OtomotifZone.Com – Pangandaran. Di Sirkuit MD Ciparay Sindangsari Cimerak Pangandaran Jawa Barat, fisik pembalap dan juga motor harus kuat.
Pasalnya, sirkuit milik Haji Uto yang memiliki panjang 1.000 meter ini membuat pembalap harus memacu motornya dengan kecepatan tinggi.

Seperti pemandangan yang terjadi pada gelaran Kejuaraan GTX MX Piala Wakil Gubernur Jawa Barat yang berlangsung Sabtu-Minggu (31/12/2022-1/1/2023).
Para pembalap setelah gate start dibuka, langsung tancap gas menuju tikungan pertama (R1), masing-masing pembalap beradu cepat memasuki tikungan tersebut.
Lebar lintasan menuju R1 yang lebar, membuat para pembalap leluasa beradu cepat untuk melibas berm agar keluar dengan sempurna.

R1 tusuk konde dan langsung terdapat jumpingan itu mengharuskan pembalap jangan mengendorkan gas agar bisa tampil yang tercepat.
Karakter sirkuit yang pernah menjadi pertarungan para pembalap nasional pada event Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Grasstrack (GTX) itu memang cepat.
Bahkan beberapa pembalap mengalami gagal finish karena trouble pada motornya, atau karena fisik kurang mupuni pembalap pun terjatuh.
Pembalap Full Konsentrasi di Sirkuit MD Pangandaran
Selain fisik harus mupuni, para pembalap harus full konsentrasi di Sirkuit MD Pangandaran, salah memilih racing line fatal akibatnya.

Karena lintasan sirkuit yang lebar, para pembalap sangat leluasa untuk menyalip pembalap yang ada di depannya.
Sehingga konsentrasi memilih racing line menjadi salah satu strategi menutup pembalap lain agar tidak mendahului.
Namun, jika kondisi motor yang memadai bisa adu cepat di lintasan lurus menuju R1, sehingga tidak hanya mencuri celah pada tikungan.
Sirkuit MD sempat basah karena hujan turun, tapi karena tidak begitu deras dan matahari bersinar, membuat lintasan menjadi keras.

Salah satu pembalap yang juga Atlit Pekan Olahraga Nasional (PON) Cabang Olahraga Grasstrack, Lutfi Petrik menyampaikan kondisi sirkuit.
“Lintasan licin, karena setelah basah tanahnya menjadi keras atau ngabeling jadi kita harus konsentrasi penuh saat memacu motor,” jelas Lutfi.
Menurut pembalap dengan nomor start 31 itu, ia harus full speed jika ingin menjadi yang terdepan, karena lintasannya lebar.
“Selain Fisik pembalap, di sirkuit ini juga setingan motor dan juga kondisi motor harus benar-benar fit jika ingin tampil baik,” pungkasnya.
Penulis: Yeyep Foto: Yeyep

