Beranda blog Halaman 823

Kejurnas Motoprix Region Jawa Jadi Kesempatan Ambil Title Juara Region 2022

0

OtomotifZone.com – Surabaya. Kesempatan besar bagi tim dan pebalap untuk ambil alih juara region Jawa 2022 terbuka lebar. Terutama dikasta Expert. Kenapa demikian? Ya karena ini semua ada peraturan baru dari PP IMI. Yang mana pebalap Expert harus memilih untuk turun di Motoprix atau Oneprix. Pebalap Expert harus memilih dirinya main OnePrix atau Motoprix.

Peraturan ini memang berlaku dari tahun sebelumnya. Jadi pebalap Expert yang sudah main di Oneprix tidak bisa main di Motoprix dan sebaliknya. Namun untuk katagori lain seperti Novice, Rookie dan Beginer mereka bisa main dua event seperti Oneprix ataupun Motoprix.

Dan setelah tim redaksi absen, beberapa pebalap region Jawa terutama dikasta Expert sebagian besar mereka turun Oneprix. Jadi mereka tidak bisa main diajang Motoprix. Lalu kira kira siapa saja pebalap expert yang main Motoprix? Ini bisa menjadi kesempatan untuk kalian tim dan pebalap yang ingin bersinar. Kalian bisa buktikan untuk menjadi juara Region Jawa yang disebut Region Neraka. Dan bisa juga kalian merebut sebagai juara Nasional Indonesia tahun 2022.

Ayo ikuti putaran 1 Kejurnas Motoprix region Jawa yang akan berlangsung (5-6/3/22) di Sirkuit Gelora Bung Tomo Surabaya, Jawa Timur. Jangan sampai ketinggalan dan raih juara disetiap serinya agar menjadi sang juara.

Siapa Saja Peserta Kejurnas Motoprix Jawa, Terutama Expert?

0

OtomotifZone.com – Surabaya. Gelaran Kejurnas Motoprix region 2 atau Jawa akan diselenggarakan akhir pekan ini (5-6/3/22) di Sirkuit Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur. Surabaya akan menjadi tuan rumah pertama gelaran Motoprix region 2. Lalu kira kira siapa saja pesertanya?

Kalau bicara Motoprix tahun ini nampaknya sedikit berbeda. Dari jumlah tim dan peserta yang ikut. Terlebih sekarang ada pembatasan bagi pebalap Nasional yang turun di Motoprix. Jadi pebalap Expert yang main di OnePrix tidak bisa main di Motoprix dan sebaliknya. Sedangkan pebalap Novice, Rookie dan Beginer bisa mengikuti Motoprix dan Oneprix.

Dan hampir 80% tim tim yang biasa main diajang Kejurnas Motoprix region Jawa mereka main diajang Oneprix. Dan pebalap pebalap Expertnya juga sudah terdaftar di Oneprix. Lalu kira kira siapa tim dan pebalap yang akan main di Kejurnas Motoprix region Jawa?

Kita tunggu saja kabar berita selanjutnya hanya di OtomotifZone.com. Dan kebetulan tim redaksi OtomotifZone.com akan turun diajang balap bergengsi ini. Tim redaksi akan mengulas siapa saja yang turun diajang Motoprix.

Bodisa: Memakai RXS Sendiri, Ayip Mampu Bertengger di Podium

0
Ayip Rosidi Dengan RXS BDOR Racing Team

Otomotifzone.com – TANGERANG SELATAN. Umumnya pada kelas RX-King 140cc baik tune up maupun kelas standar dar, tim yang menjalani kelas tersebut akan memakai jenis motor RX King. Namun untuk Ayip, di balapan Bodisa Drag Bike 201 meter akhir pekan kemarin (26/2/2022) memakai jenis motor yang lain.

Hajat balap ekstrim, yang dijalankan di Sirkuit Non Permanen TNI-AU Cicangkal, Rumpin, Bogor – Jawa Barat. Ayip Rosidi bersama timnya BDOR Racing Team, menggunakan motor RXS. Pembalap Senior yang menolak pension itu, berani bertarung ditengah geberan RX King. Dirinya tidak ciut, justru itu membuat semangat tersendiri baginya untuk dapat membuktikannya.

RXS Bdor Racing Team

Benar saja, RXS hasil H Nday tunggangan Ayip berhasil berada dideretan podium 5 besar, di kelas RX King Standar Dar. Meski begitu, ini menjadi pembuktian dari Ayip, bahwa tunggangannya bisa bertarung asal ada kemauan dan keberanian. Dibalik itu motor ini sejatinya, masih belum berada dalam kondisi prima terbaiknya.

“Hokinya memang segitu ya Mas. Sebenarnya biasanya 8,4-8,5. Motor masih banyak PR nya, terutama mesin. Motor juga masih kurang nyaut atau nyerut, setiap oper masih agak mantek. Untuk kenyamanan, saya sendiri lebih suka RXS karena ke postur badan lebih enak. Tapi umumnya sih sama aja RXS dan RX KING,” jelas Ayip Rosidi si petarung.

Review Lengkap New Honda CB150X: Dipakai Harian Ok, Dipakai Turing Tambah OK

0
New Honda CB150X

OtomotifZone.com – Surabaya. Setelah merasakan impresi berkendara New CB150X di sirkuit safety riding course MPM Sedati, Sidoarjo beberapa waktu lalu, PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim) memberi kesempatan kepada Otomotifzone.com untuk mencoba performanya untuk diajak turing keluar kota.

Tanpa babibu, kesempatan emas ini langsung digas. Mengambil start dari MPM Simpang, Surabaya, motor sport Adventure Touring Honda ini tangkinya dalam keadaan kosong melompong (strip indikator bensin kedip-kedip tanda habis). OZ segera membawanya ke pom bensin terdekat. Penasaran dengan konsumsi bahan bakarnya, OZ sengaja mengisi Pertamax Rp.60.000 (6,66 liter). Seberapa irit konsumsi bbmnya? Dan bagaimana performanya? Yuk simak liputannya.

(Atas-Bawah) posisi bensin 1 strip pertama kali motor diambil, bbm diisi Rp.60.000 (6,66 liter Pertamax)

KEMACETAN DALAM KOTA

New Honda CB150X
Stang lebar tetap lincah membelah kemacetan lalu-lintas

Setelah mengisi bbm dan meriset trip di spido meter, OZ memulai perjalanan menuju Bangkalan, Madura. Kepadatan lalu-lintas menuju jembatan Suramadu jadi tantangan pertama.

Setang lebar dipadu suspensi depan tinggi, membuat CB150X terlihat jangkung sekaligus besar dibanding motor-motor lain di jalanan, itu sebabnya menjadi perhatian ketika berada di lampu merah.

Setang tapered handlebar atau setang fatbar dan wheelbase tergolong ringkas, ini gak beda jauh dari CB150R, hanya terpaut 1.315 mm membuat mudah untuk membelah kemacetan kota. Namun harus waspada, dengan setang yang lebar perlu hati-hati agar gak nyangkut di spion mobil yang dilewati.

Tuas koplingnya cukup ringan, membuat nyaman ketikan melewati kemacetan kota, termasuk ketika menerabas jalanan tanah berkerikil, berpasir, bahkan kubangan air. Tetap ringan meskipun hentakan tenaganya terasa dan gak ada gejala kopling selip.

PERFORMA

New Honda CB150X Handling

Menggunakan basis mesin yang sama dengan CB150R, tim teknis MPM memaparkan bahwa, “AHM melakukan perubahan karakter mesin, power dan torsi di putaran rendah dan tengah dibuat lebih galak sesuai peruntukan motor adventure touring. Power maksimal CB150X hanya 15,4 dk (11,5 kW) di putaran mesin 9.000 rpm, itu beda 1,2 dk dari CB150R yang maksimalnya 16,6 dk (12,4 kW) di putaran yang sama. Sedang torsi maksimal sama, 13,8 Nm di 7.000 rpm. Torsi di putaran bawah hingga tengah memang cukup responsif,” papar Teguh Hariyanto, Technical Service Division MPM Honda Jatim.

New Honda CB150X Engine
Cover mesin melindungi dari benturan batu dan benda tajam saat trabasan

Ini langsung dibuktikan OZ ketika melibas kemacetan kota dan overtake kendaraan didepan. Bermain di 4000 sampai 7000 rpm tenaganya terasa menyenangkan, pelintir gas motor langsung ngacir, wuuuuusss. Saat memasuki jalan pegunungan di daerah Trawas Mojokerto yang menanjak dan berkelok-kelok, motor jangkung Honda ini tetap pd melahap tanjakan tanpa khawatir kekurangan tenaga.

“Konsekwensi dari perubahan tersebut tenaga maksimal (topspeed) gak setinggi CB150R (perbedaan di seting ECM). Limiter mesin di 11.000 rpm, ” terang M Bondan Priyoadi, Technical Service Divison Head MPM saat dikonfirmasi OZ.

Terbukti, setelah melewati jembatan Suramadu, OZ melahap jalan lurus bergelombang sepanjang kurang lebih 10km. Disini New CB150X digeber habis-habisan untuk melihat topspeednya. Pada rpm 7500 keatas atau kecepatan 95km/jam keatas getaran minor mesin mulai terasa di footstep dan area paha. OZ berhasil mencatatkan topspeed 124km/jam meskipun dari kecepatan 120 ke 124km/jam cukup lama meraihnya. Ini karena di 9.000 – 10.000 rpm nafas mesin sudah tak lagi ngotot.

HANDLING

Handling lincah, motor nurut diajak bermanuver melibas jalanan pegunungan berkelok-kelok

Terlahir sebagai motor penjelajah membuatnya punya postur lebih jangkung. Jarak terendah dengan tanah 180 mm. New CB150X memiliki dimensi panjang 2.031 mm, lebar 796 mm, dan tinggi 1.309 mm. Tinggi jok 817 mm, jarak sumbu roda 1,315 mm, berat kosong 139 kg, dan kapasitas tangki 12 liter. Jujur ini bukan motor ideal buat test rider OZ yang hanya punya tinggi badan 158cm, namun tetap nyaman saat turing keluar kota. Motor nurut ketika melibas jalanan berkelok-kelok ciri pegunungan di Trawas dan tetap tenang berkat pelek depan-belakang 17 inci, yang dibungkus ban depan 100/80 dan belakang 130/70.

Bahkan ketika berada di kawasan bekas penambangan di Ranu Manduro yang terkenal dengan Feeling Good, membawa motor naik ke tempat yang lebih tinggi dengan trek jalan tanah berkerikil, cukup menggunakan gigi 2 semua dapat dilalui.

Puncak Ranu Manduro, mudah ditaklukkan New CB150X

Windshieldnya terlihat mungil, ternyata cukup ampuh melindungi kepala dan dada ketika menerjang angin saat turing luar kota.

Ukurannya yang kecil mampu melindungi kepala dan dada dari hempasan angin

RIDING POSITION

Riding Position terasa nyaman meskipun postur OZ hanya 158cm

Stangnya yang lebar, dikombinasi dengan raizer tinggi dan panjang membuat mudah mengendalikan motor. Selain itu berkendara jadi gak gampang capek karena posisinya rileks (tidak membungkuk).

(Atas-Bawah) stang lebar membuat handling nyaman, raiser tinggi bikin betah berkendara jarak jauh

SUSPENSION

Suspensi memberikan redaman yang maksimal saat melibas jalan berlubang dan kubangam air

Melibas jalan aspal sudah pasti sangat nyaman dan gak perlu diragukan lagi. Bagaimana ketika melibas jalan tanah, berbatu, jalan berpasir, jalan berkerikil, bahkan jalan berkubang?

Disokong sokbreker depan upside down berwarna emas merk Showa SFF-BP (Separated Function Fork – Big Piston) yang lebih Panjang 3 cm dari suspensi depan CB150R Streetfire. Lantas apakah sama dengan CRF150L?

sokbreker depan upside down berwarna emas merk Showa SFF-BP (Separated Function Fork – Big Piston)

“Jika dibandingkan dengan CRF 150L sama-sama inverted telescopic. Bedanya: CB150X 37mm Inverted Telescopic, 150mm Stroke. SFF-BP (Separated Function Fork – Big Piston). Sedangkan CRF150L 37mm Inverted Telescopic, 225mm Stroke. SFF (Separated Function Fork). Dimana spesifikasi suspensi motor disesuaikan dengan kebutuhan dan peruntukannya masing-masing,” jelas Bondan dengan gamblang.

Hmmmm…pantas ketika melibas jalan tanah dan kawan-kawannya gak jadi masalah. Redamannya tetap nyaman. Lalu kenapa sokbreker belakang terasa lebih keras bantingannya?

New Honda CB150X Suspension
Per sokbreker belakang keras untuk menopang beban saat turing dengan barang bawaan

Kembali tim teknis MPM menjelaskan, “PT Astra Honda Motor sudah mengukur kerenggangan per belakang New CB150X. Dibikin keras karena tentu sebagai motor turing nantinya akan ada penambahan bobot seperti, box dikanan dan kiri, tas untuk keperluan turing, bahkan boncenger. Sehingga tetap nyaman ketika dipakai turing,” tambah Teguh.

KONSUMSI BBM

New Honda CB150X Fuel Consumption
(Atas-Bawah) total jarak yang ditempuh OZ, konsumsi bbm

Kalau soal yang satu ini, pabrikan Honda gak perlu diragukan lagi. Hanya dengan Rp. 60.000 New CB150X berhasil menempuh total jarak 275,4 km (trip odo meter diriset setelah pengisian bbm), dengan konsumsi bbm 53,5km/liter (odometer). Posisi strip bbm dipanel spido kembali di strip 1 seperti awal ambil motor di MPM.

KESIMPULAN

Overall, sensasi motor ini cukup menyenangkan. Meski dimensi yang dimiliki cukup besar, New CB150X tetap fun to ride dijadikan kendaraan harian, apalagi untuk turing jarak jauh di akhir pekan.

Meskipun lebih berat 4 kg dari CB150R, (bobotnya 139 kg) motor tetap enak buat manuver dan tenang dan pastinya irit bbm.

Tangki dikondomi membuat tampilan makin kekar dan gagah

Dibanderol dengan harga OTR (On The Road) Surabaya Rp 33.385.000.-. Untuk varian Special Edition (SE) Rp 33,885,000.- motor sport adventure touring pertama Honda ini sangat layak dipinang.

Penulis: Hendra Sonie | Foto: HS

Bodisa: Jupie 130 Takens H.Lutfi Tetap Perkasa

0
Vano Mahendra Bersama Tim, Foto; Dokumentasi

Otomotifzone.com – TANGERANG SELATAN. Memiliki tittle team tuan rumah, meski tidak berada satu posisi bersama kawasan trek. Namun itu memang pantas dilekatkan kepada Takens H.Lutfu PRK Creampie. Berada di kawasan Depok – Jawa Barat. Takens tidak pernah absen, dalam gelaran Bodisa Motor Sport.

Hingga sampai saat ini (26/2/2022), Takens H.Lutfi tidak mau absen di Bodisa Drag Bike 201 Meter 2022. Bersama pembalap kuncinya, Vani Mahendra, pada pertarungan kelas Jupie 130cc. Kuda besi hitam ini tidak tertandingi. Vano Mahendra dengan motor balap 130cc andalannya, berjaya di dua kelas sekaligus, Pemula dan Open. Bukan itu saja, 130cc Takens masih belum tercolek dalam podium juara.

Bebek 4T 130cc Takens H.Lutfi PRK Creampie berjaya didua kelas sekaligus, Pemula dan Open dengan satu pilot utamanya, Vano Mahendra. Pemula Vano mencetus waktu 08,130 detik dan untuk Open Vano mencatat 08,106 detik.

jupie 130cc
“Jupie” Bebek 4T 130cc TU Takens H. Lutfi

“Motor sama Mas dari sebelumnya. Engga ada perubahan, pokoknya langsung balap aja. Cuma cek tipis aja, setting juga di tempat. Malahan kadang engga setting cuma jajal lepas kopling buat start,” terang Vano Mahendra kepada Penulis langsung.

Tidak ada yang menyangka, Vano akan mengunci gelar juara secara double sekaligus. Sebab lawannya bukan satu dua saja, tetapi nama tenar Indonesia pun menjadi saingannya. Patut diperhitungkan rupanya, Bebek 4T 130cc Tune Up, milik Takens H.Lutfi PRK Creampie.

Bodisa: Vano Masih Menunjukan ASR Matic 200cc Terbaik di Bodisa

0
Vano Mahendra dan Matic 200cc TU ASR

OtomotifZone.com – TANGERANG SELATAN. ASR alias Andi Speed Racing Bandung, nyatanya tidak mau terlewatkan dalam hajat drag bike Bodisa 201 meter akhir pekan lalu (26-27/2/2022). Balapan yang terselenggara di Sirkuit Non Permanen TNI-AU Cicangkal, Rumpin, Bogor – Jawa Barat itu, disambangi juga dari berbagai nama tim tenar Indonesia.

ASR yang terkenal dengan racikan Matic 200cc, nyatanya masih belum tergoyahkan dengan tittlenya sebagai, pemegang Matic 200cc terbaik Bodisa. Pasalnya tidak mudah tentunya, ASR digempur dengan berbagai tim hebat, salah satunya Wahana Baru Motor Bandung. Meski sama satu Kota, tapi dalam lintasan nyatanya berbeda.

Tidak dikawal langsung oleh chief of mechanicnya, Sandi Ikhsan Taufik alias Andi. Tetapi matic 200cc garapannya ini, masih menunjukan perlawanan yang hebat, terlebih dalam kondisi trek basah. Matic 200cc TU ASR berjaya di kelas Open. Lewat Vano Mahendra, dengan waktu 07,334 berduet dengan membawa bendera Takens H. Lutfi.

vano mahendra
Vano Mahendra

“Motornya sendiri memang istimewa Mas. Karena sering bawa motor ASR jadi sudah lebih paham bagaimana. Tinggal kita pahami motor dan kondisi lintasan. Saya sering bawa motor ASR dan bawa motor Injeksinya. Sama-sama suka, keduanya istimewa,” jelas Vano Mahendra kepada Penulis langsung.

ASR harus bertahan ekstra dari gempuran pembalap Wahana Baru Motor. Sebab tidak mudah untuk melawannya. Usut punya usut, tahun 2022 ini Sandi sedang mempersiapkan sesuatu yang istimewa. Pensaran? Simak dan pantengin terus hanya di OtomotifZone.

Bodisa: Duet Opick dan Ilham Berbahaya di Ninja STDR

0
Opick Acil (Atas) dan Ilham Unyil (Bawah)

OtomotifZone.com – TANGERANG SELATAN. Duet pembalap Jawa Barat dan Jawa Tengah, Opick Acil dan Ilham Unyil nampaknya menjadi duet pembalap, yang berbahaya di ajang Bodisa Drag Bike 201 meter akhir pekan kemarin (26/2/2022) di Sirkuit Non Permanen TNI-AU Cicangkal, Rumpin, Bogor – Jawa Barat.

Kedua pembalap ini sengaja diduetkan oleh tim baru bernama CFM Feat Putra Fiber Optic. Pembalap pemula dan open ini, berbahay disetiap kelas. Seperti kelas Ninja Standard Pemula dan Open. Opick dan Ilham mengunci pasti juara pertama di kelas tersebut.

Opick berhasil mengunci posisi teratas, kelas Ninja Standard 155cc Pemula dengan waktu 07,411 detik dengan kondisi trek basah. Lalu Ilham menjadi yang tecepat di kelas Ninja Standard 155cc Open, dengan waktu 07,272 detik.

opick
Opick Acil, Salah Satu Pembalap Andalan RH57
ilham
Ilham Unyil #54 Pembalap Bayu Bangun Persada TYL Racing

“Motor yang memang garapan dari asal timku sendiri, sehingga menjadi Saya lebih memahami karakter mesin motornya. Sehingga bisa maksimal bawanya. Motor sudah sangat siap buat balapan, tinggal diperbanyak jam terbangnya aja,” terang Ilham Unyil kepada Penulis langsung.

Kemudian disambut oleh Opick Acil, memiliki nada serupa. “Motor memang sudah siap ready banget. Tinggal perbanyak ikut balapan. Lalu aku juga banyak berlatih. Soalnya ini kan baru nunggangi dengan karakter motor garapan Mas TYL Racing. Semoga bisa lebih cepat adaptasinya,” sambung Opick.

Bodisa: RX-King BBP Comeback

0
Topik Maulana - RX King Bayu Bangun Persada

Otomotifzone.com – TANGERANG SELATAN. Bodisa Drag Bike 201 meter, menjadi sebuah wadah pelampiasan sejumlah pembalap maupun tim. Akan kecanduannya dalam balapan drag bike. Tidak hanya itu, event yang digelar akhir pekan kemarin (26-27/2/2022) di Sirkuit Non Permanen TNI-AU Cicangkal, Rumpin, Bogor – Jawa Barat. Sebagai tempat pembuktian riset.

Benar saja, seperti salah satunya kelas RX-King 140cc Tune Up Frame Standard. King milik dari Bayu Bangun Persada menjadikan Bodisa sebagai tempat melakukan uji risetannya. Alhasil dari proses panjang, dibuktikan lewat jalur podium terhormat.

Namun kemarin, RX-King BBP ini tidak balap bersama timnya sendiri. melainkan diterbangkan khusus dengan Putra Fiber Optic asal Tegal – Jawa Tengah. Pembalap yang berhasil membawa comeback RX-King tersebut ialah Topik Maulan, dengan catatan 07,993 detik.

RX King Bayu Bangun Persada
RX King Bayu Bangun Persada

“Alhamdulillah ivent kemarin saya bisa maksimal hasil yang baik , untuk mesin tidak beda jauh dari ivent Januari sebelumnya hanya perbedaan cuaca saja mas rubah sepuyer menjet nya. Untuk Januari saya kurang maksimal untuk naikin nya mas ada problem di bagian kopling jadi kurang maksimal ,” beber Topik kepada Redaksi OZ langsung.

Hasil yang diraih ini, menjadi hasil yang begitu manis terutama buat sang kreator motor, Wans Racing. Dirinya pun mengungkapkan bahwa motor, di balapan sebelumnya tidak begitu maksimal. Lalu kini lewat persiapan matang, kerja kerasnya terbayar.

“Spek masih sama. Cuma kemarin bongkar total aja, centre kruk as dan ganti laher. Ditambah perbaikan kopling. Alhamdulillah sekarang hokinya,” pungkas Wans Racing selaku mekanik kepada Penulis.

Makbon Wijaya Championship Manokwari: Tidak Butuh Waktu Lama, Decky Juara Kelas Lokal Tanah Papua

0
Decky

OtomotifZone.Com – Manokwari. Tidak butuh waktu lama bagi Decky untuk menjadi juara kelas Bebek 2Tak 120cc Standart Lokal Tanah Papua pada gelaran balap motor Makbon Wijaya Championship di Sirkuit Drs.Mandacan Manokwari Minggu (27/2). Lap pertama dirinya langsung pimpin jalannya balapan. Meski mendapat sedikit tekanan di awal lap, tapi dirinya tetap berada didepan.

Decky
Decky sempat mendapat sedikit tekanan diawal lap

Menjaga ritme balap dan selalu konstan dalam raihan waktu, membuat Decky mampu memimpin jalannya balapan. Sejak awal lap dirinya mencoba push motor untuk konstan dalam raihan waktu. Bisa ditarik rata rata, awal lap sampai pertengahan lap dirinya konstan dengan raihan 1:00.372detik.

Konstan waktu ini disetiap lap membuat dirinya mampu memberi jarak kepada lawan lainnya. Melihat jarak yang sudah jauh membuat pembalap dengan nomor start 137 ini mencoba turunkan waktu disetiap lapnya namun tetap menjaga ritme. Sampai akhir lap dirinya tidak tersentuh sama sekali oleh lawan, Berikut Hasil Lombanya :

Hingga akhirnya, pemenang kelas ini tidak terlalu banyak menguras energinya. Decky pembalap asal Merauke, menarik perhatian seluruh yang hadir dalam event tersebut. Bocah mungil ini, mampu melesat tenang, sampai dirinya berhasil membawa motor tunggangannya mencatatkan, waktu tercepatnya.

“ Tidak ada kendala sama sekali sih baik motor maupun saat main, itu yang buat saya bisa main tenang dan selesaikan lap dengan baik” Ucap Decky.

Penulis | Foto : Alpacino

Anggi Gianturi Buktikan Kualitasnya, Gelar Juara Umum Matic Pemula Dibawa Pulang

0

OtomotifZone.com – Bandung. Pada gelaran 4TH Anniversay Ex-Rider Jabar Wa Darmawangsa yang berlangsung (26/2/22) di Sirkuit NP Brigif Kujang II Cimahi Jawa Barat. Dengan totalan point 75, Anggi Gianturi mendapatkan juara umum di kategori matic pemula.

Pembalap asal Jawa Barat ini mampu tampil apik dan konsisten di beberapa kelas sehingga mendapatkan point yang maksimal untuk menjadi juara umum.

Dengan keberhasilan ini, Anggi tak lepas juga dari team kesayangannya Ar Speedrace Mandira CLD FCBRT MTRY.

“Alhamdullilah di acara event aniversary4th exrider ini saya bisa meraih juara umum. Terima kasih kepada team mandira jaya mdr arspeed yang telah mempercayai saya di event ini” Ujar Anggi Gianturi

Sangat sengit persaingan di matic pemula ini, karena rider di kelas pemula ini memang bisa dibilang lebih banyak di banding di kelas yang lain. Hampir kehilangan point saat memasuki hujan besar yang mengguyur brigif, tetapi Anggi masih bisa mempertahankan pointnya bersama motor racikan Rifki Mandira Jaya ini.

Selamat untuk Anggi Gianturi telah mendapatkan juara umum di event ini.