OtomotifZone.com – Lampung. Tren motor trail memang sedang digemari di Tanah Air saat ini. Selain motor terbaru, motor trail jadul pun mulai muncul kembali. Tentu saja hasil restorasi dari sang pemilik. Akhirnya trail vintage seolah lahir kembali alias reborn.

Seperti terlihat di Lampung. Ada sebuah komunitas bernama GTT singkatan Gerombolan Trail Tua. “Disini memang banyak trail tua. Salah satunya yang banyak digemari Yamaha DT-100,” buka Echo Plax dari Trapang Indonesia. Echo memang spesialis modifikasi trail 2-tak di Lampung.
Dengan hadirnya trail jadul, pupus anggapan hobi trail adventure milik yang berkantong tebal. Padahal motor tua kalau dipoles lagi bisa menjadi andalan diajak lintas alam. “Tak mahal kok kalau pengen trail adventure pakai trail DT-100,” yakin Echo. Alasannya, harga motor seken sangat terjangkau, engine tangguh, serta perawatan mudah dan murah.
Nah, agar motor kembali tokcer, tentu saja ada komponen yang perlu diganti. Menurut Echo, komponen yg perlu diganti seperti pengapian fullset milik RX King beserta magnetnya. Lalu rumah kopling dan karburator juga comotan RX King.
Supaya nyaman dan handling enak, ganti shock depan dan belakang. Termasuk sepatu alias ban. Sesuaikan dengan penggunaan. Mau dipakai harian di trek aspal atau buat adventure. Sedangkan knalpot bisa dimodifikasi sesuaikan dengan power mesin.
“Sejak pakai DT hasil restorasi, belum pernah dievakuasi keluar jalur. Handlingnya mudah dikendalikan dan safety,” sebut Echo yang mengganti piston RX spesial 125cc. Ada kenikmatan tersendiri bisa finish bareng trail built-up.
Belakangan, tren naik trail vintage mewabah menjadi motor tunggangan harian. Wara wiri pakai trail jadul sebagai sarana transportasi rutin ternyata keren juga. Breem..!
Penulis: Noverry | Foto: Trapang

