OtomotifZone.com-Malaysia. Seperti yang sudah-sudah, team Indonesia saat berlaga dikancah Asia selalu pulang memboyong banyak piala kejuaraan, tidak pernah pulang dengan tangan hampa, hal tersebut juga dibuktikan pegokart-pegokart Muda Indonesia diajang Asia Max Challenge round 3 Minggu kemaren (1/5) di Elite Speedway Karting Circuit, Subang Jaya, Malaysia.
Teriknya matahari Malaysia tidak meluluhkan semangat para Garuda Muda Indonesia tetap menampilkan yang terbaik untuk dirinya, team dan juga Supremasi kebanggaaan Indonesia dikancah Internasional dibuktikan dengan podium diseluruh kelas yang digelar Rotax Asia.

Sergio Noor mengawali semangat Indonesia, dengan meraih juara 5 dan berhak membawa trophy kejuaraan dikelas MIcro Max, sementara Aditya (finish 7) dan Calvin Wibowo, duo Gandasari Racing masih harus berjuang keras dan butuh jam terbang tinggi dikancah Asia.
Peluang besar sapu bersih sebetulnya dimiliki para pegokart Indonesia dikelas Senior, kenapa..? dari 12 pegokart yang turun dikelas ini, 8 diantaranya adalah pegokart-pegokart Indonesia, namun jalannya race yang begitu ketat dan faktor tekhnislah yang membuat hanya 3 pegokart kita yang podium, Silvano Christian menyabet podium pertama, disusul Darryl Wenas diposis 2 kemudian Nabil Hutasuhut diposisi 4. peluang besar ada dipegokart Barrichello Noor, namun harus pasrah dan mundur dilap 4, sementara Agi Borneo (MBG Racing Kalteng) harus mengubur impian pecahkan telor, setelah bersenggolan dengan Nabil Hutasuhut di lap 16.

Prassetyo Hardja menjadi penyelamat Indonesia dikelas Junior Max. Hasil yang kurang maksimal di qualifying hingga heat membuat pembalap hard Racing yang bergabung diteam Stratos Malaysia bekerja keras, suntikan motivasi dari pembalap senior lainnya, membuat dirinya terpacu dan terbukti, saat final berhasil menempati posisi 3 setelah bendera finish dikibarkan dan mempertahankan tradisi podium diajang AMC 2016.

Inspirator..?? dialah orang yang tepat mendapat julukan tersebut. Senna Sn adalah orangnya, hasil super jelek saat qualifying karena masalah teknis dan harus start paling buncit, dirinya tidak tampil memble bin mlempem, namun perjuangan keras dan teknik balap tinggi yang dimilikinya akhirnya mampu merangsek satu demi satu pegokart didepannya dilibas hingga akhirnya podium 4 saat heat 1, kemudian finish 5 saat heat 2.

Kembali teknik tinggi yang dimilikinya, dipertontonkan saat prefinal, tidak hanya satu pegokart yang dilibasnya saat overtake, sekali geber langsung 2 pegokart membuat dirinya melejit hingga menempati posisi 2 saat prefinal dan menjadi juara saat final setelah mampu bertahan dengan sempurna hingga bendera finish dikibarkan.
Selamat untuk Garuda Muda Indonesia.
penulis : Edi Batrawan | Photo : Edi Batrawan

