Beranda News Cerita Proses Singkat Honda Supra GTR 150cc Juara ARRC Sentul

Cerita Proses Singkat Honda Supra GTR 150cc Juara ARRC Sentul

0
5153

OtomotifZone.com-Sentul. Veni Vidi Vici (dibaca: ueni uidi uici) artinya aku telah datang, aku telah melihat, aku telah menang. Selesai…
Begitulah gambaran pada motor Honda Supra GTR team Orbit SND CNC Porting ini yang di pacu Muhammad Agung Fachrul. Judul di atas benar-benar sesingkat membuat pacuan motor warna kuning yang sempat menjadi bahan perdebatan antara motor Malaysia dan MX King SND.

Honda Supra GTR 150cc team Orbit SND CNC Porting langsung meneror kawakan rider Underbone 150cc Asia Road Racing Championship sirkuit Sentul.

Behind the man aksi perdana mereka langsung menang adalah beberapa enginer fresh yang merancang siap untuk bertarung melawan rider kuat Asia Road Racing Championship adalah Mosik Priyonggo, Torana Lodong, Dede Widya Purnama, SND, dan tentu si pembalap
“Proses membuat mesin seminggu jadi. Lewat kerja keras di dalam team,” ungkap Mosik Priyonggo yang ramah di sapa Onggo dari Omah Mburi Ong’s Racing Jogja yang selalu duet bersama Torana Lodong dalam membuat mesin. Part penting seperti head buatan SND berikut ukuran lubang kerja pembakaran sudah di hitung matang.
Lanjut Kaki-kaki juga sudah di siapkan maksimal oleh +Add Suspension olahan Dede Widya Purnama.

Mesin seminggu jadi, pembalap muda dari Honda jadi pencarian. Lewat hasil rundingan dadakan team Orbit SND CNC Porting di pilihlah Muhammad Agung Fachrul sebagai joki.
Singkat diburu waktu balap Asia Road Racing Championship sirkuit Sentul tinggal beberapa hari, Agung di tuntut segera beradaptasi. Beruntung pembalap asal Sulawesi Selatan ini suka karakternya.
Waktu pun masuk sesi freepractice Agung mampu di posisi lima besar lanjut ke sesi kualifikasi sampai superpole motor kuning pemecahan point ini masuk tiga besar terus. Race pertama pecah suasana  karena motor ini mampu juara sebagai peserta wildcard. Motorpun juga mendadak. Race 2 pun Agung kalah strategi kawakan pembalap Underbone 150cc namun gap edan 0.006 usaha pembalap di Asia Talent Cup ini sudah buat bangga team.
“Motor enak sekali. Susah di gambarkan. Intinya kencang dan mudah di pakai,” ucap Agung.

Agung Fachrul langsung klop dengan mesinnya.

Ceritanya singkat namun sudah merobek gerombolan kawakan pembalap Underbone 150cc ARRC. Sayang sekali mesin ini segera di simpan kembali. “Kan spek ARRC dengan IRS atau Kejurnas Motorprix beda. Ya di simpen lagi,”  ucap Anton Adreiansyah yang di tunjuk menjadi team project privater SND mesin Honda tersebut. Satu-satunya Honda Supra GTR 150cc Indonesia pertama kali juara di ARRC.

Penulis : Hafid  | Foto : Hafid

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses