OtomotifZone.com-Kendari. Seperti jalan ditempat perkembangan pembalap road race region D selepas naiknya Ihsan Lala, Wildan Goma, Anggi Setiawan dan pembalap pemula lainnya ke kelas Seeded, berpengaruh juga pada keseruan kompetisi MotoPrix sebagai tolok ukur utama ditiap region, apalagi serangan pandemi membuat semuanya menjadi semakin terhambat, kondisi inilah yang akhirnya disiasati Pengprov dan pemprov Sulawesi Tenggara, demi kejar pembinaan pembalap roadrace, kejar sirkuit permanen dan pengerjaan sirkuit permanen Nanga nanga dikebut agar target 2022 bisa dimanfaatkan terealisasi.
Sebuah kehormatan, OtomotifZone diajak melihat langsung lokasi sirkuit Nanga nanga Kota Kendari, penulis mencoba mengitung waktu perjalanan dari kota Kendari menuju lokasi, tidak lebih dari 30 menit dengan kecepatan santai, dimana akses jalan yang sudah mumpuni, didampingi Ali Rizki dan Ilham Abus, pengurus IMI Sultra dalam kabinet Anton Timbang ini menjelaskan secara detail tentang sirkuit ini.

Sirkuit karakter Sulawesi banget lho, kenapa? karena sirkuit sepanjang hampir 2000 meter ini berbentuk plek jiplek pulau Sulawesi yang sering kita lihat dalam peta Indonesia, dan layout sirkuit buah karya Dian Dilato ini memang unik dan keren, track lurus hampir 400 meter ini cukup menjadi tantangan para pembalap dengan kombinasi tikungan parabolik dibeberapa titik membuat, jika sirkuit ini yang rencananya 2022 ini rampung, akan menjadi sirkuit kebanggaan Sulawesi pada umumnya dan Sulawesi Tenggara pada umumnya.

Target 2022 sudah bisa difungsikan, sirkuit Nanga Nanga ini memang terlihat sudah dalam proses pengerasan dasar lintasan, agar pada saat proses pembetonan ataupun pengaspalan tidak banyak kendala dan kontur tanah tidak berobah, dengan karakter lebar sirkuit bervariatif antara 10 smp 14 meter ini sangat mumpuni untuk sebuah track permanen.
Mungkin ada beberapa yang harus didahulukan sebelum proses pengaspalan, dibeberapa titik masih terdapat longsoran karena ada tebing, proses paku bumi dan beton sisi lintasan dengan kemiringan curam harus menjadi prioritas, disamping drainase juga sangat penting, agar sirkuit yang dibangun dengan biaya besar tetap bisa maksimal dan awet.

“Pembangunan sirkuit nanga nanga kota Kendari ini memang lagi dikejar, target 2022 bisa dimaksimalkan gelar event adalah targetnya, semoga pembangunan sirkuit kebanggaan Kendari dan Sultra ini lancar tanpa kendala, mohon doa restunya” papar Ali Rizki diamini Ilham Abus.
Semoga akan lahir bibit-bibit baru jagoan muda road race Sulawesi Tenggara. Sirkuit permanen menjadi kawah candradimuka mencari talenta talenta baru.
Ada beberapa view keren lho jika sirkuit ini rampung, penasaran kan? tunggu aja kelanjutannya,




