OtomotifZone.com – Mantan rival Marc Marquez di MotoGP, Andrea Dovizioso, memberikan peringatan bahwa kondisi fisik juara dunia bertahan tersebut kemungkinan lebih serius dari yang terlihat saat ini.
Pembalap pabrikan Ducati Corse itu mengalami cedera bahu kompleks pada MotoGP Indonesia 2025 bulan Oktober lalu. Cedera tersebut memaksanya absen hingga akhir musim, sekaligus mengganggu persiapannya menghadapi musim 2026.
Memasuki tiga seri awal MotoGP 2026, Marquez masih belum tampil maksimal. Ia belum berhasil meraih podium grand prix, meskipun sudah mengoleksi satu kemenangan sprint race dan satu podium sprint. Dalam beberapa kesempatan, Marquez sendiri mengakui bahwa dirinya belum berada dalam kondisi 100 persen.

Bahkan saat MotoGP Amerika Serikat 2026, Marquez menyampaikan pernyataan yang cukup mengkhawatirkan.
“Motor memang kritis, tapi saya juga,” ujar Marquez, mengindikasikan bahwa kondisi fisiknya masih menjadi kendala utama.
Sementara itu, performa Ducati secara keseluruhan juga belum menunjukkan dominasi. Aprilia Racing justru berhasil memenangkan tiga grand prix pertama musim ini, membuat Ducati terlihat sedikit tertinggal dalam perebutan gelar.
Dalam wawancaranya dengan media Italia, Dovizioso menilai Marquez menghadapi tantangan fisik yang lebih berat dari yang terlihat publik.
“Marc bukan pembalap yang suka mengeluh dan tidak pernah mencari alasan. Karena itu, kondisi sebenarnya sering tidak terlihat. Tapi menurut saya situasinya jauh lebih serius dari yang terlihat,” ujar Dovizioso.
Dovizioso juga menilai bahwa cedera lama pada lengan kanan Marquez sejak 2020 masih memberikan dampak besar terhadap performanya saat ini. Bahkan, kecelakaan di Indonesia tahun lalu disebut berpotensi memperparah keterbatasan tersebut.
“Austin menjadi konfirmasi. Di sirkuit di mana dia biasanya bisa membuat perbedaan, dia tidak mampu melakukannya,” tambah Dovizioso.
Saat cedera bahu terjadi di Indonesia, tim medis memastikan bahwa cedera tersebut tidak memperparah masalah lama pada tulang humerus kanan Marquez yang dialaminya sejak 2020. Namun demikian, proses pemulihan tetap membutuhkan waktu dan kerja keras.
Beruntung, Marquez kini mendapatkan jeda balapan yang cukup panjang sebelum MotoGP Spanyol 2026 setelah MotoGP Qatar 2026 ditunda akibat konflik di Iran. Jeda ini menjadi kesempatan penting bagi Marquez untuk fokus pada pemulihan fisik.
Sebagai catatan, Dovizioso sendiri merupakan rival utama Marquez dalam perebutan gelar dunia antara 2017 hingga 2019, di mana ia tiga kali finis runner-up. Kini, pengalamannya melihat kondisi Marquez membuatnya yakin bahwa sang juara dunia masih membutuhkan waktu untuk kembali ke performa terbaiknya.
Jika pemulihan berjalan baik, Marquez tetap berpotensi kembali ke jalur perebutan gelar. Namun untuk saat ini, kondisi fisik masih menjadi tantangan terbesar bagi sang juara bertahan MotoGP 2026.

