OtomotifZone.com – Jakarta, Kabar mengejutkan datang dari ajang Moto3 2026. Pebalap rookie Moto3, Brian Uriarte, resmi didiskualifikasi dari seluruh hasil balapan Moto3 Catalunya setelah motornya terbukti menggunakan oli yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan oleh FIM.
Pebalap Red Bull KTM tersebut sebelumnya tampil impresif dengan meraih kemenangan Grand Prix pertamanya di Mugello pada akhir pekan lalu. Namun, kebahagiaan itu sedikit ternoda setelah hasil investigasi teknis terhadap motornya terkait seri Catalunya diumumkan.
Dalam pemeriksaan teknis pascakualifikasi Catalunya, petugas menemukan bahwa motor Uriarte menggunakan oli yang berada di luar spesifikasi resmi Moto3. Regulasi Moto3 secara tegas mengatur bahwa seluruh tim wajib menggunakan oli resmi yang telah ditunjuk oleh FIM tanpa tambahan maupun modifikasi apa pun. Oli tersebut harus digunakan di seluruh bagian mesin, termasuk crankcase, gearbox, dan kopling.
Setelah temuan awal tersebut, Uriarte dipanggil untuk menjalani sidang saat seri Mugello berlangsung. Pebalap asal Spanyol itu memilih untuk meminta analisis terhadap sampel kedua (Sample B) guna memastikan hasil pemeriksaan.
Hasil pengujian sampel kedua ternyata mengonfirmasi temuan sebelumnya. Berdasarkan keputusan yang diambil dalam sidang yang berlangsung di Hungaria pada Kamis pagi (4/6/2026), Uriarte resmi didiskualifikasi dari hasil kualifikasi maupun balapan Moto3 Catalunya.
Sebelum dijatuhi sanksi, Uriarte berhasil mencatatkan performa solid di Catalunya dengan mengamankan posisi start ketiga dan finis keempat saat balapan. Namun seluruh hasil tersebut kini dicoret dari klasemen resmi.
Dampak terbesar tentu dirasakan pada persaingan kejuaraan dunia Moto3. Sebelum hukuman dijatuhkan, Uriarte berada di posisi keempat klasemen sementara, meski sudah tertinggal 78 poin dari pemimpin klasemen, Maximo Quiles.
Dengan penghapusan poin dari seri Catalunya, Uriarte harus menerima kenyataan turun ke posisi kedelapan dalam klasemen sementara Moto3 2026. Situasi ini membuat peluangnya untuk mengejar gelar juara dunia semakin berat meskipun baru saja mencetak kemenangan perdana yang bersejarah di Mugello.
Keputusan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kepatuhan terhadap regulasi teknis merupakan aspek penting dalam balap motor Grand Prix, di mana pelanggaran sekecil apa pun dapat berujung pada sanksi berat yang memengaruhi perjalanan musim seorang pebalap.

