Beranda Komunitas 3 Rider Medan Sukses “Tour de Atjeh” Selama 4 Hari

3 Rider Medan Sukses “Tour de Atjeh” Selama 4 Hari

0
933

OtomotifZone.com – Medan. Bagi para bikers, tentunya kegiatan touring jarak jauh menjadi suatu kenikmatan tersendiri yang sulit diungkapkan. Inilah yang dilakukan 3 rider dari komunitas Touring To Eat (TTE) Medan yang sepakat “Tour de Atjeh” pada 7-10 Juli 2016.

Ketiganya yakni, Ichsan Halim (TTE #3) mengendarai New Vixion Advance lansiran 2015, William Lonardi (TTE #30) menunggangi R15 keluaran 2015 dan Michael You (TTE #96) dengan andalan motor Xabre produksi 2016. “Ketiganya pakai Yamaha. Sekalian mau ngetes ketahanan motor dan pelumas Yamalube SuperSport,” ujar Ichsan.

Touring dimulai Kamis (7/7) dari Kantor Pos Besar sebagai titik nol kilometer kota Medan jam 04:00 WIB. “Tujuan pertama kota Brastagi karena ada anggota TTE yang menunggu,” sebut Michael.

Perjalanan dilanjutkan menuju Sidikalang – Subulussalam – dan makan siang di kota Tapaktuan. “Gulai ayam kampungnya begitu nikmat dan lezat,” puji William. Usai makan ketiga motor diarahkan menuju situs Tapak Kaki yang terkenal dan memiliki alam indah.

Tour hari pertama diakhiri nginap di kota Meulaboh. “Kondisi jalan rute pertama sangat bervariasi khas Lintas Barat Aceh. Tikungan tajam banyak ditemui sepanjang rute Sidikalang menuju Subussalam,” ungkap Ichsan.

3 rider medan beraksi dipantai
3 rider medan beraksi dipantai

Hari kedua, Jum’at (8/7) ketiga bikers TTE menuju kota Banda Aceh. “Sepanjang perjalanan sekitar 250km disuguhi indahnya pemandangan langit dan laut bebas. Butuh waktu 8 jam karena sering berhenti untuk berfoto. Di jalur ini jalanan mulus, power motor bisa digeber maksimal. Disinilah kita bisa menguji kekuatan dan ketahanan motor Yamaha,” beber Michael.

Hari ketiga Sabtu (9/7) usai menikmati sarapan pagi, ketiganya mengelilingi kota Banda Aceh dan singgah di Pantai Lampu’uk. “Pantai yang sangat indah dengan airnya berwarna biru dengan tebing di samping pantai. Sangat asri dan indah,” puji Michael.

Tempat yang ingin dikunjungi berikutnya yaitu Museum Tsunami Aceh. Lalu dilanjutkan menuju PLTD Apung yang terseret ombak hingga ke tengah pemukiman warga. “Sekarang PLTD Apung menjadi salah satu cagar budaya yang dilestarikan,” cerita Ichsan.

Siangnya bergerak ke kota Takengon. Kali ini rute jalan Lintas Timur Aceh. “Arus lalulintas cukup padat. Gaya riding stop and go. Ternyata settingan mesin tak berubah meski kita geber abis saat jalanan sepi,” urai William.

Minggu (10/7) menjadi perjalanan pulang. Dingin dan segarnya udara Takengon menjadi tantangan. Tak lupa tepian Danau Lut Tawar dilewati. “Disini kita mampir ke tempat penggilingan kopi khas tanah Gayo yang harumnya khas,” puas Ichsan.

Hari keempat rute sejauh 550km ditempuh sekitar 10 jam. Sempat berhenti di kota Tanjung Pura menikmati makan malam seafood yang terkenal. Jam 22.30 ketiganya finish di tempat start semula dengan selamat dan tingkat kepuasan tinggi.

“Sebuah perjalanan sangat menyenangkan dan pengalaman tak ternilai harganya. Motor Yamaha sangat bisa diandalkan. Puji syukur kami tidak mengalami gangguan selama touring,” pungkas Michael. Ketiganya tak lupa mengucapkan terima kasih atas support dari rekan TTE dan sponsor.

Penulis: Noverry Darwin | Foto: Touring To Eat

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses