OtomotifZone.Com – Manokwari. Masih banyak mimpi besar Ricard Hutabarat untuk balap motor di Papua Barat yang belum terwujudkan hingga saat ini, Namun demikian kemajuan kecil berangsur dapat terlihat dengan kehadiran sirkuit serta dukungan teman dekatnya saat ini.
Ricard Hutabarat senior balap Papua yang hingga saat ini masih konsisten dijalur lintasan aspal, dirinya Mengawali karir balap sejak tahun 1998 silam Bersama tim Kaka Indo Solo Surakarta, artinya sudah 24 tahun sampai sekarang ini terus lengket dengan ajang balapan yang telah mengangkat namanya dan yang pasti sarat akan pengalaman, dirinya pun kerap sesekali turun mengaspal meski tentunya hanya untuk cari keringat, hal itu tujuan lainnya agar dapat mengayomi dan memberikan motivasi bagi pembalap Papua Barat agar semakin terpacu untuk bisa meraih prestasi diajang lintasan balap motor seperti dirinya.

Pernah dirinya sempat pesimis dengan perkembangan balap motor di Papua Barat yang kala itu bernama Irian Jaya Barat yang tak kunjung mempunyai sirkuit permanen, serta sedikit memiliki pembalap muda dan tentu dengan minimnya pula gelaran balap saat itu.
“ Balap saat ini sudah sangat berkembang sekali dimana motornya juga sudah bagus-bagus dan kencang selain itu pembalap muda juga sudah sangat banyak. Saya pernah pesimis tidak pernah bermimpi akan adanya sirkuit disini,sebab sirkuit merupakan modal besar yang akan mencetak pembalap terbaik didaerah ini, sebab itu saya bersyukur dengan adanya sirkuit saat ini, itu yang mendasari sehingga saya lebih terpacu mewujudkan mimpi saya sebelumnya” Buka Richard Hutabarat.
Kembali Bersemangat Dengan Dukungan Teman Dekat
Mewujudkan mimpi seorang diri tentu tidaklah mudah tanpa dukungan pihak lain, Roedy 79 yang juga pemilik Jepara Motor yang merupakan salah satu bengkel yang cukup komplit di Kota Manokwari ini Bersama Lhulu Ma’ruf owner 21motoshop Jayapura, dua sosok rekannya yang tersebut berperan penting memberikan support bagi Icad sapaan akrabnya, untuk terus eksis membangkitkan semangat balapnya untuk terus mencari bibit muda dan menjadi motivator bagi pembalap, tentunya dengan difasilitasi dengan kuda pacu yang cukup mumpuni.

“ Sebagai teman dekat mereka berdua sangat membantu untuk mendukung saya baik secara moril maupun lainnya, Roedy dan saya sampai pada event kemarin tetap berkolaborasi disini mencari bibit pembalap lokal yang sekiranya dapat berprestasi kedepannya lewat tim baru kami Jepara Squad 80 Racing Team, termasuk Lhulu yang berdomisili di jayapura pun demikian sampai saat ini sangat membantu keinginan saya dengan membantu settup dan menyediakan motor yang ada ” Tambahnya.

Mimpi Besar Yang Belum Diwujudkan
Beberapa mimpi Icad dengan dukungan teman dekatnya yang belum diwujudkan yaitu ingin adanya pembalap muda yang asli anak Tanah Papua yang dapat berprestasi yang nantinya membawa daerahnya ke kancah balap bergensi.
“ Setelah dengan adanya sirkuit ini tentunya harapan besar kita akan bertambah dengan memberikan ruang lebih buat mereka terutama pembalap lokal untuk dapat menikmati fasilitas yang ada selain itu ajang balap secara intens dapat terus dilaksanakan dengan agenda yang terjadwal sehingga para Tim dan pembalap bisa terus mengikuti balapan, tentu ini butuh dukungan dari pihak terkait untuk dapat bekerja sama ” Lanjutnya.
“ Jujur sampai saat ini saya terus mengumpulkan motor balap, selain saya pakai untuk turun cari keringat tentunya saya persiapkan buat anak saya dan pembalap-pembalap disini untuk bisa berprestasi nantinya, sampai saat ini belum ada pembalap lokal yang bisa ikut serta mewakili Papua Barat pada event bergengsi seperti kejuaraan Nasional ataupun PON, itu yang sangat disayangkan dan tentunya menjadi PR buat kita untuk lebih mengedepankan pembibitan prestasi di Papua Barat” Tutupnya.
Penulis : Alpacino | Foto : Yombex / Alpacino




