Beranda Agenda Agenda : Pante Baro Grasstrack Open, 23-24 April 2016

Agenda : Pante Baro Grasstrack Open, 23-24 April 2016

0
1395

OtomotifZone.com – Bireun. Tak bisa dipungkiri, balap garuk tanah atau lebih keren disebut grasstrack memang sering digelar di seluruh kawasan Aceh. Nyaris tiap minggu selalu ada kejuaraan yang diadakan. Mulai dari event kecil antara kampung, kejurda sampai kejurnas.

Buktinya, pekan lalu digelar di Simeulue, Aceh Barat. Dua pekan sebelumnya di Peureulak, Aceh Timur. “Aceh itu sangat luas wilayahnya, saking luasnya Pengprov IMI Aceh membuat beberapa koordinator wilayah (Korwil) untuk memudahkan koordinasi,” ungkap Raymond Pasya, Korwil Aceh Timur.

Biasanya para tracker, sebutan buat pembalap grasstrack tidak akan lintas wilayah karena kendala jarak dan biaya. Inilah salah satu sebab kenapa kejuaraan grassttack hampir tiap pekan digelar.

Sekarang giliran komunitas Fatin Market yang ingin menghajat balap di trek tanah dengan hadicap ini. Maka disiapkanlah “Pante Baro Grasstrack Open” pada Sabtu-Minggu, 23-24 April 2016. Lokasinya di sirkuit non permanent Pante Baro, Peusangan Siblah Kreung, Bireun.

“Yaaa, kami sedang bersiap mengadakan kejuaraan grasstrack terbuka,” tutur Syahrul Fuady, Ketua Fatin MX Motor Club sambil menyebut ini gelaran keduanya sejak eksis tahun 2015 lalu.

Setidaknya ada 7 kelas perlombanaan, seperti Bebek 4-tak s/d 125cc open, Bebek campuran modifikasi open, Modifikasi campuran open, Bebek campuran modifikasi pemula, Modifikasi campuran pemula, Modifikasi campuran lokal Bireun dan Modifikasi campuran lokal Peusangan Raya. Sekretariat panitia ada di Fatin Market GLP II, Jln Banda Aceh-Medan, Bireun.

“Kejuaraan ini sengaja diadakan sebelum kejurda dan kejurnas grasstrack nanti. Setidaknya bisa menjadi ajang menguji skill dan latihan para pembalap GTX,” sebut Fuad sapaan Syahrul Fuady yang masih berusia muda, 27 tahun, tapi berani tampil sebagai promotor balap.

“Sirkuit yang dipakai sekarang masih non permanen. Kami sedang mencari lahan lain sekitar 2 hektar yang bisa dijadikan sirkuit permanen,” tekad Fuad yang ingin kota Bireun juga punya sirkuit.

Sementara itu, Kabiro Roda Dua IMI Aceh menyampaikan “Sesuai instruksi Ketua IMI Aceh, H Ibnu Rusdi agar seluruh kejuaraan level klub diupayakan standar Kejurda dan Pengprov IMI Aceh mengirim utusan terbaik berlisensi nasional untuk menjalankan kejuaraan tersebut agar semua regulasi nasional dapat berjalan. Kita ingin Aceh menjadi kiblat penerapan regulasi terbaik di Sumatera,” Zulfikar Begem.

“Mutu kejuaraan harus ditingkatkan, supaya jadi peluang bisnis menjanjikan. Semakin banyak kejuaraan semakin baik efek untuk jam terbang pembalap,” pesan Zulfikar.

Iyalah! Saatnya event klub harus sesuai regulasi yang ada. Meski kejuaraan antar kampung sekalipun yang digelar, tapi aturan harus sesuai standar dan regulasi.

Penulis : Noverry Darwin | Foto : Istimewa

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses