OtomotifZone.com – Cimahi. Sirkuit Brigif 15 Kujang II, Cimahi-Bandung selain buat latihan rutin para dragbiker Se-Jabar, ritme event Drag Bike disini juga tergolong konsisten. Grafik segi penyelenggaraan atau kemasan di kompetisi resmi, selalu ada peningkatan dari event ke event. Dari standarisasinya juga, sudah ada sirkuit dengan lintasan aspal bagus dengan jarak pengereman sesuai dengan panjang lintasan balap yaitu 201 meter serta regulasi juga sudah mengarah profesional. Malahan seringnya setiap ada kompetisi Drag Bike, starternya selalu mencapai di angka lebih dari 300 starter. Terbukti digelaran Drag Bike Seri 3, 201 M Sumber Production yang juga dalam rangka HUT ke-67 Kodam III/Siliwangi pada(20-21/4) kemarin dengan starter 315. Angka yang bagus.
Harapan pun didapat dari sirkuit ini, yang memang buat mefasilitasi para dragbiker Se-Jabar. Sudah barang tentu dengan hadirnya ritme event yang konsisten oleh E.O Sumber Production mampu melahirkan dragbiker berbakat. Memang terbukti, disirkuit ini berhasil memunculkan dragbiker berbakat khususnya dari Jabar. Seperti Hardiawan, Riki Onyes, Ayib Rosidi, dan Oki Camat. Dan yang paling menonjol adalah Hardiawan asal Bandung yang baru berusia 18 tahun dari tim Winatex Yellow Pingky Harry Motor.
“Tujuan dari kesatuan TNI Brigif 15 Kujang II dengan memberikan wadah berupa sirkuit dan kompetisi resmi memang buat pembinaan serta menggodok skill dragbiker khususnya Jabar hingga mampu kancah dijenjang level Nasional,” ucap Sumber Agung Rizki ketua E.O Sumber Production yang sangat piawai mengemas gelaran event. Acung jempol pun keluar dari Ipenk dan Andreas, perwakilan Pengprov IMI Jabar yang hadir digelaran sebagai juri lomba, serta Iwa K sebagai pimpinan lomba.
“Untuk pembibitan disini sangat bagus, hampir semua pemula lokak lahir dari sini, malahan peserta yang datang tidak hanya Jabar saja, Jakarta, Tangerang, dan Jateng juga turut hadir,” serempak Ipenk dan Andreas. “Malahan rencananya ketua Pengprov IMI Jabar yaitu Haji Rio Teguh Pribadi, mau bikin Kejurda Drag Bike disirkuit Brigif 15 Kujang II, Cimahi ini,” tambah Iwa K.
Paling rame digelaran 6 seri ini, yang sekarang sudah memasuki seri 3 adalah kelas 155 cc Bodi Standar Mesin Standar. Pasalnya juara umum dikelas ini akan diganjar dengan hadiah motor. Pada kelas ini total dihuni 68 peserta baik dari Jabar sendiri atau dari luar Jabar, tentu karena termotivasi hadiah motor. Untuk sementara dikelas ini pada seri 2, point tertinggi ditangan Rully PM tim HA Feat HK dari Tegal(Jateng) dengan point 50. Disusul Hardiawan dragbiker andalan Jabar dengan point 22. Dan urutan ketiga dipegang oleh Imam Ceper dari Jakarta dengan point 20.
Dan pada seri 3 ini, Hardiawan lokal hero Jabar yang bernomor start 135. Pada kelas 155 cc Bodi Standar Mesin Standar, mampu menyabet podium kelima dengan waktu 08:111 detik sehingga point bertambah 14. Jadi total point sampai seri 3 ini jadi 36 point. Prestasi yang cukup gemilang, mengingat usinya yang masih muda. “Memang saya harus banyakkin jam terbang, buat adaptasi lebih dalam disaat pembacaan lampu sensor pada start biar tidak ragu,” semangat Hardiawan sambil bilang salah satu yang menunjang dalam penggodokkan skill-ku dari sirkuit ini karena kalau latihan rutin disini.
Memang jam terbang sangat menunjang dalam penggodokkan skill dragbiker. Hal utama lewat seringnya ikut kompetisi tentu buat mengasah feeling pada waktu lampu start biar makin tepat. Itu yang di rasakan juga oleh Rully PM, “Jam terbang memang sangat mempengaruhi dalam pembacaan lampu start,” ucapnya sambil bilang terjun disini selain menambah jam terbang juga buat mencari suasana baru balap di Jabar, cari pengalaman, dan karena segi hadiah yang menarik. Rully sendiri pada kelas 155 cc Bodi Standar Mesin Standar berhasil podium kedua dengan catatan waktu 07:981 sehingga point bertambah 20. Jadi total point Rully PM tetap teratas pada kelas ini yaitu 70 point.
“Bikin motor standar justru makin tertantang karena bagaimana cara bikin motor standar jadi kenceng,” beber Budi dan Rizang mekanik HA Feat HK yang memang kilikir handal. “Setingan dari durasi bawah sampai atas harus kuat jadi joki saat tarik gas makin enak,” tambahnya. Memang tertantang bagi mekanik dalam kelas ini karena mengacu pada regulasinya yang tidak banyak ubahan pada motor. Bagaimana tidak, karbu, bodi rangka, rumah membran, dan pengapian harus standar. Yang boleh diubah hanya knalpot dan rasio, disinilah tantangannya dalam meracik motor standar jadi kenceng. Tertantang kan…!
Penulis : Ewa | Foto : Ewa


