Beranda News Aling Putra: 36 Tahun Cuap Cuap di Sirkuit

Aling Putra: 36 Tahun Cuap Cuap di Sirkuit

0
595
Aling Putra, master of ceremony

OtomotifZone.com – Aceh. Buat warga otomotif yang berada di Aceh tentunya tak asing lagi dengan pria berwajah Muangthai ini. Kehadirannya di tengah balapan sembari bersorak menyemangati pembalap dan penonton, membuat wajahnya tak mudah dilupakan.

Pada punggungnya bukan tersandang ransel, tapi beban sukses atau tidaknya sebuah acara dipikulnya. Itulah kewajiban seorang master ceremony, atau bahasa keren sekarang race commentator. Yaaap! Komentator balap punya peranan penting meriahnya sebuah pagelaran.

“Saya mulai ngemsi itu tahun 1980 di Banda Aceh. Ketika itu ada balap Cemara Motocross,” kenang suami dari Hermitha ini. Setelah sukses yang pertama, tawaran lain datang menyusul.

Aling memang lebih banyak berada di sirkuit motocross dan offroad. Namun order selalu mampir untuk ngemsi di event grasstrack, road race, slalom test sampai trail adventure. “Alhamdulillah, sudah 36 tahun cuap-cuap di sirkuit, sampai sekarang masih dipakai panitia,” ujar Aling, anak ke-6 dari 10 orang bersaudara.

Salah satu pengalaman tak terlupakan bapak dua orang anak, Delvin (21) kuliah di Kedokteran UI dan Imran (13) masih kelas 2 SMP adalah ketika dua kali berpasangan dengan MC kondang Alm Olan Sitompul ketika Kejurnas Motocross di Banda Aceh tahun 1993 dan di Krueng 1994. “Kalau di sirkuit, siapa tak kenal dengan beliau,” bangga pria kelahiran Banda Aceh, 14 November 1965.

Tapi tak selamanya pengalaman manis dirasakan. “Pengalaman pahit itu ketika panitia kabur, gak dibayar,” cerita Aling yang paling jauh dapat order ke Kalimantan. Ciri khas Aling ditandai dari topi cowboy yang sering dipakainya. “Tergantung sirkuitnya, kalau road race pakai topi biasa,” pungkas Aling yang gagal menuntaskan kuliahnya.

Kini hampir tiap minggu Aling cuap-cuap dari satu event ke acara lain. Seperti 4 pekan terakhir, Minggu (1/5) di event Kutacane Adventure Extreme (KAE) III, Minggu (24/4) ngemsi di ajang Aceh Jaya Extreme Trail (AJET), lalu Minggu (17/4) ada di event offroad Nagan dan sebelumnya koar-koar di IMTA Adventure Trail Games pada Minggu (3/4). Padahal jarak antara satu kota dengan kota lainnya di Aceh cukup jauh. “Sebagian umurku abis di jalan deh,” kelakar Aling.

Penulis: Noverry Darwin | Foto: Aswin

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses