Beranda News Batasan Umur Pada Club Event Masih Bersifat Sosialisasi

Batasan Umur Pada Club Event Masih Bersifat Sosialisasi

0
2304

OtomotifZone.com – Purwakarta. Untuk sementara, regulasi baru terkait pembatasan usia 18 tahun naik seeded hanya berlaku di Motoprix. Pada club event aturan masih bersifat sosialisasi, di sini aturan masih merujuk aturan lama. Bentuk sosialisasi pada club event di infokan secara langsung saat breefing. Salah satunya lewat gelaran club event yang bertitel Kapota-POC Open Road Race Championship(KPORC). Event tersebut digelar pada Sabtu-Minggu(23-24/3) kemarin berlangsung disirkuit Yon Armed 9, Sadang, Purwakarta.
“Memang di club event aturan 18 tahun seeded masih sosialisasi, tetapi ada jeda waktunya kurang lebih 1 tahun,” jelas Harris Tommy ketua Kapota Motorsport yang pernah di jajaran Pengprov IMI Jabar. “Tidak Kebayang kalau aturan baru tersebut di terapkan langsung di daerah tanpa sosialisasi, bakalan sangat repot,” tambahnya.
Lebih lanjut ditambahkan Harris Tommy, “Intinya sangat setuju dengan aturan tersebut. Dari segi pembinaan sangat bagus, mengarahkan pembalap untuk lebih serius kalau mau terjun dibalap tentunya memang harus dari awal. Karena banyak rider yang terjun balap disaat umur mau mendekati 18 tahun malah ada yang diatas 18 tahun.
Banyak tanggapan terkait aturan tersebut. Salah satunya dari pembalap seeded Arie Octane asal Bandung dari team Elpra ALZ Majumapan BBS PMS. “Kalau langsung diterapkan pada club event, kasihan pembalap terutama para rider yang baru memulai karirnya dekat ke umur 18 tahun. Belum lagi, para pembalap lokal non-prestasi yang berharap cuma balap di wilayahnya,” ucap Arie Octane sambil bilang memang harus ada sosialisasi dulu dibalap daerah.

Hal itu juga di amini tim baru yaitu CLD Madura Jaya AJM ZTM dari Bandung, yang berkomitmen fokus pada pemula guna pembinaan dari awal. Yang lontarkan Apunk manager team dan rider seedednya Irfan Chupenk. “Memang perlu sosialisasi dulu, kalau tidak kasihan team balap terutama team privater yang harus mengeluarkan anggaran lebih untuk bikin motor seeded. Selain itu rider juga belum siap terjun dikelas seeded,” serempak Apunk dan Irfan Chupenk.
Kesimpulan diperjelas Irvan Octavianus, Kabiro Balap Motor dari Pengprov IMI Jabar yang turut hadir di KPORC. “Jika memang mau serius di balap idealnya memang harus dari usia muda. Rasanya aturan 18 tahun seeded tidak perlu di perdebatkan lagi, intinya kita bersama-sama gencar mensosialisasikan,” bilang Irvan OC sapaan akrabnya.
Tentu Pengprov IMI Jabar punya jurus jitu menindaklanjuti batasan umur tersebut. Pengprov IMI Jabar membuat regulasi apik yang mengarah pada aturan baru dari PP IMI. Tentu dengan ijin dan kebijakan yang diberikan oleh PP IMI kepada Pengprov IMI Jabar. Yaitu dengan membuat grid-grid kelas yang bertujuan untuk penjenjangan sebelum naik kelas seeded.
Adapun grid kelas itu adalah, penjenjangannya mulai dari Bebek 4T 110cc STD Pemula B(MP6) harus berumur 14 tahun dan Bebek 4T 125cc STD Pemula B(MP5) wajib berumur 16 tahun. Sedagkan Bebek 4T 110cc TU Pemula (MP4) dan Bebek 4T 125cc TU Pemula (MP3) antara umur 17 tahun sampai 18 tahun. Selanjutnya pembalap MP3 dan MP4 yang berprestasi digodok lagi di Kelas Pemula Plus yang diambil 5 besar terbaik dengan penjumlahan sistem point. Sistem jenjang yang bagus, saluut…! Setidaknya para pembalap jadi lebih matang waktu naik seeded.
“Semua itu akan diberlakukan di balap road race wilayah Jabar tetapi yang lebih profesional diterapkan pada Kejurda Jabar,” tutup Irvan OC sambil bilang SK grid kelas itu sudah disahkan awal Maret Oleh Haji Rio Teguh Pribadi selaku ketua umum Pengprov IMI Jabar.
Penulis : Ewa | Foto : Ewa