OtomotifZone.com-Sentul. Gelaran Rotax Max Challenge Indonesia 2016 sudah berakhir Minggu kemaren (29/8) di Sentul Karting Bogor, lelah, penat dan juga menyisakan banyak suka dan duka juga tentunya masih tersisa sesaat setelah bangun tidur pagi ini, atau mungkin masih ada yang masih menikmati nikmatnya bebas tugas.
Beberapa catatan OtomotifZone.com selama mengamati 4 seri RMC ini cukuplah memberi harapan bagaimana bobot kompetisi gelaran tahun depan akan semakin ramai. Para pendatang baru ditiap kelasnya sudah berani unjuk gigi dan mengeluarkan taring melawan para pembalap yang lebih dahulu nongol dikancah karting Indonesia.
Dari hasil pengamatan, muncullah Aditya Wibowo (Gandasari Racing) dikelas Micro Max dan Akheela Chandra Dewanto ( UT Racing) dikelas Junior Max, keduanya sudah berani tampil memukau meski lawan yang dihadapi tergolong lebih gape, namun kenyataanya kehadirannya cukup menyulitkan dan menjadi pesaing dikelasnya.

Aditya Wibowo
Awal kiprah didunia karting dimulai medio awal Agustus tahun lalu diajang RMC Indonesia round 3 dan 4, keikutsertaan putra Andy Wibowo, mantan pembalap nasional roda ini masih adaptasi dan belum bisa berbicara banyak, namun setelah mendapat polesan halus sang maestro karting Indonesia, Iwan Semut Ireng dengan genjotan latihan fisik dan teknik, kehadiran teammate Calvin Wibowo ini semakin menunjukkan jati diri yang sebenarnya. Tampil ngotot dan agresif disetiap penampilannya dikelas Comer Cadet dan Micro Max rupanya sudah menjadi ancaman serius para pembalap seniornya, beberapa kali merepotkan Sergio Noor di kancah Internasional dan nasional.

Terbukti hasil Rotax Indonesia, Aditya Wibowo menempati pertingkat 3 dibawah Sergio Noor dan Adrian Sulaiman Hassan, seandainya saat prefinal tidak mengalami crash dengan prince, tidak menutup kemunginkan menempati peringkat 2 nasional. Kegagalan di RMC 2016 tentunya akan tertebus diajang Kejurnas Eshark Rok Cup Indonesia, karena dirinya sudah leading point championship kelas Cadet Rok Cup Indonesia dan menjadi incaran target juara Nasional adalah impiannya.
Akheela Chandra Dewanto
Naik kelas karena dipaksa dan terpaksa adalah jalan terbaik yang dilakukan pembalap andalan UT Racing, postur tubuh yang tinggi ditambah bobot yang sudah tidak ideal lagi dikelas Micro Max, Akheela harus mengikhlaskan dirinya harus naik ke Junior Max.

Meski sedang menikmati kemenangan podium tertinggi ajang RMC round 2 bulan juni tahun lalu, dirinya harus siap terjun dikancah kelas yang bikin sang bunda sering merasa mules sendiri saat sang anak berlaga, apalagi julukan kelas para monster di junior max menambah was-was, namun kenyataanya, Akheela mampu meraih podium tertinggi Junior Max Newbie dan podium 4 junior max rising start pada penampilan perdana diajang Kejurnas Eshark putaran 3 yang digelar Oktober 2015.
Torehan prestasi dikelas baru itulah yang membuat Akheela semakin enjoy dan nyaman bertarung dengan para raja dikelasnya, tidak ada beban sedikitpun apalagi takut berhadapan dengan para senior, justru semakin bersemangat untuk mengalahkannya, terbukti saat gelaran RMC Indonesia putaran 3 dan 4 Sabtu-Minggu kemaren, Akheela sempat menguntit Harits yang berada diposisi terdepan dan menempati posisi 2 prefinal hingga bendera dikibarkan.
Begitu juga dirace final, sempat bertarung dengan sang juara RMC Indonesia 2016 dibeberapa lap awal , Akheela tampil begitu konsisten meski akhirnya harus mengakui kencangnya engine Prass dan harus puas diposisi 3.
Meski belum genap 1 tahun kiprah balap dikelas Junior max, overall, Akheela menempati peringkat 3 besar RMC Indonesia 2016 dibawah Muhammad Harits ( GO..!! Motorsport dan Prassetyo Hardja (Hard Racing).
Selamat rookies…..
Penulis : Edi Batrawan | Photo : Edi Batrawan

