BerandaRacing Roda 238 Squad Kaki Abu Buktikan Garapan Lokal Tak Kalah di MotoPrix Merauke

38 Squad Kaki Abu Buktikan Garapan Lokal Tak Kalah di MotoPrix Merauke

OtomotifZone.com – Merauke. 38 Squad Kaki Abu CV Citra Mas H2K sukses mencuri perhatian pada gelaran Pertamax Turbo Aspira Premio MotoPrix Region F Putaran 2 di Sirkuit Waninggap Sai Gautak, Merauke, Papua Selatan, Minggu (2/8/2026). Berstatus sebagai tim privater, mereka tidak membawa anggaran besar ataupun fasilitas mewah. Sebaliknya, mereka datang dengan semangat Local Pride, mengandalkan kemampuan pembalap, mekanik lokal, serta kekompakan tim untuk menantang dominasi tim-tim yang lebih mapan.

Di bawah komando Hamdy Fauzan, tim yang berdiri sejak 2024 itu terus melangkah dengan konsep kolaborasi mandiri. Dukungan para sahabat, mitra, dan seluruh kru menjadi modal utama mereka. Berbekal semangat gotong royong, 38 Squad Kaki Abu terus membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bersaing di level tertinggi.

Aco Salam Dan Herry Bugs Tampil Konsisten, Lima Trofi Dibawa Pulang

Semangat tersebut kemudian diterjemahkan dengan baik di atas lintasan. Pembalap andalan Aco Salam yang menggunakan nomor motor 78 tampil konsisten sepanjang akhir pekan. Aco turun di empat kelas berbeda bersama Herry Bugs mengamankan 1 kelas ex rider. Mereka sukses mengoleksi lima trofi sebagai buah dari kerja keras seluruh tim.

38 Squad Kaki Abu
Aco Salam buktikan performa pacuan lokal tampil di depan

Aco meraih juara empat pada kelas Bebek 2 Tak Standar 116 cc Setanah Papua, juara tiga Bebek 2 Tak Standar 125 cc Setanah Papua, juara tiga Sport 135 cc Standar Khusus King, serta menyabet dua kemenangan di kelas Sport 135 cc Standar Campuran dan Bebek Standar 125 cc Ex Rider Setanah Papua.

Hasil tersebut memperlihatkan bahwa konsistensi, persiapan matang, dan kerja sama tim mampu mengimbangi kekuatan tim-tim yang datang dengan sumber daya lebih besar.

Racikan Mekanik Lokal Menjawab Keraguan

Di balik raihan podium itu, para mekanik lokal memainkan peran yang tidak kalah penting. Mereka meracik mesin dengan penuh ketelitian, melakukan evaluasi pada setiap sesi, lalu menyempurnakan setelan motor hingga mampu tampil kompetitif di lintasan Waninggap Sai Gautak.

38 Squad Kaki Abu tetap menaruh kepercayaan penuh kepada Herry H2K Garage sebagai peracik dapur pacu. Keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Tim ingin membuktikan bahwa hasil garapan mekanik Papua Selatan mampu berdiri sejajar dengan racikan bengkel-bengkel besar dari Pulau Jawa. Pembuktian itu akhirnya terlihat di lintasan ketika motor mereka mampu bersaing memperebutkan posisi terdepan.

“Ada kebanggaan tersendiri ketika motor tim mampu bersaing dengan mesin garapan luar. Hasil kali ini memang belum membawa kami meraih gelar juara umum seperti sebelumnya di kategori bebek. Namun, performa tim tetap menunjukkan perkembangan yang positif,” ujar Hamdy Fauzan sebagai manager.

Kekompakan Menjadi Modal Terbesar

Hamdy menilai pencapaian tersebut lahir dari hubungan yang sudah terbangun kuat antara pembalap, mekanik, kru, dan seluruh pendukung tim. Komunikasi yang berjalan baik membuat setiap evaluasi cepat diterapkan sehingga performa motor terus meningkat sepanjang akhir pekan.

“Pembalap dan mekanik kami sudah saling memahami karakter motor. Setiap kekurangan langsung kami evaluasi bersama sehingga perubahan setelan bisa lebih maksimal. Seluruh kru juga bekerja sangat solid. Sampai hari ini kami tetap mempercayakan pembalap dan mekanik lokal sebagai kekuatan utama tim,” tambahnya.

Kepercayaan terhadap sumber daya lokal itu menjadi identitas yang terus dijaga 38 Squad Kaki Abu sejak pertama kali berdiri. Mereka tidak sekadar mengejar podium, tetapi juga ingin membangun kepercayaan bahwa talenta Papua Selatan memiliki kualitas yang layak diperhitungkan di dunia balap nasional.

38 Squad Kaki Abu
Di kelas ex rider Herry Bugs finish terdepan

Karya Anak Daerah Layak Mendapat Pengakuan

Hamdy Fauzan kemudian menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terus berdiri bersama tim. Ia mengucapkan terima kasih kepada CV Citra Mas, Aris Kurniawan, Heri Bugs, Freddie Gedo, dan Adnan Satriyono (Nailan Mart) yang selama ini memberikan dukungan penting bagi perjalanan 38 Squad Kaki Abu CV Citra Mas H2K.

Hasil di Merauke akhirnya menjadi lebih dari sekadar tambahan trofi. Tim ini berhasil mengirim pesan bahwa prestasi tidak selalu lahir dari besarnya anggaran. Dengan semangat kebersamaan, kerja keras, serta keberanian mengandalkan karya mekanik dan pembalap lokal, 38 Squad Kaki Abu membuktikan bahwa Papua Selatan mampu melahirkan tim yang sanggup bersaing dengan garapan luar daerah. Pembuktian itu sekaligus menjadi motivasi bagi tim-tim lokal lainnya untuk terus percaya pada kemampuan sendiri dan berani bersaing di level yang lebih tinggi.

Must Read