Balap motor Sulawesi Tenggara berduka. Salah satu pembalap seeded asal Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, Resky Maulana Dwi Cahya atau akrab dipanggil Kuntet Alisha terjatuh saat mengikuti race babak final di Kelas MP 1, pada event Kejuaraan Balap Motor LMA Cup I Championship 2022 yang dilangsungkan di Sirkuit Gor Laode Pandu, Raha, Kabupaten Muna. Setelah sempat dirujuk ke Rumah Sakit terdekat, Kuntet Alika menghembuskan nafas terakhirnya.
Kronologi kejadian yang menimpa almarhum Kuntet adalah single insiden. Terjadi pada saat babak final kelas MP1. Pada saat memasuki lap ke-6, almarhum mengalami spin/high side 50 meter sebelum memasuki R4 karena tidak dapat mengontrol laju motornya. Mungkin karena almarhum terlalu memaksakan untuk mengejar posisi terbaiknya.
Padahal sejak lap 1 hingga lap 4 sempat memimpin sampai terjatuh di R terakhir di lap ke-5. Musibah yang menimpa almarhum Kuntet Alisha menyisakan duka bagi seluruh pembalap dan pengurus IMI Sulawesi Tenggara.
Semoga almarhum diterima di sisi Allah SWT. Selamat jalan, Kuntet!
Otomotifzone.com – JAKARTA. Begitu banyak produk untuk pengereman, dari master rem, kaliper, disc, breket kaliper, kampas rem, hingga selang rem. Untuk menunjang pengereman maksimal dan penampilan yang keren. Jangan sampai salah mengaplikasikan ke motor ya. Akibatnya kalau salah pakai, akan berdampak buruk saat mengerem.
Racing Boy pabrikan asal Malaysia, mengeluarkan juga untuk keperluan sistem pengereman. Dari atas hingga bawah, sampai ke dalamnya. Wilayah Indonesia, soal pengreman yang memakai RCB, juga sudah meluas. Sampai ke tim-tim balap, mau drag bike atau road race. Umumnya yang mengutamakan kecepatan, namun sudah berubah kepada penampilan juga.
Master Rem RCB S1
Khususnya drag bike, balapan lurus ini sudah mulai memikirkan kegantengan dari kuda besinya. Setiap tim yang memiliki motor balap, sudah mulai melirik ke arah fashion. Jadi bukan soal hanya jago kebut dan cepat, tapi juga sedap dilihat.
Gantengnya Master Rem RCB di Motor Drag Ninja TU
Terbukti, dalam salah satu gelaran balap lurus resmi, 201 meter. Tidak sedikit yang menggunakan pengereman dari Racing Boy, jenis master remnya, baik tipe S1 maupun S2. Memiliki panjang 14mm, kian terlihat ekslusif. Harga yang ditawarkan begitu ramah.
Menurut salah satu penjual, ternama asal Jawa Tengah, Racing Merch 201, produkan dari RCB memang masih menjadi incaran barometer pecandu otomotif, baik harian maupun balapan. “Laku keras Mas memang, bukan cuma master rem aja, tapi velg sampai shockbreaker juga sama. Harganya juga ramah, tapi kualitasnya istimewa,” jelas Muhammad Fathoni langsung kepada Redaksi OtomotifZone.
Otomotifzone.com – Tanjab Timur – Jambi. Event akbar Sumatera Cup Prix Round 1, yang dilaksanakan di Sabak Nasional Sirkuit Jambi pada sabtu-minggu(25-26/2/22), memiliki berbagai macam momen dan kejadian luar biasa. Baik dalam Sikruit maupun luar Sirkuit. Mau saat race balapan ataupun saat perjalanan, menuju Sirkuit balapan. Tetapi itu menjadikan landasan kuat menjadi juara.
ROG Racing Performance asal Batam Kepulauan Riau, menjadikan SCP 2022, sebuah gempuran dari team yang baru ini. ROG Racing yang di komandoi oleh 2 kakak beradik, Jefry Susanto dan Henry Susanto, berkolaborasi dengan Pebalap asal Cirebon, Jawa Barat. Siapa dia? Riky Ibrahim. Kolaborasi ini nyatanya terbilang maut, sebab hasilnya luar biasa. Yaitu menjadi Juara Umum untuk kategori 2Tak.
“Alhamdulillah Mas saya sangat bersyukur dan puas. Hasil ini engga luput dari kerja keras semua. Terima kasih untuk bos dan juga para mekanik, serta crew yang sangat berperan di event ini,”ucap Riky kepada Otomotifzone.com.
Riky Ibrahim dengan Selebrasinya di SCP 2022
Keberhasilan Riky dan Team ROG racing tidaklah mudah. Butuh waktu 18 jam perjalanan dan penyebrangan. Untuk sampai ke Sabar Nasional Sirkuit Jambi. Apalagi Pebalap sendiri asalnya dari Pulau Jawa, dan ROG bermarkas di Kepulauan Riau. Sangat melelahkan, dan menguras banyak emosi serta tenaga. Tetapi hasil akhir, membuat rasa itu hilang.
“Kami bersyukur untuk hasil yang kami dapatkan Mas, tidak sia-sia perjalanan kami dari Kepri ke Jambi selama 18 jam,”tutup koko Jefry.
Selamat untuk Riky Ibrahim dan ROG Racing Performance, atas gelar juara yang didapat. Simak terus update-an terkini seputar Otomotif, hanya di OtomotifZone.com.
Otomotifzone.com – JAKARTA. Belakangan ini demam 2tak masih terus mewabah. Dari Sabang sampai Merauke nampaknya tidak terlewatkan. Utamanya, sebagai Ibu Kota Negara, Kota DKI Jakarta, menjadi pusat perhatiannya. Penggemar otomotif, baik roda dua maupun roda empat yang terkena wabah motor berasap, akan mengoleksinya.
Salah satunya adalah pria asal Jawa Tengah, namun sudah menetap lama di Jakarta Timur, Andre Wijaya. Lelaki yang hobi dengan Otomotif baik roda dua maupun empat. Ikut terkena dampak Happy Smog. Andre merelakan untuk melepas Herex kesayangannya, guna mendapatkan Ninja impiannya.
“Ora Ninja Ora Cinta”, mungkin penggalan kata yang cocok buatnya. Andre akhirnya mendapatkan Kawasaki Ninja SS Kuning idamannya. Mengikuti trend sekarang ini, di tengah-tengah mendandani hedonnya Ninja kepunyaan masing-masing dari Owner. Namun justru Andre tidak, dirinya menolak. Lelaki yang juga gemar balapan, memilih utama kenyamanan, lalu diikuti penampilan.
Kawasaki Ninja SS
Ninja SS garapan bengkel Halim PK – Jakarta Timur ini, dibekali dengan kelancaran mesin bearing Faito S720. Bukan tanpa alasan, Andre yang memang gemar balapan, tetap ingin motor yang bertenaga, dan cepat dalam motor kesehariannya.
“Saya memilih Faito S720 untuk bearing crackcase. Hasilnya memuaskan, motor lebih ringan akselerasinya, lebih cepat sambutan tenaganya. Hingga bertenaga banget. Banyak yang masih meragukan, justru saya penasaran,” terang Haji Andre 12, sapaan dekat kawan-kawannya.
Faito S720
Serupa betul dengan perkataan Andre, chief of mechanic Aloon Racing, Wawan mengatakan kelebihan Faito S720. “Memasangnya yang mudah, hasilnya luar biasa. Motor memang bertenaga, tenaganya lebih cepat, responsif banget. Tenaga juga lebih maksimal. Pas banget buat yang motor harian, yang pengen bertenaga,” jelas pemilik workshop Aloon Racing kepada Redaksi OtomotifZone.
OtomotifZone.com-Jogja. Misi sekedar jajal arena Motocross saja sebenarnya, karena ajang ini adalah tempat dimana Aldi Satya Mahendra belajar mengenal balap. Dan hari ini adik Galang Hendra tersebut bermain kelas MX2 Junior B. Agenda ikut karena jam kosong tidak ada agenda dan sekali lagi sekedar jajal.
“Sudah lama nggak ikut event Motocross mas, saya terakhir 2014 pas main 50cc. Kalau latihan sampai 65cc mas,” kata Aldi yang masih balap Asia kelas Asia Sport Production. Iyes, OZ hadir ketika Aldi ikut Special Engine 50cc di sirkuit Kali Putih, Muntilan awal tahun 2014. Selebihnya latihan 65cc di Maleha.
Aldi beri kejutan tak terduga…
Pada Moto 1 sebelumnya Aldi baru mau pasang strategi setelah start malah terjungkal. Entah ada di urutan berapa Aldi tertinggal lumayan jauh karena cukup lama memegang motor usai jatuh. Trek ramai berseliweran pembalap. Durasi waktu yang masih banyak ternyata membantu Aldi bangkit. Entah bagaimana keberuntungan moto 1 berpihak padanya. Aldi bangkit bisa masuk posisi 3 jelang akhir balap. Sayang dia tersungkur lagi dan hanya finish ke-5.
Moto 2 pasang strategi. Kali ini dia dapat anjuran dari kerabat-kerabatnya. Untuk main slow selepas start. Eeee.. Malah holdshot. Kode untuk Aldi pun juga berubah. Dari slow jadi fokus. Alhasil Aldi bisa mempertahankan posisi sampai finish sebagai juara. Istimewa sekedar coba-coba di…
OtomotifZone.com – Timika. Para pecinta balap motor di Papua. Pasti kalian sudah tidak sabar untuk turun kembali di ajang balap. Kali ini akan ada event besar yang diselenggarakan (26-27/3/22) di Sirkuit JR 103, Timika, Papua. Seri 2 Jasti Putra Open Road Race 2022 menjadi tema dalam event ini. Tidak tanggung tanggung, 18 kelas akan dilombakan.
Dari 18 kelas yang dilombakan, Dua kelas yang diperlombakan diajang kali ini berikan isi amplop yang besar. Dan dua kelas ini menjadi kelas utama pada kategori Professional Class.
Seri 2 Jasti Putra akan diikuti pembalap-pembalap papan atas
Tapi Tunggu dulu Otozoner masih ada 10 kelas lainnya masuk dalam kategori Reguler Class. Dan kelas-kelas yang dilombakan Reguler Class tersebut merupakan kelas-kelas bergengsi yang biasa diperlombakan. Prediksi kelas kelas yang dilombakan juga akan diikuti pembalap-pembalap papan atas, pada seri 2 Jasti Putra Open Road Race 2022 memberikan peluang untuk pembalap Lokal pada kategori Support Class-Lokal Timika untuk bersaing pada enam kelas yang dilombakan tentunya dengan uang juara yang menggiurkan pula.
Timika Istimewa….Kenapa penulis menyebut bahwa Timika Istimewa? Karena event ini akan menjalankan kelas-kelas bergengsi dengan Hadiah juara yang menarik, untuk Juara umum Kategori Professional Class dihadiakan satu unit motor dengan syarat total poin 2 kelas yang dilombakan, Pada Juara umum Reguler Class pembalap cukup mengumpulkan point dari kelas Underbone 116cc 2Tak Tune up dan Sport 150cc 2Tak Standart serta akan diamplopin Lima juta Rupiah, untuk pemenang Support Class-Lokal Timika penyelenggara akan memberikan Lima juta Rupiah dengan memenangkan Bebek 116cc 2Tak Standart dan Bebek 150cc 4Tak Tune Up Novice.
Ricard Hutabarat hingga saat ini masih konsisten dilintasan balap
OtomotifZone.Com – Manokwari. Masih banyak mimpi besar Ricard Hutabaratuntuk balap motor di Papua Barat yang belum terwujudkan hingga saat ini, Namun demikian kemajuan kecil berangsur dapat terlihat dengan kehadiran sirkuit serta dukungan teman dekatnya saat ini.
Ricard Hutabarat senior balap Papua yang hingga saat ini masih konsisten dijalur lintasan aspal, dirinya Mengawali karir balap sejak tahun 1998 silam Bersama tim Kaka Indo Solo Surakarta, artinya sudah 24 tahun sampai sekarang ini terus lengket dengan ajang balapan yang telah mengangkat namanya dan yang pasti sarat akan pengalaman, dirinya pun kerap sesekali turun mengaspal meski tentunya hanya untuk cari keringat, hal itu tujuan lainnya agar dapat mengayomi dan memberikan motivasi bagi pembalap Papua Barat agar semakin terpacu untuk bisa meraih prestasi diajang lintasan balap motor seperti dirinya.
Richard Hutabarat ( tengah )
Pernah dirinya sempat pesimis dengan perkembangan balap motor di Papua Barat yang kala itu bernama Irian Jaya Barat yang tak kunjung mempunyai sirkuit permanen, serta sedikit memiliki pembalap muda dan tentu dengan minimnya pula gelaran balap saat itu.
“ Balap saat ini sudah sangat berkembang sekali dimana motornya juga sudah bagus-bagus dan kencang selain itu pembalap muda juga sudah sangat banyak. Saya pernah pesimis tidak pernah bermimpi akan adanya sirkuit disini,sebab sirkuit merupakan modal besar yang akan mencetak pembalap terbaik didaerah ini, sebab itu saya bersyukur dengan adanya sirkuit saat ini, itu yang mendasari sehingga saya lebih terpacu mewujudkan mimpi saya sebelumnya” Buka Richard Hutabarat.
Kembali Bersemangat Dengan Dukungan Teman Dekat
Mewujudkan mimpi seorang diri tentu tidaklah mudah tanpa dukungan pihak lain, Roedy 79 yang juga pemilik Jepara Motor yang merupakan salah satu bengkel yang cukup komplit di Kota Manokwari ini Bersama Lhulu Ma’ruf owner 21motoshop Jayapura, dua sosok rekannya yang tersebut berperan penting memberikan support bagi Icad sapaan akrabnya, untuk terus eksis membangkitkan semangat balapnya untuk terus mencari bibit muda dan menjadi motivator bagi pembalap, tentunya dengan difasilitasi dengan kuda pacu yang cukup mumpuni.
Roedy, Owner Jepara Motor Manokwari
“ Sebagai teman dekat mereka berdua sangat membantu untuk mendukung saya baik secara moril maupun lainnya, Roedy dan saya sampai pada event kemarin tetap berkolaborasi disini mencari bibit pembalap lokal yang sekiranya dapat berprestasi kedepannyalewat tim baru kami Jepara Squad 80 Racing Team, termasuk Lhulu yang berdomisili di jayapura pun demikiansampai saat ini sangat membantu keinginan saya dengan membantu settup dan menyediakan motor yang ada ” Tambahnya.
Lhulu Ma’ruf, Owner 21motoshop Jayapura
Mimpi Besar Yang Belum Diwujudkan
Beberapa mimpi Icad dengan dukungan teman dekatnya yang belum diwujudkan yaitu ingin adanya pembalap muda yang asli anak Tanah Papua yang dapat berprestasi yang nantinya membawa daerahnya ke kancah balap bergensi.
“ Setelah dengan adanya sirkuit ini tentunya harapan besar kita akan bertambah dengan memberikan ruang lebih buat mereka terutama pembalap lokal untuk dapat menikmati fasilitas yang ada selain itu ajang balap secara intens dapat terus dilaksanakan dengan agenda yang terjadwal sehingga para Tim dan pembalap bisa terus mengikuti balapan, tentu ini butuh dukungan dari pihak terkait untuk dapat bekerja sama ” Lanjutnya.
“ Jujur sampai saat ini saya terus mengumpulkan motor balap, selain saya pakai untuk turun cari keringat tentunya saya persiapkan buat anak saya dan pembalap-pembalap disini untuk bisa berprestasi nantinya, sampai saat ini belum ada pembalap lokal yang bisa ikut serta mewakili Papua Barat pada event bergengsi seperti kejuaraan Nasional ataupun PON, itu yang sangat disayangkan dan tentunya menjadi PR buat kita untuk lebih mengedepankan pembibitan prestasi di Papua Barat” Tutupnya.
OtomotifZone.com – Surabaya. Tim asal Sumatera Utara, Honda 260 Narendra pindah haluan ke pulau Jawa. Mereka akhirnya mengikuti beberapa event bergengsi seperti IMS, Oneprix dan Kejurnas Motoprix region Jawa. Pada (3/3/22) tim dengan dominan warna kuning ini sudah datang di Surabaya untuk turun diajang Kejurnas Motoprix putaran 1 Surabaya. Tidak muluk muluk, owner hanya suruh pebalap main Loss.
Fandi Danisyah selaku owner tim tidak menekankan tiga pebalap mereka untuk Kejurnas Motoprix region Jawa. Malah ketiga pebalap mereka disuruh bermain lepas untuk menghadapi putaran pertama ini. Ada alasan tersendiri sang owner menerapkan demikian.
“ Pokoknya untuk tiga pebalap saya suruh main loss saja. Main lepas pokoknya. Saya tidak mau membebankan pebalap saya. Juara itu hadiah untuk saya. Jadi saya ingin mereka bermain lepas,” ujar Fandi kepada OtomotifZone.com.
Untuk Kejurnas Motoprix Surabaya ini tim Honda 260 Narendra menurunkan semua pebalapnya. Ada Herlian Dandi yang akan main dikelas Novice, MK. Ramadhipa yang akan bermain di Rookie dan Ziven yang akan bermain kelas ECU STd.
Kira kira seperti apa hasil tim ini untuk putaran pertama Kejurnas Motoprix? Kita tunggu saja kabar beritanya hanya di OtomotifZone.com.
OtomotifZone.com – Surabaya. Atmosfir Kejurnas Motoprix region 2 kembali membara. Kita ambil contoh pada putaran pertama Kejurnas Motoprix region Jawa 2022 putaran pertama yang berlangsung (5-6/3/22) di Sirkuit Gelora Bung Tomo Surabaya, jawa Timur. ART Yogyakarta juga ikut memanaskan persaingan tanpa pebalap Expert.
Rudy yang menjabat sebagai manager tim banyak cerita mengenai tim ART Yogyakarta pada putaran pertama Motoprix Jawa. Kali ini terlihat mereka membawa banyak sekali pebalap pebalap muda tanpa pebalap Expert mereka .
“ Kita sekarang pembibitan. Jadi pebalap pebalap Expert hanya main Oneprix mas. Jadi untuk Motoprix ini pebalap pebalap muda dari saja,” ujar Rudy yang lebih akrab disapa Rudy Trijaya.
Ini berarti formasi ART Yogyakarta hampir sama dengan ART Kalimantan. Yang mana seperti pemberitaan sebelumnya ART Kalimantan juga mengutus dua pebalap Expertnya bermain di Oneprix. Jadi ART Kalimantan tidak bermain Expert di Kejurnas Motoprix Kalimantan-nya.
Lalu apakah pada putaran pertama Motoprix Surabaya ini pasukan ART Yogyakarta bisa kuasai kelas kelas yang mereka ikuti? Kita tunggu saja kabar beritanya hanya di OtomotifZone.com
OtomotifZone.com-Jogja. Adik Dheyo Wahyu ini mengalami insiden ketika latihan di Jogja sebelum event BOS Junior Motocross Cimahi November tahun lalu. Terhitung kurang lebih hampir lima bulan Ossy panggilan Ivan Valrossi ini istirahat total pemulihan patah pada tulang paha.
Ivan Valrossi siap kembali…
Berlatih pada hari Selasa kemarin di sirkuit Forlantas, Sidomoyo, Godean, Sleman Ada indikasi bakal comeback ke jalur garuk tanah lagi bagi Ossy. “Pelan-pelan om, coba naik motor lagi. Kebetulan besok ada event di Jogja,” singkat Ossy. Putra dari Yoyok Wahyu Maniadi ini menjadi andalan di motocross setelah sang kakak Dheyo Wahyu beralih ke road race.