OtomotifZone.com – Merauke. Menjadi panggung sempurna bagi tim tuan rumah Bintang Samudra 98. Tampil di hadapan publik sendiri, tim besutan kakak beradik Ismail Gafar dan Shaleh Gafar itu menunjukkan performa konsisten sejak awal hingga akhir balapan. Pembuktian tersebut tersajikan di ajang MotoPrix Region F Putaran 2 yang berlangsung di Sirkuit Waninggap Sai Gautak, Merauke, Papua Selatan, Minggu (2/8/2026)
Hasilnya pun berbicara sendiri. Bintang Samudra 98 sukses mengumpulkan poin terbanyak dan mengamankan predikat Juara Umum Kategori Bebek se-Papua. Sekaligus mempertegas status mereka sebagai salah satu tim yang patut diperhitungkan di wilayah Indonesia Timur.

Aditya Yana Jadi Mesin Poin
Kesuksesan Bintang Samudra 98 tidak lepas dari penampilan impresif Aditya Yana. Pebalap andalan tim ini tampil agresif sejak sesi latihan, kualifikasi, hingga balapan utama. Ia mampu menjaga ritme balap dengan baik dan tampil konsisten di setiap kelas yang diikutinya.
Aditya membuka catatan positif dengan meraih Podium 1 pada kelas Bebek 125cc. Ia kemudian menambah poin penting lewat Podium 2 di kelas Bebek 116cc.
Performa itu berlanjut di kelas Bebek 4-Tak 130cc (eks MP2). Pada Race 1, Aditya tampil dominan hingga finis di posisi pertama. Sementara pada Race 2, ia kembali menunjukkan konsistensinya dengan mengamankan posisi kedua.
Akumulasi poin dari seluruh kelas tersebut mengantarkan Aditya Yana sekaligus Bintang Samudra 98 berdiri di puncak klasemen dan menyegel gelar Juara Umum Kategori Bebek se-Papua.
Dapur Pacu yang Bekerja Maksimal
Di balik kecepatan motor Bintang Samudra 98, terdapat kolaborasi solid antara pembalap dan tim mekanik. G77 Bengkel bertanggung jawab meracik dapur pacu agar mampu menghasilkan tenaga yang kompetitif sepanjang akhir pekan.
Selama balapan berlangsung, Adhye Moon mengawal seluruh proses set-up di paddock, sementara sektor mesin MP2 mendapat dukungan langsung dari mekanik Fandy Ari. Kolaborasi tersebut menghasilkan motor dengan akselerasi responsif sekaligus memiliki daya tahan yang tetap terjaga saat menghadapi persaingan ketat di lintasan.
Racikan mesin yang stabil membuat Aditya Yana dapat fokus menyerang tanpa harus kehilangan performa akibat kendala teknis.

Kerja Keras di Balik Kemenangan
Meski hasil akhirnya terlihat meyakinkan, perjalanan menuju gelar juara umum tidak berlangsung mudah. Tim harus menghadapi berbagai tantangan teknis yang muncul sepanjang akhir pekan. Berkat komunikasi yang baik dan kerja sama seluruh kru, setiap persoalan berhasil mereka selesaikan sebelum memengaruhi hasil balapan.
“Yang namanya balap pasti ada usaha keras dan ada saja sesuatu yang tidak diinginkan. Tapi alhamdulillah masih teratasi dan membawa rezeki,” ujar Adhye Moon.
Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa kemenangan tidak hanya lahir dari kecepatan pembalap, tetapi juga dari kekompakan seluruh tim yang bekerja di balik paddock.

Modal Besar Menuju Putaran Berikutnya
Prestasi pada MotoPrix Region F Putaran 2 menjadi bukti bahwa Bintang Samudra 98 tidak hanya mampu memanfaatkan keuntungan tampil di kandang sendiri, tetapi juga memiliki paket lengkap untuk bersaing di level yang lebih tinggi.
Ismail Gafar dan Shaleh Gafar pun memberikan apresiasi kepada seluruh kru, mekanik, serta Aditya Yana yang mampu menjaga performa sejak awal hingga akhir perlombaan. Gelar Juara Umum Kategori Bebek se-Papua menjadi hadiah manis bagi tim asal Merauke sekaligus modal berharga untuk menghadapi putaran-putaran berikutnya.
Dengan performa yang semakin matang, Bintang Samudra 98 kini mengirimkan pesan kuat kepada para rivalnya. Tim asal Merauke itu bukan sekadar tampil sebagai tuan rumah, tetapi juga hadir sebagai salah satu kekuatan yang siap terus berburu prestasi di setiap putaran Kejurnas MotoPrix.
