Otomotifzone.com – Lahat. Ternyata eh ternyata, demam Bebek Goreng tidak hanya ramai di ranah Jawa. Oh ya, Bebek Goreng merupakan kelas Bebek 2T. Di mana kelas yang sudah ada sejak lama ini sampai sekarang masih menjadi primadona. Meski beberapa teknologi mesin baru, kelas Bebek Goreng atau Bebek tiet ini masih digandrungi banyak pecinta otomotif Indonesia.
Memang, beberapa penyelenggara event Balap Road Race selalu membuka kelas Bebek 2T di setiap eventnya. Di ranah Jawa, kelas ini masih sangat diminati banyak orang. Sampai sampai setiap kelas ini di buka, panitia kewalahan. Kerap sekali kelas ini melakukan babak penyisihan karena banyaknya peserta yang ikut dalam kelas ini.
Nah, tidak hanya di pulau Jawa saja. Di ranah Sumatra, demam bebek goreng juga di minati banyak kalangan. Seperti di Final Aswari Cup Prix 2017 tahun lalu, peserta di kelas ini cukup ramai diikuti.Dan di dua kelas Bebek Goreng yaitu Bebek 2T 116 cc dan Bebek 2T 125 cc Open di Grand Final Aswari Cup Prix 2017 mampu dikuasai bocah lampung Gozi Fahrezi.
“ Persaingan Bebek Goreng di ranah Sumatra juga cukup ketat mas. Kelas ini juga diminati banyak orang mas. Tidak kalah mas dengan persaingan di ranah jawa dan peminat juga sangat ramai,” ujar Kabul manajer dari tim dari Gozi Fahrezi.

“ Awal lap saja perebutan juara sangat ketat dan membuat ketegangan. Tapi setelah itu kita bisa main aman karena motor kita bisa tinggalkan lawan lawannya mas,” jelas pria yang juga bermain di ranah Jawa itu.
Memang tim LKS FMR AWRT 68 SUMBER SUKSES HN MOTOR ini memang masih sangat menikmati persaingan di kelas Bebek Goreng. Meski jaman dan teknologi sudah sangat maju, namun mereka tidak mau meninggalkan kelas yang cukup bergengsi pada jaman dahulu.
Dan di ranah Jawa sendiri, kelas ini kerap sekali dijadikan kelas wajib point. Di mana persaingan di kelas ini tidak kalah sengit dengan kelas kelas top yang kerap dilombakan atau di pointkan di kelas Kejurnas.
Penulis : Dewantara Ramadhan |Foto : Dewantara Ramadhan




