OtomotifZone.com – Mandalika. Marco Bezzecchi belum mau menyerah dalam perburuan gelar juara dunia MotoGP 2026. Meski masih tertinggal 46 poin dari Jorge Martin setelah Grand Prix Indonesia di Sirkuit Internasional Mandalika, Minggu (11/10), pebalap Aprilia Racing itu menegaskan akan terus berjuang hingga akhir musim.
Kemenangan di Mandalika menjadi modal penting bagi Bezzecchi untuk menjaga peluangnya dalam persaingan kejuaraan. Ia sukses mengakhiri paceklik kemenangan sejak Grand Prix Italia di Mugello pada Mei lalu, sekaligus bangkit setelah mengalami kecelakaan bersama Raul Fernandez pada Sprint Race sehari sebelumnya.
Namun, kemenangan tersebut belum cukup untuk menghapus kerugian poin yang dialaminya. Bezzecchi menyadari jaraknya dengan Martin masih cukup besar, sehingga ia harus memaksimalkan setiap kesempatan pada seri-seri berikutnya.
Sebelum balapan di Indonesia, Bezzecchi sudah menyadari bahwa dirinya perlu mengambil risiko lebih besar untuk memperkecil ketertinggalan. Sayangnya, strategi tersebut tidak berjalan sesuai harapan pada Sprint Race setelah insiden di Tikungan 1 menggagalkan peluangnya mendapatkan poin.

“ Sebelum seri ini, saya tahu mungkin harus mengambil sedikit lebih banyak risiko di sini. Kemarin, tentu saja, itu tidak membuahkan hasil karena insiden balapan pada awal lomba. Namun, untungnya, balapan hari ini berjalan dengan baik,” ujar Bezzecchi.
Kegagalan pada Sprint Race sempat membuat perjuangannya semakin berat. Meski demikian, pebalap asal Italia tersebut memilih bangkit dan membuktikan kecepatannya pada balapan utama. Ia mampu mengendalikan jalannya lomba dan merebut kemenangan yang sekaligus menjadi pencapaian bersejarah bagi Italia di kelas premier Grand Prix.
Bezzecchi juga tidak menampik bahwa akhir pekan di Mandalika menyisakan perasaan campur aduk. Kemenangan memang berhasil diraih, tetapi insiden sehari sebelumnya membuatnya dan Aprilia kehilangan peluang untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.
Seperti yang disampaikan bos Aprilia, Massimo Rivola, Bezzecchi mengakui bahwa akhir pekan tersebut terasa lebih seperti kekalahan daripada kemenangan. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa peluangnya dalam perebutan gelar belum sepenuhnya tertutup.
“Saya masih tertinggal jauh, tetapi mentalitas saya tetap sama. Saya akan terus berjuang dan memberikan yang terbaik untuk meraih hasil semaksimal mungkin hingga akhir musim. Jadi, mari kita lanjutkan seperti ini,” tegasnya.
Dengan lima seri tersisa berdasarkan laporan setelah GP Indonesia, persaingan menuju gelar juara dunia masih menyisakan tantangan besar bagi Bezzecchi. Ia membutuhkan konsistensi sekaligus hasil maksimal untuk memangkas jarak dari Martin yang kembali memimpin klasemen.
Kini, kemenangan di Mandalika menjadi titik kebangkitan bagi Bezzecchi. Tantangan berikutnya adalah menjaga momentum tersebut dan mengubah setiap peluang menjadi poin berharga. Satu hal yang dipastikan sang pebalap Aprilia: selama peluang matematis masih terbuka, perjuangan belum berakhir.
