakat bisa menikmati aksi seru para pembalap.

Selain meriahkan HUT Kabupaten Keerom, kejuaraan ini memiliki tujuan lebih besar. “Kegiatan ini tidak hanya untuk merayakan hari jadi daerah. Bupati dan kami, ingin ambil langkah awal untuk fasilitasi pembalap Papua, khususnya dari Keerom, sebagai ajang uji coba sebelum menghadapi Kejurnas Grasstrack. Tentunya dengan melatih serta mempersiapkan pembalap berpotensi yang akan mengikuti Kejuaraan Seri 1 Kejurnas Region VI nantinya,” pungkas Eko.

Jorge Martin Juara Race MotoGP Le Mans, Aprilia Sejarah Podium 1-2-3

0

OtomotifZone.com – Prancis. Marc Marquez absen di main race MotoGP Le Mans, Prancis (10/5) hari ini. Sempat kami berfikir bahwasanya mungkin dirinya akan membalas kegagalan kemarin namun Marc ternyata mengalami patah jari kaki. Berharap ada kejutan lagi seperti sprint race kemarin. Ternyata Jorge Martin tak mengulangi aksinya kemarin. Penggantinya adalah Marci Bezzecchi yang langsung memimpin balap.

Fabio Quartararo sempat berikan kejutan di lap awal. Perdana YZR M1 V4 ada di tiga besar. Bolehlah untuk “Mesin Pendatang Baru” ini unjuk gigi di depan publik Quartararo. Tekanan gila monster-monster MotoGP membuatnya turun posisi walau masih bisa mengejar jarak dekat. Lap 11 berjalan posisinya di urutan 7.

Permainan di depan fokus tiga pabrikan berbeda. Aprilia, Ducati, KTM. Marco Bezzecchi, Pecco Bagnaia dan Pedro Acosta. Ketiganya punya gap dekat. Semua berusaha memperbaiki posisi. Tetapi ada serangan yang tak terduga. Jorge Martin mendekati mereka bertiga. belum sempat ada serangan Pecco sudah tersungkur lebih dulu sebelum R3.

Dibayangi mendung dari kejauhan dan beberapa kamera di motor pembalap terlihat ada bintik air. Nampaknya bakal ada perubahan posisi lebih atraktif. Martin merengsek ke posisi kedua pada lap 18. Bak Predator riding style pembalap satu ini. Gap mengejar Bez juga semakin mendekat. Akankah sebentar lagi ada aksi overtake?

Tunggu, ada Ai Ogura yang siap-siap bergabung dengan mereka di top rider. Gap mengejar Acosta juga semakin mendekat. Dan benar saja, lap 23 Aprilia ada di posisi 1-2-3. Sejarah langka akan mereka ukir di Le Mans. Tinggal menunggu siapakah pemenangnya diantara mereka di garis finish.

3 lap jelang finish head to head Bez vs Martin semakin ngeri. overtake Martin di R2 berhasil ia lakukan kepada Bez. Tapi setelah ini Martin ternyata bisa menjauh. Ada tanda-tanda bahwa dia akan memenangkan lagi race kali ini seperti sprint kemarin. Ogura juga semakin kencang mendekat i duo Aprilia Factory.

Bendera finish berkibar. Martin juara di ikuti Bez dan Ogura! Trio Aprilia berhasil finish terbaik sejak mereka bergabung di GP500 maupun MotoGP. 10 Maei 2026 menjadi tanggal bersejarah bagi mereka.

Moto3 Le Mans Hujan, Eksekusi Istimewa Veda Pos.4

0

OtomotifZone.com – Perancis. Situasi balap hari ini berubah drastis dari hari kemarin. Race awal di mulai kelas Mopto3 dalam keadaan hujan rintik-rintik. Sejumlah pembalap alami crash dari awal start. Rider-rider penghuni klasemen atas banyak yang cium tanah air alias terjatuh. Disini memantau gerak-gerik Veda Ega Pratama. Start dari posisi 6 dia sempat terlempar ke posisi 13!

Kalem memacu motornya dan konsentrasi dengan situasi yang cukup licin dia berhasil bangkit ke posisi 5 dalam 5 lap. Pembalap ujung tombak Honda Team Asia ini terus maju perlahan. Tenang tapi ada progres maju..

13 Lap saja dan akhirnya pembalap asal gunung Kidul ini finish di urutan 4. Usaha di luar dugaan karena sempat melorot di urutan bawah. Itupun sempat menabrak Uriarte yang jatuh di depannya.

Kena Long Lap Penalty, Thanat Laoongplio Tetap Juara Race 2 SS600 ARRC Buriram 2026

0

OtomotifZone.com – Thailand. Race kedua Round 2 ARRC – Asia Road Racing Championship sirkuit Chang, Buriram, Thailand hari ini (10/5) masih mencari pembuktian sosok Wahyu Nugroho yang sempat teken waktu terbaik pada sesi kualifikasi. Entah mengapa seperti mendapatkan penalty membuatnya start dari belakang. Tapi aksinya ini membuat takjub penonton. Start dari grid 14 bisa finish kelima.

Race kedua semua rider tanah air berharap memperbaiki posisi. Tak hanya Wahyu Nugroho saja namun semuanya yang kurang maksimal di race pertama. Bukan hal mudah. Apalagi menahan dan menyerang tuan rumah. Mereka lebih kuat jika bermain kelas 600. Kita yang agak kualahan..

Menit akhir ada duel tuan rumah antara Anupab Sarmoon dan Thanat Laoongplio. Sebuah manuver ciamik di R Keramat di lakukan Thanat kepada Anupab di luar dugaan. Garis finish di lintasi pemenangnya Tanat Laoongplio. Padahal dia sempat melakukan Long Lap Penalty.

Finish terbaik Race 2 Pembalap Indonesia di wakili Faerozi setelah duel sengit dengan Kitsada Tanachot.

Tuan Rumah Cukup Kuat, Candra Hermawan Tembus Podium Race 2 AP250 ARRC Buriram 2026

0

OtomotifZone.com – Thailand. Satu perwakilan pembalap Indonesia di podium race pertama. Tampaknya akan ada strategi baru di race kedua pada seri 2 ARRC – Asia Road Racing Championship sirkuit Chang, Buriram, Thailand hari ini (10/5). Beberapa pembalap Indonesia ingin memberi hasil yang lebih baik di babak kedua. Beberapa kemelut adu late brake di beberapa titik sirkuit adu speed dan engine brake ini menuntut pembalap harus menguasai banyak teknik.

Permainan sempurna dan tenang di kuasai Hiroki Ono. Ini yang membuatnya menyelesaikan balap dengan juara. Menati hasil akhir ternyata tidak bisa. Melihat aksi beberapa rider tanah air tak terlihat agresif kali ini. Apalagi tiga rider tuan rumah memimpin dengan setengah detik di lap-lap awal. Hanya Rezha Danica yang membuntuti. Apalagi Krittapat semakin menjauh..

Mustahil untuk mengejar karena rombongan kedua saling tikam. Hiroki Ono yang mendapat long lap penalty perlahan maju menyerang. 4 lap tersisa gerombolan kedua tersebut makin kacau. 16 pembalap saling sodok berebut posisi.

Ambil ringkas cerita balap di tikungan “Angker” R terakhir. Tampaknya juara bakal di ambil Krittapat Keankum. Posisi gapnya sulit di kejar. di posisi kedua ada Panja yang juga menjauh dan menghindari rombongan baru di belakangnya.

Akhirnya finish Krittapat Keankum juara di ikuti Panjaruch dan akhirnya Candra Hermawan wakili Indonesia di podium race 2 kali ini. Kemelut tikungan terakhir rezekinya jatuh kepada Candra kali ini. Start dari posisi 16 pembalap Yamaha Racing Indonesia ini cukup bangga dengan hasil yang di dapat

Balas Apes, Alfi Husni Genggam Juara Race 2 UB150 ARRC Buriram 2026

0

OtomotifZone.com – Thailand. Melanjutkan tradisi pertarungan di race kedua pada seri 2 ARRC – Asia Road Racing Championship sirkuit Chang, Buriram, Thailand hari ini (10/5). Race kali ini antara pembalap yang ingin memperbaiki posisi dan ingin mempertahankan posisi. Race 1 semua podium di isi pembalap Indonesia. Andalan baru Yamaha LFN HP969 Fadli Rigani sukses merebut podium di ikuti Wahyu Aji dan Alfi Husni.

Alfi kurang makasimal dan terlalu menjaga mesin ternyata ada penyebabnya. Mesin mau jebol setelah masuk scrut. Tentu persiapan race kedua lebih teliti lagi dalam persiapan. sirkuit sepanjang 4.554km ini akan menjadi saksi lagi ganasnya persaingan underbone 4T 150cc. 8 lap perjalanan mereka memperebutkan juara.

Tampaknya suasana agak lain dengan atmosfer race 1. Perjalanan dua lap mereka sudah memanas. Satu dua pembalap berhasil memancing kompetisi lebih cepat. Beberapa andalan di podium race sebelumnya malah ada yang rontok. Seperti Wahyu Aji dan Fadli Rigani. Engine throuble memaksanya berhenti jelang lap-lap akhir.

15 Pembalap bergerombol dengan gap tak sampai 1 detik. Lap penentuan sangat mendebarkan karena tikungan keramat Buriram ada di R terakhir. Alfi Husni aman seaman amannya tanpa pembalap di sisinya. Juara kembali di dapat oleh Alfi!!

Akhirnya podium juara di ambil alih kembali oleh Alfi Husni.

Juara 2 yang dihuni Dimas Juliatmoko tampaknya dianulir. Karena posisi Ahmad Darwis naik ke podium dan Aditya Fauzi masuk posisi ketiga.