BerandaRacing Roda 2Drag BikeBebek 4T 200cc Garapan Pay Menjadi Kuda Pacu Mesin Tidur Yang Berbahaya,...

Bebek 4T 200cc Garapan Pay Menjadi Kuda Pacu Mesin Tidur Yang Berbahaya, Berikut Speknya!

Otomotifzone.com – Banten.  Kelas Bebek 4T 200 cc SOHC mungkin di beberapa event Drag Bike sudah di hapus. Beda halnya di gelaran Drag Bike Bodisa Kratigdaeng RCB 2018 (24/2) di Sirkuit Lapangan Terbang TNI AU Cicangkal. Peserta di gelaran ini masih banyak di minati.Bebek 4T 200cc garapan Pay menjadi kuda pacu mesin tidur yang berbahaya.

Meski kita tau mungkin kuda pacu Jupiter MX menjadi rekomendasi kuda pacu yang lebih diunggulkan di Bebek 4T 200 cc SOHC. Namun beda halnya pada kuda pacu garapan Pay. Jenis mesin 5TP menjadi mesin yang diandalkan dirinya untuk bersaing di kelas tersebut. Mengandalkan Erwin Sredek sebagai rider, kuda pacu ini mampu menjadi yang tercepat di kelas tersebut. Sebenarnya kuda pacu ini merupakan jenis kuda pacu yang dari kancah balap 500 meter yang dirubah menjadi 201 meter.

Erwin Sredek Dengan Kuda Pacu 5TP Garapan Pay

“ Tahap riset satu bulan awalnya dari motor liaran. Jadi pindah ke resmi karena melihat bahaya cukup besar dan malas untuk begadang. Jadi akhirnya kita ikuti balap resmi. Dan kebetulan ada kelas Bebek 4T 200cc yang mana motor kita bila 500 meter juga ikuti spek selembaran,” ujar Pay selaku mekanik saat ditemui langsung Otomotifzone.com

Pay sendiri membuktikan bahwasannya mesin 5TP atau mesin kadaluarsa ini mampu bersaing dengan mesin berdiri atau Jupiter MX yang bisa bermain di kelas SOHC. Kunci kesuksesan dari mesin ini merupakan dari beberapa komponen yang digunakan mesin. Salah satunya dari hitung hitungan noken as yang dirinya buat sendiri. Karena dirinya juga kerap membuatkan Noken as dari tim tim yang juga ikut turun di ajang balap 201 m.

Pay Mekanik SOHC 200 cc Berbahaya

“ Noken AS kunci kesuksesan dari motor ini mas. Karena hitung hitungan dari angka noken as mesin 5TP ini sensitive. Salah salah bisa membuat motor tidak bisa kabur. Saya buat sendiri noken as dengan Open In 38 Out 63 Lift 10,2 LC 105 Angka Sentuh 30 Derajat. Sebenarnya lebih enak pakai karisma untuk 200cc SOHC. Tapi kelemahan Karisma kalau di strukin panjang klepnya tidak bisa besar,” jelas pria asal Jawa tersebut.

Mekanik yang berdiam di kawasan Jombang, Tangerang Selatan ini tidak sungkan sungkan untuk membeberkan beberapa komponen dari mesin kadaluarsa tersebut. Dirinya menjelaskan semua isi daleman dari mesin yang dipecut Erwin Sredek dan mampu menjadi juara di kelas SOHC. Pay juga tidak sungkan sungkan untuk sharing untuk berbagi ilmu. Kalian juga dapat mengubungi mekanik bertato tersebut di 087871759288.

Untuk isi dalemannya berikut isi daleman motor tersebut:

Piston : 66 Kawahara Hight Com
Klep : 33 28 Batang 5 mm Panjang 30,5
Platuk : Blade
Karbu : PJ 34 Modifikasi Finishing Pilot Jet 90 mainjet 155
Porting IN: 90% dari Diameter Klep
Porting OUT : 85% dari Diameter Klep
Kruk As : Standar Modif
Struk : 58
Kompresi : 13,8
Pelklep : KOIZUMI
Rasio : Hand Made
Angka Noken As : Open In 38 Out 63 Lift 10,2 LC 105 Angka Sentuh 30 Derajat
CDI : Predator
Magnet : Basah Standar Modif
Pengapian : DC
Knalpot : Kawahara
Arm : Standar
Final Gear : 14 34 Ricko
Shock Belakang : Red IT
Velg Belakang : 140
Velg Depan : 140
Ban Belakang : IRC EMD 60/80
Ban Depan : Duro

Penulis : Dewantara A Ramadhan |Foto : Dewantara A Ramadha

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Must Read

Parolin Racing Advertisement Spot