OtomotifZone.com – Jogjakarta. Sirkuit non permanen alun alun kota Wonosari Jogjakarta jadi saksi serunya duel balap bergengsi AHRS IRC IDC Championship putaran ke 2(27/3). Trek yang beraspal halus, licin dan naik turun membuat pebalap harus menyiasati gaspolnya. Hasilnya cukup mengejutkan karena di kelas wajib tidak ada satupun pebalap unggulan yang mendominasi perolehan poin. Bisa dikatakan rata semua, masing masing hanya dapat poin di satu atau dua kelas saja.
Eko Codox Sulistiyo yang seri satu blas nggak dapat poin kali ini bermain cukup bagus dan menuai hasil runer up di kelas Sport 2Tak 140 cc TU. Pebalap andalan tim Simple Ole Alifka tersebut juga nangkring di urutan ke tiga kelas Sport 2T 155 cc TU. Perolehan cukup bagus tersebut sekaligus menepis anggapan yang mengatakan Eko Codox pretasinya menurun. Sesumbarnya untuk menuai poin di seri 2 langsung terbukti, walau gaspolnya tak mampu mengundang tepuk tangan penonton.

“Memang hanya dua kelas saja yang dapat poin mas, seri selanjutnya mau genjot lagi. Saingannya juga berat berat dan catatan waktunya ketat sekali. Startegi tidak jumpstart yang saya pake cukup membantu, celakanya di kelas wajib lainnya ada yang tidak masuk babak penyisihan,” kata Eko Codox pada OtomotifZone.Com.
Persaingan yang makin ketat juga diakui oleh Adi S Tuyul dari tim putra Tunggal Manahadap. Faktanya walau ia meraja lela di babak penyisihan dengan hasil perfect eh saat final hanya mampu merebut poin di kelas Super FFA dan Bebek 4T 200 cc TU. Itupun osisinya ke 4 dan ke 5, kelas wajib lain tjustru erlempar dari 5 besar. Padahal persiapan Adi S Tuyul boleh dibilang cukup matang.

“Heran saya, persiapan cukup jos, mesin kondisi prima semua dan hasil di penyisihan cukup bagus tapi di final hanya dapat poin dua kelas saja. Apesnya itupun di posisi 5 besar. Wah lawan berat pada mulai berdatangan di seri 2 rupanya,” tawa Adi S Tuyul.
Kiki Codet dari tim IP93 Moto1 SSS Exel NHK ABRT20 yang seri 1 dapat best time di Kelas Super FFA juga tak bisa berbuat banyak. Hanya nembus di peringkat 3, sedangkan kelas wajib lain malah melorot ke peringkat 4. Yang patut diacungi jempol adalah lagi lagi Kiki Codet dapat best time dengan catatan waktu 06,955 detik.

Bagaimana dengan action new comer Dafi Mini yang seri 1 mampu mematahkan pebalap unggulan?. Ia hanya tersenyum kecut lantaran hasilnya tidak maksimal. Dikelas wajib cuma dapat 1 kelas saja yaitu Bebek 4T 200 cc TU. Itupun bukan juara satu tapi ke 3. Nasib sama juga dialami oleh Alvan Cebonk yang tumben bermain buruk. Walau mendulang poin 25 di kelas wajib Bebek 4T 130 cc TU, tapi dikelas wajib lain hanya Sport 2T 140 cc TU ke 5. Sementara 4 kelas wajib lainnya blong.
Kehadiran Erwin Sredek tim SRR Hasil Ayam Wani Perih, Era Cemonk tim Jocell Kawahara Top Jaya, Ade Brongky tim Kawahara IRC NHK Tyb K Ijo yang sukses nangkring di juara 1 kelas wajib memang cukup mengejutkan. Malahan mampu membuat pebalap unggulan bertumbangan. Akibatnya perolehan poin pebalap unggulan makin terpaut tipis.
“Seri selanjutnya akan berlangsung di kota Boyolali tanggal 10 April. Selain tayangan dragbike AHRS IRC IDC Championship seri 3, hari Sabtunya kita isi dengan road race,” jelas Deon dari Erdeve selaku penyelenggara.
Wah makin seru nih seri 3 nanti karena ada road race juga, makanya pantengin OZ terus ya. Sip!
Penulis : Unang | Foto : Unang







