OtomotifZone.com-Sepang. Beberapa tahun kebelakang, awal munculnya kelas DD2 masih belum seramai sekarang, dan jarang penonton, crew team, dan pembalap kelas lain memperhatikannya saat race DD2 berlangsung, mereka lebih tertuju pada kelas Junior dan Senior Max.
Pertarungan semakin seru setelah banyak pembalap senior bahkan beberapa pembalap Junior langsung loncat kelas ke DD2 Senior, membuat kompetisi kelas ini menjadi semakin seru dan enak dinikmati.
Hal super menarik dipertontonkan Juara DD2 Senior 3 kali berturut-turut sejak 2014-2016, Senna SN, pemegang point sementara kelas ini bertarung seru dengan juara DD2 Senior 2017 yang juga debutan baru dikelas ini, Prassetyo Hardja, kedua pembalap Indonesia ini sedang leading point 1 dan 2.

Perlawanan Prassetyo Hardja terhadap seniornya patut diacungi jempol, pantang menyerah meski terus menerus mendapat tekanan ditiap tikungan dan street, namun tidak ada touch sama sekali, keduanya bermain clear an clear. Saling overtake bergantian dibeberapa tikungan, membuat penonton ikut terbawa arus permainan seru pembalap berbendera Merah Putih ini.

Prassetyo Hardja bermain cukup mulus sejakTime trial, menempati posisi 2 tercepat dibawah Bradley Benedict, kemudian bermain taktis kuasai race heat 1dan 2 serta Prefinal, sementara Senna SN harus terseok-seok dengan hasil buruk sepanjang racenya.
Pertarungan sesungguhnya kedua pembalap Indonesia ini dipertontonkan saat Final, Senna SN start diposisi pertama, langsung memimpin, namun setengah lap kemudian Prassetyo over take dan leading dibeberapa lap, keduanya silih berganti overtake, decak kagum penonton yang menyaksikan langsung di track dan live streaming di FB Rotax ini membuat pertarungan kelas DD2 Senior semakin berkelas dan seru.

Kewaspadaan Prassetyo Hardja akan serangan Senna, membuat lengah pertahanan dan dengan leluasa Senna SN melewatinya dan terus memimpin hingga usai, sementara Praseryo Hardja mengikutinya dan finish diposisi 2.
“Saya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk bisa menutup celah agar Ka Senna tak bisa overtake, understeer yang membuat saya susah mengendalikan saat masuk dan keluar tikungan”. jelas Prass.

Pertarungan keduanya bisa dijadikan inspirasi pegokart lainnya, bertarung dan bersaing memang harus dilakukan, fairplay tetap dikedepankan. Pertarungan antara Superboy dan Wonderboy, diseri 3 ini Asia Max Challenge 2018 yang digelar Minggu kemaren (15/7) di Sepang International Karting Circuit, Malaysia masih milik Superboy.

Kalian pembalap hebat Indonesia dikancah Internasional.
photo : Edi Batrawan




