OtomotifZone.com – Jakarta. Ajang BJB FUD Championship MiniGP 2018 yang dilangsungkan akhir pekan kemarin memang menyita banyak perhatian. Meski bukan sebagai event balap motor mini yang pertama di Indonesia. Namun animo peserta dari gelaran dengan hadiah piala, uang tunai dan hadiah motor mini, dari salah satu sponsor di dua kategori untuk Kelas GP Medium ini, bisa dibilang cukup luar biasa.
Selain mampu menyedot banyak penonton, dan diserbu oleh para peserta yang notabene masuk kategori pembalap usia sangat belia, bahkan ada pembalap berusia 3 tahun. Lalu pesertanya tak hanya dari Jabodetabek, melainkan juga ada yang berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, malah ada yang berasal dari Sumatera. Di samping itu pihak penyelenggara juga membuka Kelas Wanita usia 6-14 Tahun. Artinya, dari sini terlihat bahwasanya kejuaraan balap MiniGP juga sudah merambah ke kaum Hawa.

“Ada beberapa pembalap cilik perempuan. Bahkan kami sebagai pihak penyelenggara membuka khusus Kelas Wanita 6-14 Tahun. Pesertanya lumayan ada 7-9 pembalap,” ujar Heru Nugroho yang akrab disapa Uchil, Humas event BJB FUD Championship MiniGP 2018 saat ditemui di sela-sela kejuaraan yang berlangsung di Sirkuit Karting Lamtoro, Pulogadung Trade Center (PTC), Jakarta Timur, Minggu petang (18/3).
Terlihat selama jalannya lomba, aksi para pembalap cilik wanita itu tak bisa dipandang sebelah mata. Mereka terlihat familiar dengan racing line, gaya balap di lintasan walaupun berupa lintasan Karting, dan sudah mengerti bagaimana cara menyalip lawan dengan cara yang elegan. Sebut saja dua nama di antara mereka, yakni Galya Unyu-Unyu dan Chaca Penyun. Galya Unyu-Unyu menjuarai Kelas Wanita 6-14 tahun, sedangkan Chaca Penyun malah mengalahkan para pembalap cilik laki-laki di Kelas MiniGP 7-9 tahun.

Diakui Lucky Saputra, ayah Galya, ini bukan kali pertama Galya yang berusia 8 tahun ikut kejuaraan MiniGP. “Sempat juara di Fun Race yang digagas Lenka Motor Mini, MiniGP di Balaikota Tangerang Juara 1 dan 3, juga ketika MiniGP di Vida Bekasi Juara 2,” terangnya. Linda, ibu Galya menambahkan, memang Galya yang bersekolah di Ora Et Labora, Pamulang, Tangerang Selatan sudah memiliki bakat balapan. “Kami sama sekali tak memaksanya untuk balapan. Waktunya sekolah, ya harus diutamakan. Mau ujian, aktifitas balap break seminggu,” ucapnya.
Linda mengatakan, kalau ditanya apakah tak khawatir dengan keselamatan Galya di lintasan? “Orang tua mana yang tak khawatir?” Tukasnya lugas. Namun ia dan suami tak ingin mengekang keinginan anak yang belajar balap MiniGP secara otodidak. “Yang penting kita persiapkan dari safety gear dan pembekalan sebelum ikut balapan. Galya latihan balap MiniGP di lintasan bisa 2-4 kali seminggu. Latihan fisiknya sepeda dan berenang,” ujar Lucky.
Kini Galya Unyu-Unyu yang bernomor start 12 bernaung di bawah Benteng Racing Team Suport by. CleanMax. Sementara Chaca Penyun bernomor start 118 bergabung di dalam FUD Racing Team. “Galya sempat bertanya kepada kami, kira-kira sampai kapan Galya akan balapan? Kami pun menjawab, ya sampai Galya bosan,” terang Linda yang diamini Lucky. Sukses terus ya buat para pembalap cilik wanita.
Naskah & Foto : Alun Segoro

