OtomotifZone.com – Banten. Kejurda grasstrack Banten seri 3 tahun 2018 sudah digelar kemarin (13-14/10). Dan lagi kejurda grasstrack Banten kembali dikeluhkan oleh para pembalap, khususya pembalap Banten karena kejadian yang sama seperti kejurda grasstrack seri 1 tahun 2018 kembali terjadi di Kejurda Grasstrack Banten Seri 3 tahun 2018 yang digelar di Sirkuit BJM, Kadulisung, Pandeglang, Banten.
Terjadinya miskomunikasi antara pembalap dengan penyeleggara mengenai hadiah pembinaan yang tidak sesuai dengan yang sudah disepekati, sebetulnya pada seri 1 kejurda grasstrack hal ini sudah terjadi dan pembalap banyak yang kecewa mengenai hal ini, dan pada ser 3 ini kembali terjadi hal yang sama seperti seri 1 yang sudah dilaksanakan beberap bulan kebelakang.
Semua pembalap merasa geram dengan kejadian yang sudah terulang 2 kali dalam 1 tahun terakhir dan salah satu pembalap asal Tangerang, Banten yaitu Chan Hendri mengungkapkan kekecewaannya kepada crew otomotifzone “Ya mas ini bukan kejadian yang pertama kali, seri 1 kemarin sudah terjadi seperti ini dan sekarang seri 3 terulang lagi, miskomunikasi mengenai hadiah yang tidak sesuai dengan yang sudah di sepakati antara kedua belah pihak yaitu penyelenggara dengan pembalap mas, saya kecewa banget saya harap kedepan hal ini tidak dapat terjadi lagi dan di seri 4 nanti jika masih seperti ini kita tidak akan mengikuti kejurda seri 4 walau kita punya point” ungkap Chan Hendri.
Ya memang kejadian ini sudah bukan pertama kali, pada seri 1 kemarin juga terjadi hal yang sama dan pada kali ini Nunu Ibnu Fatah selaku ketua penyelenggara menanggapi kejadian ini otozoners.
“Kejadian ini sunguh diluar dugaan kita semua mas, kita dari pihak panitia dan saya selaku ketua penyelenggara sudah menyiapkan hadiah sesuai saat breafing dan itu sudah siap di bagikan kepada para peraih podium namun tiba tiba ada intruksi dari salah satu orang untuk mengurangi isi hadiah dan itu semua lengkap dengan tanda tangan orang tersebut yang tidak bisa ditanggung jawabkan dan itu semua diluar pengetahuan ketua penyelenggara, saya memohon dan meminta maaf pada seluruh peserta akan semua ini, kejadia ini akan kita jadikan pelajaran untuk kedepan untuk memperbaiki semuanya, nasi sudah menjadi bubur mau gimana juga tidak bisa kembali utuh dan dari kejadian ini akan saya jadikan pelajaran dan saya meminta maaf yang sebesar – besarnya” ungkap Nunu Ibnu Fatah.
Memang segala sesuatu yang sudah terjadi tidak akan bisa kembali normal seperti semula, entah tujuannya apa dibalik semua ini yang jelas pembalap membutuhkan perhatian bukan soal nilai rupiah melainkan lebih kepada bagaimana cara menghargai perjuangan pembalap untuk mendapatkan podium terbaiknya, balap motor khususnya grasstrack di Banten makin miris kejadian seperti ini bukan pertama kali melainkan sudah kedua kalinya, bagaimana jika seri 4 dan 5 kembali terjadi ? apa yang akan dilakukan oleh semua pembalap? kita tidak tau seperti apa pelaksanaannya hanya waktu yang bisa menjawab semuanya, semoga semuanya bisa lebih baik lagi.
Penulis : Agis Maulana | Foto : Agis Maulana.




