Beranda Racing Roda 2 Drag Bike 16 Pengprov Resmi Menolak Adendum PNOKB, Yang Setujupun Dengan Catatan

16 Pengprov Resmi Menolak Adendum PNOKB, Yang Setujupun Dengan Catatan

0
1979
Motoprix Region B sukses digelar karena dipegang Pronas

OtomotifZone.com-Bandung. Event Kejurnas 2025 belum digelar, diterpa ramainya regulasi tambahan berupa adendum dan amandemen PNOKB 2025, pro dan kontra menjadi topik hanya awal tahun ini dan membuat 16 Pengprov secara resmi melayangkan surat secara resmi penolakan terhadap aturan lama tapi baru tersebut.

16 Pengprov yang secara resmi menolak adalah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Papua Barat, Maluku, sementara Sulawesi Utara hingga berita ini release belum ada jawaban meski secara resmi penulis sudah melakukan komunikasi.

Sumber awal berita PNOKB : https://otomotifzone.com/adendum-pnokb-pp-imi-wajib-ditaati-tindakan-tegas-jika-melanggar/

Semantara region B yang tegas menolak adalah Banten, Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur, Secara personal dari pejabat yang kompeten, Bali juga menolak tapi belum secara resmi karena butuh tanta tangan ketuannya,dan region A Sumatera yang melayangkan surat penolakan adalah Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Bengkulu, Jambi, Lampung dan Riau, sementara Aceh belum memberi informasi saat penulis mencoba menghungi dan Kepri masih sibuk dengan event dan paska seminar jadi menunggu info lebih lanjut, sementara penulis belum mendapat informasi dari region Kalimantan.

Artikel relevan : https://otomotifzone.com/imi-banten-tolak-keras-usulan-adendum-dan-amandemen-pnokb-2025-kenapa/

Salah satu kunci penolakannya adalah bab tambahan dimana event yang digelar disalah satu pengprov, hanya boleh diikuti oleh pembalap dimana pengprov ini berada, pembalap luar pengprov tidak diperbolehkan mengikuti kejuaraan tersebut, dasar penolakannya karena tidak semua pengprov mempunyai asset pembalap, tetap butuh pembalap luar pengprov untuk menarik antusias gelaran dan juga tontonan.

Selain 16 pengprov yang menolak secara resmi, ada beberapa pengprov juga pada dasarnya menolak tapi berdalih masalah tersebut akan diputuskan setelah melalui rapat pleno atau rakerprov, sementara beberapa pengprov lainnya hanya sekedar memantau dan masih dibahas ditingkat internal pengprov.

Artikel pendukung : https://otomotifzone.com/adendum-dan-amandemen-pnokb-2025-penuh-sisi-positif-menurut-pegiat-otomotif/

Selain pengprov yang menolak, Sumbar salah satu pengprov yang setuju aturan tambahan itu, namun dengan catatan Pembagian region sumatera yang terbagi menjadi : 1.Sumbagut (Aceh,Medan Kepri) 2.Sumbagteng ( Sumbar,Riau,Jambi) 3.⁠Sumbagsel ( Sumsel, Babel, Bengkulu, Lampung) sementara untuk jawa bisa dibagi menjadi 3 region 1. Jabar, DkI dan Banten 2.Jateng dan DIY 3.⁠Jatim, Bali, NTB dan NTT begitupun untuk Sulawesi dan Papua menjadi 1 region dan Kalimantan. Alasan tersebut sebagai salah satu alternatif agar semua event tetap berjalan tanpa takut kehilangan peserta atau starter, karena bagaimanapun pengprov tetangga menjadi penyangga pengprov lainnya, karena mereka selalu berkoordinasi sebelum membuat event, itu yang disampaikan Nasta Oktavian, SH, M.Kn selau ketua Pengprov.

Sumatera Utara menunggu rapat pleno pengurus, namun H.Sabra Buana selaku Kabid R2 IMI Sumut setuju,
“Tapi, secara umum kita mendukung apabila tujuannya untuk memajukan dan mencari bibit pembalap muda dan meramaikan kejunas, tapi kalo tujuannya untuk menarik dana/ biaya dari IMI provinsi ke IMI pusat kita menolaknya bang”.

Ada hal lain yang menjadi pertimbangan, “Tapi agak dilema juga sih bang, Contoh.. kita di Sumut kalo buat klub event selalu kordinasi dengan IMI tetangga kita, agar saat kita balapan diikuti juga dengan pembalap tetangga, begitu juga IMI tetangga, selalu kordinasi untuk jadwal agar bisa ramai peserta“.

Adapun kenapa Adendum itu lahir dan ditegaskan, karena salah satu dasar pertimbangannya adalah Motoprix region B hampir mati atau mungkin dimatikan, sementara kejurnas MX dan GTX pun tahan nafas, sementara event setara kejurnas banyak diminati peserta, ada apa?

Pro dan kontra pasti selalu ada, apapun alasannya semua punya dasar pemikiran dan pijakan masing-masing, plus minus sebuah aturan akan mengerucut jika pada akhirnya duduk bersama dalam forum resmi.

Maju terus otomotif Indonesia.