OtomotifZone.com – Solok. Kawasan Tugu Ayam yang berada dekat komplek pemerintahan Kabupaten Solok di Arosuka, Sumatera Barat mendadak dipenuhi puluhan kendaraan 4 wheel drive pada Jum’at (14/10) pagi. Semua bersiap mengikuti “Bukik Sikokoh Extreme Offroad 2016” yang diadakan selama 3 hari (14-16/10).
Kondisi cuaca hujan badai menjadi tantangan lain bagi 62 peserta kelas extreme dan 42 kategori standar. Tercatat offroader dari Padang, Muara Labuh, Pekanbaru, Medan, Palembang, Jambi dan Sumatera bagian tengah siap buat kompetisi.

Ajang ini digelar Bareh Solok Offroad Club (BSOC). Sebuah klub 4×4 baru, namun namanya sudah bergema berkat Alex Jangkrik dan Avi Hasseld yang sering merajai kompetisi offroad. Pekan lalu, Alex offroader junior kebanggaan Solok menyabet Juara Pertama di Aceh Tengah. “Event ini sekaligus sebagai deklarasi klub,” buka Rinaldi Al Sirin, Panitia Penyelenggara sambil menyebut cuaca buruk jadi tantangan peserta dan panitia.
Hujan badai menerpa saat 2 SCS (Special Competition Stage) dibuka hari pertama untuk kelas extreme dan standar. Sedangkan Sabtu dan Minggu ada 6 SCS harus dilalui semua kompetitor di Bukit Cambai dalam keadaan cuaca kurang bersahabat. Padahal, bila cuaca cerah, di atas bukit ini terlihat pemandangan indah 4 danau, yaitu Singkarak, Talang, Danau Diatas dan Dibawah.
Akibat trek basah dan licin, tantangan pun semakin berat. Catatan waktu peserta menjadi pertaruhan untuk menjadi pemenang. Paling seru tentunya terjadi di kelas extreme, baik mesin diatas 2500cc, maupun dibawah 2500cc. Peluang meraih waktu tercepat tetap sama antara kedua kelas ini.
Di SCS 1 dan 2, offroader junior Jambi berusia 20 tahun, Adi Kurniawan dengan navigator Dicky Prastio tercepat dan meraih poin penuh 100. SCS 3 giliran Erix Nurdiansyah dan Rido dari tim Gunot Padang terdepan.
Sedangkan SCS 4 milik M Nasri. SCS 5 dikuasai Dio Hilza Pratama. Baru di SCS terakhir, Conny Suwarno dan navigator Rahmad Danil dari tim Sakai Pekanbaru mengganas. Meski Conny hanya 1 SCS tercepat, namun perolehan poin pada 5 SCS lain tinggi. Pasangan offroader ini pun dinobatkan sebagai Juara Umum.
Meski panitia basah namun tetap kerja keras menuntaskan tugasnya di bawah terpaan hujan dan suhu dingin pegunungan. “Syukurlah sukses walau ada trouble terkendala cuaca,” pasrah Rinaldi Al Sirin. Salut buat kerja panitia.
Seperti lazimnya, sebelum event ada pelatihan marshall oleh Hendrik Badu dari PP IOF. Sebanyak 26 orang marshall asal Solok menjadi terlatih menghadapi kompetisi offroad. Fion Kamil, putra Minang yang menjadi Pimpinan Perlombaan puas atas kerja marshall meski dalam kondisi cuaca ekstrem. Fion berjanji bakal membawa marshall Solok jika ada event berikutnya.
Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin pun puas atas kerja panitia dan event yang digelar BSOC. Pengukuhan dan deklarasi BSOC dilakukan Pengda IOF Sumbar sebagai klub resmi.
Penulis : Noverry Darwim |Â Foto: BSOC

