BerandaMotorTest RideReview Lengkap New Honda CB150X: Dipakai Harian Ok, Dipakai Turing Tambah OK

Review Lengkap New Honda CB150X: Dipakai Harian Ok, Dipakai Turing Tambah OK

OtomotifZone.com – Surabaya. Setelah merasakan impresi berkendara New CB150X di sirkuit safety riding course MPM Sedati, Sidoarjo beberapa waktu lalu, PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim) memberi kesempatan kepada Otomotifzone.com untuk mencoba performanya untuk diajak turing keluar kota.

Tanpa babibu, kesempatan emas ini langsung digas. Mengambil start dari MPM Simpang, Surabaya, motor sport Adventure Touring Honda ini tangkinya dalam keadaan kosong melompong (strip indikator bensin kedip-kedip tanda habis). OZ segera membawanya ke pom bensin terdekat. Penasaran dengan konsumsi bahan bakarnya, OZ sengaja mengisi Pertamax Rp.60.000 (6,66 liter). Seberapa irit konsumsi bbmnya? Dan bagaimana performanya? Yuk simak liputannya.

(Atas-Bawah) posisi bensin 1 strip pertama kali motor diambil, bbm diisi Rp.60.000 (6,66 liter Pertamax)

KEMACETAN DALAM KOTA

New Honda CB150X
Stang lebar tetap lincah membelah kemacetan lalu-lintas

Setelah mengisi bbm dan meriset trip di spido meter, OZ memulai perjalanan menuju Bangkalan, Madura. Kepadatan lalu-lintas menuju jembatan Suramadu jadi tantangan pertama.

Setang lebar dipadu suspensi depan tinggi, membuat CB150X terlihat jangkung sekaligus besar dibanding motor-motor lain di jalanan, itu sebabnya menjadi perhatian ketika berada di lampu merah.

Setang tapered handlebar atau setang fatbar dan wheelbase tergolong ringkas, ini gak beda jauh dari CB150R, hanya terpaut 1.315 mm membuat mudah untuk membelah kemacetan kota. Namun harus waspada, dengan setang yang lebar perlu hati-hati agar gak nyangkut di spion mobil yang dilewati.

Tuas koplingnya cukup ringan, membuat nyaman ketikan melewati kemacetan kota, termasuk ketika menerabas jalanan tanah berkerikil, berpasir, bahkan kubangan air. Tetap ringan meskipun hentakan tenaganya terasa dan gak ada gejala kopling selip.

PERFORMA

New Honda CB150X Handling

Menggunakan basis mesin yang sama dengan CB150R, tim teknis MPM memaparkan bahwa, “AHM melakukan perubahan karakter mesin, power dan torsi di putaran rendah dan tengah dibuat lebih galak sesuai peruntukan motor adventure touring. Power maksimal CB150X hanya 15,4 dk (11,5 kW) di putaran mesin 9.000 rpm, itu beda 1,2 dk dari CB150R yang maksimalnya 16,6 dk (12,4 kW) di putaran yang sama. Sedang torsi maksimal sama, 13,8 Nm di 7.000 rpm. Torsi di putaran bawah hingga tengah memang cukup responsif,” papar Teguh Hariyanto, Technical Service Division MPM Honda Jatim.

New Honda CB150X Engine
Cover mesin melindungi dari benturan batu dan benda tajam saat trabasan

Ini langsung dibuktikan OZ ketika melibas kemacetan kota dan overtake kendaraan didepan. Bermain di 4000 sampai 7000 rpm tenaganya terasa menyenangkan, pelintir gas motor langsung ngacir, wuuuuusss. Saat memasuki jalan pegunungan di daerah Trawas Mojokerto yang menanjak dan berkelok-kelok, motor jangkung Honda ini tetap pd melahap tanjakan tanpa khawatir kekurangan tenaga.

“Konsekwensi dari perubahan tersebut tenaga maksimal (topspeed) gak setinggi CB150R (perbedaan di seting ECM). Limiter mesin di 11.000 rpm, ” terang M Bondan Priyoadi, Technical Service Divison Head MPM saat dikonfirmasi OZ.

Terbukti, setelah melewati jembatan Suramadu, OZ melahap jalan lurus bergelombang sepanjang kurang lebih 10km. Disini New CB150X digeber habis-habisan untuk melihat topspeednya. Pada rpm 7500 keatas atau kecepatan 95km/jam keatas getaran minor mesin mulai terasa di footstep dan area paha. OZ berhasil mencatatkan topspeed 124km/jam meskipun dari kecepatan 120 ke 124km/jam cukup lama meraihnya. Ini karena di 9.000 – 10.000 rpm nafas mesin sudah tak lagi ngotot.

HANDLING

Handling lincah, motor nurut diajak bermanuver melibas jalanan pegunungan berkelok-kelok

Terlahir sebagai motor penjelajah membuatnya punya postur lebih jangkung. Jarak terendah dengan tanah 180 mm. New CB150X memiliki dimensi panjang 2.031 mm, lebar 796 mm, dan tinggi 1.309 mm. Tinggi jok 817 mm, jarak sumbu roda 1,315 mm, berat kosong 139 kg, dan kapasitas tangki 12 liter. Jujur ini bukan motor ideal buat test rider OZ yang hanya punya tinggi badan 158cm, namun tetap nyaman saat turing keluar kota. Motor nurut ketika melibas jalanan berkelok-kelok ciri pegunungan di Trawas dan tetap tenang berkat pelek depan-belakang 17 inci, yang dibungkus ban depan 100/80 dan belakang 130/70.

Bahkan ketika berada di kawasan bekas penambangan di Ranu Manduro yang terkenal dengan Feeling Good, membawa motor naik ke tempat yang lebih tinggi dengan trek jalan tanah berkerikil, cukup menggunakan gigi 2 semua dapat dilalui.

Puncak Ranu Manduro, mudah ditaklukkan New CB150X

Windshieldnya terlihat mungil, ternyata cukup ampuh melindungi kepala dan dada ketika menerjang angin saat turing luar kota.

Ukurannya yang kecil mampu melindungi kepala dan dada dari hempasan angin

RIDING POSITION

Riding Position terasa nyaman meskipun postur OZ hanya 158cm

Stangnya yang lebar, dikombinasi dengan raizer tinggi dan panjang membuat mudah mengendalikan motor. Selain itu berkendara jadi gak gampang capek karena posisinya rileks (tidak membungkuk).

(Atas-Bawah) stang lebar membuat handling nyaman, raiser tinggi bikin betah berkendara jarak jauh

SUSPENSION

Suspensi memberikan redaman yang maksimal saat melibas jalan berlubang dan kubangam air

Melibas jalan aspal sudah pasti sangat nyaman dan gak perlu diragukan lagi. Bagaimana ketika melibas jalan tanah, berbatu, jalan berpasir, jalan berkerikil, bahkan jalan berkubang?

Disokong sokbreker depan upside down berwarna emas merk Showa SFF-BP (Separated Function Fork – Big Piston) yang lebih Panjang 3 cm dari suspensi depan CB150R Streetfire. Lantas apakah sama dengan CRF150L?

sokbreker depan upside down berwarna emas merk Showa SFF-BP (Separated Function Fork – Big Piston)

“Jika dibandingkan dengan CRF 150L sama-sama inverted telescopic. Bedanya: CB150X 37mm Inverted Telescopic, 150mm Stroke. SFF-BP (Separated Function Fork – Big Piston). Sedangkan CRF150L 37mm Inverted Telescopic, 225mm Stroke. SFF (Separated Function Fork). Dimana spesifikasi suspensi motor disesuaikan dengan kebutuhan dan peruntukannya masing-masing,” jelas Bondan dengan gamblang.

Hmmmm…pantas ketika melibas jalan tanah dan kawan-kawannya gak jadi masalah. Redamannya tetap nyaman. Lalu kenapa sokbreker belakang terasa lebih keras bantingannya?

New Honda CB150X Suspension
Per sokbreker belakang keras untuk menopang beban saat turing dengan barang bawaan

Kembali tim teknis MPM menjelaskan, “PT Astra Honda Motor sudah mengukur kerenggangan per belakang New CB150X. Dibikin keras karena tentu sebagai motor turing nantinya akan ada penambahan bobot seperti, box dikanan dan kiri, tas untuk keperluan turing, bahkan boncenger. Sehingga tetap nyaman ketika dipakai turing,” tambah Teguh.

KONSUMSI BBM

New Honda CB150X Fuel Consumption
(Atas-Bawah) total jarak yang ditempuh OZ, konsumsi bbm

Kalau soal yang satu ini, pabrikan Honda gak perlu diragukan lagi. Hanya dengan Rp. 60.000 New CB150X berhasil menempuh total jarak 275,4 km (trip odo meter diriset setelah pengisian bbm), dengan konsumsi bbm 53,5km/liter (odometer). Posisi strip bbm dipanel spido kembali di strip 1 seperti awal ambil motor di MPM.

KESIMPULAN

Overall, sensasi motor ini cukup menyenangkan. Meski dimensi yang dimiliki cukup besar, New CB150X tetap fun to ride dijadikan kendaraan harian, apalagi untuk turing jarak jauh di akhir pekan.

Meskipun lebih berat 4 kg dari CB150R, (bobotnya 139 kg) motor tetap enak buat manuver dan tenang dan pastinya irit bbm.

Tangki dikondomi membuat tampilan makin kekar dan gagah

Dibanderol dengan harga OTR (On The Road) Surabaya Rp 33.385.000.-. Untuk varian Special Edition (SE) Rp 33,885,000.- motor sport adventure touring pertama Honda ini sangat layak dipinang.

Penulis: Hendra Sonie | Foto: HS

Must Read

Parolin Racing Advertisement Spot