OtomotifZone.com – Merauke. UD.Mirnawati Okaba H2K tampil sebagai salah satu tim paling bersinar. Pada Kejuaraan Nasional Motoprix Region F Putaran 2 yang berlangsung di Sirkuit Waninggap Sai Gautak, Merauke, Papua Selatan, Minggu (2/8/2026). Mengandalkan pembalap muda tuan rumah Farhan Baba, tim asal Merauke itu sukses memborong sembilan trophy sekaligus mengunci gelar Juara Umum U-23 Setanah Papua, membuktikan kualitas pembalap lokal mampu bersaing di level nasional.
Sapu Bersih Kelas Setanah Papua
Farhan langsung tampil agresif sejak sesi race bergulir. Mengendarai motor bernomor 24, pembalap asal Papua Selatan itu menguasai jalannya balapan dan menyapu kemenangan di kelas Bebek 2 Tak 116cc Standar Setanah Papua serta Bebek 2 Tak 125cc Standar Setanah Papua. Raihan poin penuh dari dua kelas tersebut mengantarkannya menjadi Juara Umum U-23 Setanah Papua.
Farhan tidak hanya bersinar di kategori Setanah Papua. Pada kelas Novice, ia juga tampil kompetitif dan beberapa kali terlibat duel sengit dengan M. Rivai serta Stevano Ihalauw dalam perebutan posisi terdepan memperebutkan poin. Persaingan ketat sepanjang balapan memperlihatkan perkembangan performa Farhan yang semakin matang menghadapi para rival terbaik di Region F.
Tujuh Podium dari Delapan Kelas
Konsistensi menjadi kunci sukses Farhan sepanjang akhir pekan. Dari delapan kelas yang diikutinya, ia berhasil mengamankan tujuh podium dan membawa pulang sembilan trofi.
Raihan tersebut meliputi Juara 1 Bebek 2 Tak 116cc Standar Setanah Papua, Juara 1 Bebek 2 Tak 125cc Standar Setanah Papua, Juara 2 Bebek 4 Tak 150cc Tune Up U16-U23 Novice Race 1, Juara 2 Bebek 4 Tak 150cc Tune Up U16-U23 Novice Race 2, Juara 3 Sport 2 Tak 135cc Campuran Setanah Papua, Juara 3 Bebek 2 Tak 116cc Setanah Papua, serta finis di posisi keempat pada kelas Bebek 2 Tak 125cc Standar Setanah Papua dan Bebek 4 Tak 130cc (Ex MP2) Setanah Papua Race 1 maupun Race 2.

Manajer UD.Mirnawati Okaba H2K, Opal Salam, mengapresiasi kerja keras seluruh tim. Menurutnya, target utama untuk merebut gelar Juara Umum U-23 berhasil tercapai meski kendala teknis sempat menghambat perjuangan Farhan di kelas Novice.
“Alhamdulillah kami cukup puas dengan hasil kali ini. Target utama kami di kategori U-23 berhasil tercapai. Hanya saja di kelas Novice kami mengalami kendala pada kualitas oktan bahan bakar yang berujung penalti sehingga posisi Farhan harus bergeser,” ujar Opal.
Peran Mekanik di Balik Performa Farhan
Kesuksesan Farhan juga tidak lepas dari kerja tim mekanik yang bekerja di balik layar. Untuk motor 2 tak, UD.Mirnawati Okaba H2K masih mengandalkan racikan mekanik lokal. Witman, salah satu mekanik terbaik H2K Garage, sedangkan sektor mesin 4 tak dipercayakan kepada Arifandi dari Yogyakarta. Kolaborasi keduanya menghasilkan motor yang kompetitif sehingga Farhan mampu tampil konsisten di setiap kelas yang diikuti.
“Untuk mesin 2 tak kami masih mengandalkan H2K Garage, Witman salah satu mekanik lokal terbaik dari H2K yang ikut mengawal tim. Sementara sektor 4 tak kami percayakan kepada Arifandi dari Jogja,” jelas Opal.

Bidik Motoprix dan Grand Final Piala Presiden
Keberhasilan di kandang sendiri menjadi modal penting bagi UD.Mirnawati Okaba H2K untuk menghadapi seri-seri berikutnya. Tim kini mulai mempersiapkan motor, meningkatkan performa mesin, serta menambah jam terbang Farhan melalui berbagai kejuaraan regional di Papua sebagai bagian dari persiapan menghadapi seluruh putaran Kejurnas Motoprix hingga Grand Final Piala Presiden.
“Fokus kami sekarang meningkatkan performa pembalap dan motor agar semakin kompetitif. Selain menyegarkan mesin, Farhan juga akan mengikuti beberapa kejuaraan daerah di Papua sebagai bagian dari persiapan. Target kami adalah tampil di seluruh seri Motoprix hingga Grand Final Piala Presiden,” tutup Opal.
Hasil di Merauke menjadi bukti bahwa UD. Mirnawati Okaba H2K tidak sekadar meramaikan persaingan. Berbekal talenta muda, dukungan mekanik berpengalaman, dan persiapan yang terus dimatangkan, tim asal Papua Selatan itu kini membawa misi yang lebih besar: menjaga konsistensi, menambah prestasi, dan mengharumkan nama Papua di pentas balap motor nasional..
