Beranda Headline Belajar Dari Heat 1, 5 Pegokart Indonesia Tampil Garang di Heat 2

Belajar Dari Heat 1, 5 Pegokart Indonesia Tampil Garang di Heat 2

0
4208
Keanon Santoso mendapat kawalan Ibunda
Keanon bersama orang tua dan team

OtomotifZone,com-Portimao, Portugal. Setelah kemaren tampil kurang maksimal sejak practice hingga qualifying practice, penampilan 5 pegokart Indonesia diajang Rotax Max Challenge Grand Finals Portimao Portugal Kamis siang ini (waktu lokal), 12/11) tampil masih fluktuatif seperti naik turunnya nilai tukar rupiah terhadap dollare, eh bukan… maksudnya banyak faktor yang membuat kondisi Garuda Muda Indonesia diajang ini masih belum memperlihatkan garangnya saat tampil di Indonesia dan Asia, baik karena faktor cuaca, pengenalan sirkuit yang kurang maksimal dan tentunya juga ratusan pegokart yang tampil di Kartodromo Internacional Algarve Portimao Portugal adalah para pegokart Terbaik dunia.

Si;vano Christian lolos babak final
Silvano bersama team

Hasil kurang maksimal kembali dialami 5 pegokart Indonesia diajang Qualifying heat 1 tampil kurang maksimal, terbukti Julio Prost dikelas Senior Max harus mundur sejak lap awal akibat crash dengan Nicolas Garzon asal Columbia, Shane Daly asal Irlandia dan Patrick Hannah asal UAE membuat pegokart MBG Racing Kalimantan Tengah harus menjadi penonton sejak lampu  hijau dinyalakan tanda race berjalan setelah race formasi lancar. Sementara Silvano Christian finish diposisi 26.

Julio prost tampil lebih hati hati
Julio Prost mohon doa restu

Namun saat  heat 2 akhirnya 2 pegokart Indonesia dikelas Senior Max finish diurutan 21 untuk Ananda Julio Prost dan Silvano Christian diposisi 22 setelah keduanya mampu terhindar dari crowded selepas tikungan pertama.

Senna SN satu-satunya pegokart Indonesia dikelas DD2
Senna SN sebelum berlaga

Senna SN lebih tragis saat heat 1 berlangsung, race dinyataan aman dan on, pegokart Riser Shadaff Kratingdaeng motorsport harus mundur sejak awal karena dihantam gokart terbang akibat crash yang dialami 4 pegokart lainnya, namun yang paling parah justru dari 2 pegokart Jan Wuenschek asal Austria dan Uegene Brittz asal Afrika selatan, sementara 2 pegokart asal Italia dan Denmark juga mengalami hal yang sama.“nyebelin banget om, tau-tau ada gokart terbang dan kena kaki saya, lumayan sakit, tapi sudah ditangani pihak medis ko, doain heat 2 tampil maksimal”, harap Senna SN.

Hasil buruk diheat 1 akhirnya mampu dibuktikannya saat race 16 qualifying heat 2, posisi 19 sudah merupakah hasil maksmimal yang diraih mentor Sergio, barri dan Shaquel, meski sebenarnya mampu bertengger di 15 besar kalau tidak terhambat adanya crash dilap 6 dan sempat melorot satu tingkat, namun akhirnya mampu memperbaiki posisi kembali itupun karena sambil menahan rasa sakit yang dideranya saat crash diheat 1.

nabil diapin manager dan chief mekanic
nabil diapin manager dan chief mekanic

2 Pegokart TKM Racing dikelas Junior Max, Keanon Santoso dan Nabil Hutasuhut saat tampil diheat 2 group  A-B dan C-D keduanyan finish diurutan 33 dan 20. Tampil kurang maksimal diheat 1 akhirnya mampu dibuktikan saat qualifying heat 2 berlangsung , dimana Nabil Hutasuhut berada digroup A-C akhirnya mampu finish diurutan 15, sementara Keanon Santoso berada digroup B-D finish diurutan 28 setelah mampu menghindari crash ditikungan pertama, meski sempat tercecer diposisi paling buncit, akhirnya satu persatu 7 pegokat mampu dilaluinya hingga bendera finish dikibarkan.

Selamat berjuang hingga titik darah penghabisan guys..Wall of Fame menunggu kalian.

penulis : Edi Batrawan | Photo : TKM dan RSM

 

 

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses