Beranda Racing Roda 2 Grasstrack Ada Apa Dengan Kejurnas Grasstrack..???

Ada Apa Dengan Kejurnas Grasstrack..???

0
276
Kejurnas Grasstrack sepi peserta

OtomotifZone.com-Pangandaran. Tanpa terasa putaran 4 atau putaran terakhir kejuaraan nasional Grasstrack region 2 Jawa 2022 berakhir Minggu kemaren, tepatnya 20-21 Agustus 2022 di Sirkuit Gtd Finusone Pasuketan Batu Karas Pangandaran Jawa Barat.

Kejurnas garuk tanah yang seharusnya menjadi event pembinaan dan ajang kejar prestasi seperti kerupuk terhempas angin, mlempem, kehilangan kerenyahan. Seri akhir yang seharusnya menjadi seri penentu perjuangan para pemburu titel juara nasional 3 katerogi harus kalah dengan event musiman yang royal hadiah tanpa harus berjibaku berseri seri.

3 kelas wajib kejurnas, Pemula, Junior dan Senior tidak full grid, hanya terisi 5 sampai 8 pembalap saja, namun karena mereka yang turun karena mempertahankan point, semangat mereka untuk kejar prestasi dan tanggung jawab terhadap team dan sponsor, membuat mereka tetap mengikuti race demi race.

Tidak ada selebrasi kemenangan bagi para pemimpin tertinggi pengumpul pundi-pundi point berseri, dan tidak ada pula penghargaan sebagai juara region diakhir seri kecuali pembagian piala dan uang pembinaan dari panitia, sambutan dan apresiasi dari regulator tidak ada bahkan mungkin terlupakan. Tidak ada trophy dan seremoni diakhir seri untuk juara region, selesai race pulang tanpa kesan mendalam, perjuangan sepanjang musim 2022 dengan 4 seri seperti ada seri berikutnya.

Iwa K, ketua Komisi Grasstrack PP IMI
Iwa K

Saat penulis berbincang dengan perwakilan dari PP IMI bidang grasstrack kenapa tidak ada trophy untuk juara region, tidak ada seremonial bagi para pejuang titel, padahal seri terakhir seharusnya menjadi puncak pesta kemenangan perjuangan para pembalap, “masukan ini kami tampung dan disampaikan kepada Pusat, masukan ini sangat berarti sekali, semoga keluhan pembalap bisa diakomodir”, papar Iwa Kusdinar, perwakilan PP IMI saat hadir diseri pamungkas.

Sementara keluhan dari pelaku otomotif kenapa peserta kelas kejurnas sepi, “Jika PP IMI kurang mengapresisasi perjuangan para pembalap seperti hadiah pembinaan seri dan juara region, pembalap lebih memilih menjadi pembalap pemburu Dollar, bukan kejar gelar prestasi, hadiah klub event jor-joran tidak harus menunggu berseri-seri, jika hal ini tidak ditanggapi, kejurnas akan menjadi kenangan, saya berharap PP IMI buka mata dengan kondisi seperti ini, saya terus mengikuti seluruh seri juga karena tanggung jawab terhadap sponsor”, jelas Akbar Toufan.

Akbar Toufan (kanan)

Minimnya pembalap dan tidak full grid juga menjadi sorotan legenda hidup balap garuk tanah Indonesia, “Regulator pusat dan daerah harus sepakat bikin aturan, klub event harus diwajibkan buka kelas kejurnas, jangan kelas open semua, jika begini terus, tidak ada pembalap junior, batasan umur juga harus diperketat sesuai aturan, apalagi di kartu KIS tidak ada kategori sama sekali, ini kan fatal akibatnya, proses pembibitan semakin lambat dan pembalap akhirnya terpaku bagaimana caranya cuan didapat tanpa kejar prestasi nasional saja tanpa tambahan hadiah lainnya”, tambahnya.

Masukan dari pembalap juga didengar antusias juri yang bertugas dievent pamungkas tersebut, “suara pembalap menjadi catatan kami, usulan dan keluhan pembalap dan akan kami sampaikan ke organisasi, karena bagaimanapun team dan pembalap menjadi bagian dari program yang dibuat oleh organisasi, jadi kami akan sampaikan tentunya, meski tugas kami mengawasi jalannya lomba.”, jelas Tejo, diamini Arief Budi dan Tony Oncew.

Juri lomba

Pembalap yang sudah tidak mempunyai point dan peluang meraih titel juara nasional region juga menjadi pertimbangan team dan pembalap untuk simpan tenaga menunggu klub event lainnya, karena jika memaksakan turun full seri juga akan membuang biaya dan gelar tak terkejar, team dan pembalap lebih selektif mencari event yang menguntungkan secara finansial.

Kejurnas grasstrack harus diselamatkan dengan mencari formula, pembinaan dan penghargaan berimbang, salah satu alasan kenapa pembalap lebih memilih memburu dolar daripada gelar, karena perjuangan juara region aja tidak ada penghargaan instan diakhir seri, dan setelah menjadi juara nasional pun jenjang lebih tinggi belum ada formula akan dibawa kemana, seperti Road race dan MX bisa naik level dikejuaraan Asia.

Ayok semangat, grasstrack tetap gelaran primadona, harus dipertahankan.