Beranda Headline Bengkulu Open Road Race Championship: Membidik Pembalap Pemula

Bengkulu Open Road Race Championship: Membidik Pembalap Pemula

0
3155
Racer Pemula Bengkulu. Fernando, Mamek dan Windo

OtomotifZone.com – Bengkulu. Suara dari knalpot motor balap kembali bergema di kawasan STQ kota Bengkulu. Bekas lokasi MTQ yang terletak di Kelurahan Suka Rami ini menjadi sirkuit dadakan dalam event bertajuk “Bengkulu Open Road Race Championship 2016” sepanjang Minggu (9/10).

Adu kebut motor di trek aspal kali ini memang menjadi upaya membidik pembalap pemula. Sasarannya agar muncul bibit baru yang berani fight dalam event resmi. “Kami memang ingin terjadi regenerasi. Makanya kelas yang tersedia lebih banyak buat pemula dan lokal,” sebut Putrawanjaya Arsyad, Ketua Pengprov IMI Bengkulu.

Buktinya terlihat dari 12 kelas perlombaan yang ada. Tak tersedia kelas seeded, yang ada kategori open, lokal serta lokal pelajar. Diakui, sekarang Bengkulu sedang minus racer seeded. Beda dengan beberapa tahun lalu. Tim Balap Kejurnas MotorPrix asal Bumi Raflesia menjadi perhitungan lawan.

Ketika itu ada nama Ferlando paling menonjol. Itu era tahun 2000-2007. Masih ada rider lain, seperti William Suliawan, pentolan Putra Raflesia Racing Team. Sejak itu, Bengkulu kehilangan local hero.

Padahal road race bukan balapan yang asing lagi di Bengkulu. “Semoga tahun ini menjadi kebangkitan kembali pembalap Bengkulu,” harap Wawan, panggilan akrab Putrawanjaya yang baru menjabat Ketua Pengprov akhir April 2016.

Sejatinya, trek STQ tak layak dijadikan sirkuit buat melatih skill balap. Selain aspalnya kurang bagus di beberapa bagian, modelnya juga monoton. Ada U turn dengan trek lurus balik arah. Namun tak ada pilihan lain di kota Bengkulu. Hanya lokasi ini yang bisa dipakai sekarang.

Kini mulai muncul rider pemula. Sebut saja seperti Fernando dari Nap Speed Star Tex Brother, Rendy Fransisco dan M. Syahyuri dari CBAMRT. Lalu ada Barel Van dari Via Motor Sport Racing Team, Windo Octa Pramudya dari PT KML Gannesa RBT Aditew, Mamek Baonk asal Super Andalas Cung Beo Vero Jaya dan Banu Dwi Putra di bawah bendera HHRST Kedai 63 BJK Kaboci Brutal.

Dari semua itu, Fernando paling unggul. Podium juara pertama diborong 5 trophy. Lainnya finisher kedua dan ke-4 dari 7 kelas yang diikuti pengguna nomor start #111 ini. Boleh disebut, generasi racer Bengkulu kini pun pindah dari Ferlando ke Fernando.

Penulis: Noverry Darwin | Foto: Ryan Tempang

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses