Otomotifzone.com — DEPOK. Begitu cobaan yang tidak bisa dihindarkan, untukan pasukan Scooter Bacon Scoot. Tim asal Srengseng Sawah, Depok — Jawa Barat.
Sedang asyik dan begitu niatnya, untuk kembali berlaga dalam lintasan. Namun rupanya, mimpi dan kenyataan untuk dapat melihat kembali motor riset dam racikan terbarunya, mesti terkubur.
Setelah gagal pada seri perdana, putaran kedua dari Scooter Prix 2025. Akan kembali absen dilakoni oleh Babeh Condet Scooter. Bukan karena bermasalah pada motornya.
Namun kali benar-benar krusial, yang tidak bisa dihindarkan. Bacon gagal pentas kembali, dengan Small Frame 2T FFA Mink, milik dari Emir. Karena pembalap andalan, Damar Abi Bolang yang tidak dapat membela tim Bacon dengan Mink.
Mink sendiri merupakan nama baru, dari tim dan si oranje sebelumnya, yang bernamakan TPP. Meski sudah melewati segenap proses pembaharuan, dari motor, spek mesinnya, hingga wajag tim yang baru. Namun bukan musim untuk Bacon sepertinya.

“Seri 1 absen, dan kembali seri 2 juga batal tampil. Bukan musim yang menguntungkan untuk tim. Besok gagal karena pembalap kita Bolang, jadwalnya bentrok,” buka dari Rifky Bacon Scoot langsung kepada Penulis.
“Pada waktu yang bersamaan nanti, Bolang bermain di Kejuaraan lain. Di mana itu juga event besar ya. Ditambah dia juga Pembalap tim motor Jepangan yang juga sudah kontrak. Kita tidak bisa melawannya, ini juga untuk karir ke depannya dia balapan,” lanjut dari Iky sapaan dekat sang tuner mesin Bacon.

Catatan Mink Powered by Bacon Scoot ini, benar-benar tidak bisa dianggap remeh. Sebab, pertama kali muncul 2024, telah berada di grid terdepan memimpin balapan, meski harus puas gagal finish karena mesin meletup.

Lalu putaran demi putaran, Scooter Prix 2024. Small Frame 2T FFA Oranje tersebut, tidak pernah gagal berada di tangga podium. Ini menunjukan, visi dan misi perlawanan yang ngotot tertuang dalam karakter mesin motor.
“Untuk coba ganti pembalap, saya pribadi ada kepikiran, tapi belum terpikirkan siapanya. Namun, berbicara dengan Owner. Begitu berat jika ambil pilihan ini, karena resiko ke motor sangat besar. Sedangkan biaya untuk motornya pun, bukan main-main,” tandasnya kepada Otomotif Zone.




