OtomotifZone.com – Aceh. Melihat perkembangan kegiatan otomotif yang terjadi di Aceh dalam 4 tahun belakangan, cukup membanggakan. Pasalnya di provinsi paling barat pulau Sumatera ini sangat kontras perubahan yang terjadi sejak tongkat komando Pengprov IMI Aceh dipegang H Ibnu Rusdi, SE.
Mantan anggota DPRA ini memang tak asing lagi di dunia perpolitikan dan otomotif di tanah rencong Aceh. Ibnu Rusdi dapat amanah jadi Ketua periode 2012-2016. Selama kepemimpinannya cukup banyak perubahan yang dilakukan. Kepedulian Ibnu terhadap perkembangan otomotif di Aceh bukan isapan jempol belaka.
“Program unggulan hasil ide brilian beliau memimpin IMI Aceh cukup banyak, seperti kantor permanen di komplek stadion Harapan Bangsa. Ini jadi catatan PP IMI, sebab dari 34 Pengprov IMI yang punya kantor permanen cuma hitungan jari,” ungkap Devied JP, Ketua Harian Pengprov IMI Aceh yang tahu persis gebrakan Ibnu Rusdi.
Selain itu, kini tersedia sirkuit representatif di komplek stadion yang telah sering digelar road race.
“Ide dan upaya beliau dengan Pemda revitalisasi lintasan stadion, tadinya paving block lalu diganti aspal, akhirnya bisa sebagai sirkuit,” lanjut Devied.
Sebelumnya, tiap event balap motor di landasan udara. Trek di stadion lebih digemari ketimbang trek landasan pacu di Lanud dan disukai racer region 1 Sumatera, termasuk pabrikan Yamaha ketika melaksanakan salah satu seri OMRnya dan kejurnas MotoPrix.
Ibnu juga menggelar kejuaraan daerah yang selama ini vakum seperti, Kejurda Offroad dan Motocross. “Tiga tahun terakhir masing-masing 5 putaran tiap tahunnya, bahkan tahun ini ditambah dengan kejurda Slalom Test, setelah melihat animo slalom saat digelar Motor Day 2015,” beber Devied.
Selain event, Ibnu juga perhatian dengan peranti pelengkap balap. Dua tahun terakhir, IMI Aceh memiliki Technology Timing System yang lebih dikenal alat transponder, sebagai alat pengukur kecepatan saat balap. Langkah ini terbilang fenomenal di kalangan otomotif nasional, karena efektifnya hanya ada 4-5 alat ini di Indonesia, dan itupun milik swasta. Menariknya, transponder sering diminta untuk support event balap di luar Sumatera.
Untuk pelayanan sosial sebagai bentuk dedikasi IMI untuk masyarakat, publik otomotif juga bangga dengan adanya ambulans gratis termasuk untuk standbye di sirkuit ketika balap.
Ibnu juga menciptakan SDM handal dengan dua kali mengadakan pelatihan operator dan teknisi transponder. Tujuannya agar IMI Aceh memiliki operator sendiri. Tentunya kini operator IMI Aceh sering dikontrak untuk event lokal maupun nasional.
Ibnu Rusdi memang hobi otomotif. Agenda rutinnya sebagai Ketua IMI touring ke daerah agar dapat menyapa sahabat otomotif di pelosok. Februari lalu touring ke wilayah tengah, Maret wilayah timur, dilanjutkan pekan lalu wilayah barat. “Kopi darat ini menjadi efektif untuk silaturahim dan menjaring aspirasi klub di daerah, termasuk menghadiri event kejurda dan kejurnas,” ujar Zulfiar Begem, Kabiro Roda Dua Pengprov IMI Aceh.
Ternyata Ibnu Rusdi mantan crosser era 80an. Pantas sangat antusias menikmati balapan. Ada yang bilang, dengan menonton balapan pun bisa memicu adrenalin jiwa mudanya.
Salutnya, tiap akhir tahun digelar kegiatan “Motor Day” yang menjadi gathering klub otomotif dan diikuti ribuan otomotif mania. Tak lupa, guna merangsang prestasi atlet, dapat reward uang pembinaan Rp.24 juta ditambah hadiah sepeda motor bagi 7 orang atlet super.
Kini tagline IMI Aceh pun berubah menjadi “Menuju Era Baru IMI Aceh, Sportive, No Drugs and Save Our Generation”. Inilah dedikasi tertinggi dari IMI Aceh untuk generasi terbaik ke depan.
Penulis : Noverry Darwin | Foto : Muhammad Syahroni

